Pembantu Gaul

Pembantu Gaul
74


__ADS_3

# Selamat Membaca #


*********


Rian masih menunggui istrinya dengan sabar....tangannya terus menggenggam tangan Nisa, dan menciuminya.


" Ri...kamu pulang saja....dan terima kasih ya atas bantuannmu..!".


ucap Rian.


" Baiklah, aku akan pulang dulu...besok aku balik lagi kesini..".


Riri akhirnya pamit pulang...dia juga gak nyaman meninggalkan anaknya terlalu lama.


" Bunda sama Ayah juga pulang saja, biar Rian yang akan nunggu Nisa disini..!".


" Sebentar Yan... Bunda nunggu Viano kesini dulu...dia sekalian bawa baju ganti untukmu.. dan kemungkinan Zena ikut...soalnya dia yang dari siang minta kesini terus..! ".


Benar saja...setelah kepergian Riri...tak lama Viano datang bersama istri dan anaknya juga Zena.


" Ni bang, baju gantimu....sana ganti dulu, ketampanannya sudah mulai luntur tuh, akibat bau asem..".


Viano masuk dan langsung melemparkan tas berisi baju Rian dan Nisa.


" Makasih ya..adikku tersayang...!".


" Dih...lebay..". sarkas Viano.


" Mommy kok masih tidur Daddy..? ".


Zena heran Mommynya belum membuka mata sedari tadi.


" Mommy belum siuman sayang... biar Mommy istirahat ya...kamu sama Bunda aja dulu..! " Rian menjelaskan keadaan Nisa pada anaknya.


" Zena mau lihat adik bayi...dimana Daddy..?".


" Ayo Bunda antar lihat adik kamu...Naya kamu jagain Nisa sebentar ya...Bunda nganter Zena dulu...ayo Vino kamu juga ikut Bunda...kita lihat kakak cowok kamu..!".


" Iya Bunda.. " Naya mengangguk dan tersenyum.


" Itu adik kamu sayang...sedang bobo.."


tunjuk Bunda ke arah box bayi yang berada di dalam ruangan khusus.


" Lucu Bunda...kecil sekali.. adikku cowok Bunda..? ".


" Iyan sayang...tuh lihat...dia bergerak..!".


" Bolehkah Zena memegangnya Bund..? ".


" Kita ijin dulu ya sama perawatnya..".


Betapa senangnya Zena dan Vino... seperti mendapat mainan baru .


" Kak Zena...akhirnya aku punya teman untuk bermain perang- perangan..!".


Vino begitu senag teman buat ia ajak untuk main nanti.


" Adikku masih kecil Vino.... belum boleh diajak untuk main main..!".


" Tunggu dia besar lah.."


jawab Vino gak mau kalah.


" Kan ada Ken, Zack dan Daffin.. mereka bisa kamu ajak main..".


Zena memberi solusi.


" Ah tidak.. mereka hanya suka mengkerubungi dan mengganggumu kak...mana mau main denganku..!".


kata Vino lesu.


" Benar juga kata kamu Vino...nanti biar aku ngomong sema mereka.. supaya mau main sama kamu..".


" Terima kasih kak..!".


" Bunda , apakah adik bayi boleh dibawa pulang..? ".


" Belum boleh sayang...... ayo sekarang kita ke kamar Bunda lagi..!".


Akhirnya Zena mau diajak pulang ke rumah, walau dengan sedikit paksaan dan rayuan dari Bunda dan Viano.

__ADS_1


Kini tinggal Rian sendiri menunggui istrinya.


Jari Nisa bergerak... Rian pun tersentak.


" Sayang...bangun sayang... "


tangan Rian mengusap kepala Nisa dengan pelan.


Dengan perlahan mata Nisa terbuka..


Senyum Rian pun merekah.


" Eemm masss...haus.." ucap Nisa lemah, karena sudah seharian ini ia tak sadarkan diri.


Setelah minum air dari tangan Rian.. Nisa sedikit mulai menyadari keadaanya...Ia pun mengusap perutnya yang terasa ringan dan agak kempes.


" Aa...anakku... anakku mana mas...!".


Nisa mulai panik....dan mulai menangis.


Rian pun langsung memeluknya.


" Tenang sayang....anak kita baik- baik saja... dia sudah lahir...anak laki- laki yang sangat tampan.... terima kasih, kamu memberi mas satu kebahagiaan lagi.."


Rian menenangkan istrinya.


" Benarkah itu mas...kamu gak bohong kan..?".


Rian mengangguk..


" Syukurlah.... alhamdulillah.... terima kasih ya Allah.... engkau selamatkan kami..."


" Oh ya mas...bagaimana nasib anak yang ku tolong itu..?".


Nisa seketika teringat dengan bocah laki- lakiyang hampir tertabrak itu.


" Dia tidak apa- apa sayang.... dia sudah dijaga oleh Ibunya..! ".


" Syukurlah kalo begitu...... .masss...aku ingin lihat anakku..".


" Ini sudah malam sayang.."


Tak tega melihat mata istrinya, Rian pun membawa Nisa dengan kursi roda.


" Itu anak kita sayang...! ".


" Manis sekali....dia tampan seperti dirimu mas....tapi sepertinya dia lebih mirip aku mas..!"


" Tentu saja mirip aku dan dirimu, karena kita berdua bekerja sama dalam membuatnya..".


Rian terkekeh.


" Iya...iya.....aku tau....oh ya mas, kamu sudah memberinya nama.?".


" Belum sayang... aku menunggumu siuman...kita berdua yang akan memberinya nama..".


" Siapa ya mas...namanya......eemm...aku kasih nama Zaidan...boleh ngga mas?".


" Zaidan.....eemm...bagus juga.....kalo namanya Zaidan Azra Syahreza....gimana sayang..? ".


" Bagus mas....aku setuju...".


" Oke....sekarang kamu harus istirahat ya...agar tenagamu pulih...besok bisa memberi asi ke dedek Zaidan..".


Senyum sumringah terlihat di bibir Nisa, hatinya lega ...sang buah hati telah lahir dengan selamat.


" Tidurlah... aku akan disini menemanimu..!".


Nisa beringsut minggir tidurnya.


" Sini mas...!".


Ia menepuk kasur disebelahnya..


" Mas tidur situ sayang..! ".


ucap Rian berlagak gak konek....padahal itu yang sedari tadi ingin ia lakukan.


" Iya...buruan....aku berubah pikiran nih..!".


ancam Nisa pura-pura.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang , Rian langsung naik ke ranjang sebelah Nisa dan memeluknya.


" Kamu tau aja yang mas mau....makasih sayang...peluk boleh ya..!"


" Hemmm....bukankah sudah meluk dari tadi....masak baru ngomong.. ".


" He..he..he..."


Rian hanya tertawa kecil.


Nisa tersenyum... suaminya itu, begitu manis kalo di dekatnya.


Paginya kamar Nisa sudah dipenuhi oleh sahabat dan para suaminya.


" Nisa....anakmu tampan sekali...!".


Tisa mulai dengan ocehannya.


" Ia benar....sayang anakku laki- laki....coba perempuan, pasti sudah aku jodohkan dengan anakmu Nis.." ucap Nuri.


" Kamu mau anak perempuan sayang.....tenang....dengan senang hati mas akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat dirimu hamil lagi sayang....waahh...harus kerja lembur nih...!".


Maxi begitu semangat dengan omongannya.


" Pletak..!!!!!".


" Aduuhh" suara Maxi kesakitan.


" Lo ya Max....kalo urusan ranjang cepet banget nyambernya....!". samber Roy


" Lah.....kayak Elo gak gitu juga....".


" Emang....kok elo tau....?".


" Taulah...kita kan sehati....ha...ha..ha.."


ucap Maxi dibarengi tawa semua temannya...


" Hustt....jangan berisik... anak gue lagi tidur nih..!". sela Rian.


" Iya..iya pak Bos.... maaf..".


ucap Maxi dan Roy.


" Nama anakmu siapa Nis..?"


tanya Riri.


" Zaidan Azra Syahreza.. "


" Bagus namanya Nis......hai dedek Zaidan... selamat tiba di dunia ya..."


ucap Riri lagi.


Ketika sedang asyik berbincang- bincang....pintu kamar inap Nisa terbuka...


" Ceklek....... "


" Permisi....."


Semua mata mengarah ke pintu...dan serentak mereka membulatkan matanya....


Siapakah yang datang.....kita lanjut besok lagi ya....


*********


Ayo para readers.... Dukung Author ya..


Beri like dan vote nya....


Coment anda juga ditunggu...


Semangati Author terus ya..!!!


Maaf bila masih ada typo nya.


Mampir lah di karya Author yang lain..


Author tunggu......😘


**********

__ADS_1


__ADS_2