Pembantu Gaul

Pembantu Gaul
73


__ADS_3

# Selamat Membaca #


**********


Di rumah Bunda... Zena belum berhenti menangis.... kejadian yang mencelakai Mommynya masih terus terlintas dibenaknya...


Isakan tangisnya pun mulai terdengar serak.


Nuri dan Tisa memang membawa anak- anak ke rumah Bunda.


" Bunda... hiks..hiks...hiks....Mommy , Bunda...".Zena menyebut - nyebut nama Mommynya.


" Mommy dan calon adik kamu InsyaAllah selamat sayang....kamu berdoa saja untuk keselamatan mereka yaa...!".


Bunda memeluk Zena dengan erat.


" Bunda mau ke rumah sakit dulu ya...kamu di rumah dengan papi Vian.."


" Zena mau ikut.... mau lihat Mommy... ".


" Zena disini aja sama papi Vian... entar kita kesana, kalo Mommy kamu sudah dipindahin ke ruang inap...ya sayang.... ".


Zena pun luluh dengan ucapan Viano.


Melihat Zena yang sudah mulai tenang....akhirnya Bunda pun meninggalkan Zena... dan pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan menantunya.


Tiba- tiba Kenzo mendekat.....


" Ken juga akan jaga Zena Kok... tenang aja ada Ken disini..".


kata Kenzo mendekati Zena dan mengelus kepala Zena.


Serentak mereka semua membulatkan matanya.


" Anak Lo Max....gila.... kok bisa gitu ya...ck..ck..ck...persis bapaknya pisan nih.."


Roy pun ikut menggelengkan kepalanya.


" Apaan sih Ken... ....papi Vian..... Ken gangguin Zena mulu....Zena gak suka..".


rengek Zena.


" Ken gak gangguin Zena...Ken kan sayang sama Zena.. " ucap Kenzo lagi.


" Widihh...ngeri gue...ajarin anak lo yang bener Max.... gue gak mau punya mantu kayak bocah tengil ini..."


Viano mulai jengah dengan ucapan Kenzo.


" Justru ajaran gue yang paling bener.... belajar tanggung jawab sedari kecil..!"


Jawab Maxi membela diri.


" Mass....beneran kamu yang ngajarin..?"


Nuri tak percaya, Maxi mengajari sesuatu yang gak benar ke anaknya.


" He...he..he...iya sayang.... lagian kamu mau kan punya mantu seperti Zena... cantik...kualitas unggul..!".


kata Maxi.


" Dih gue nya yang ogah besanan sama Elo Max..!". balas Viano.


" Sadar Vin....anak Nisa sama bang Rian tuh...kalo Lo lupa...!".


tambah Maxi.

__ADS_1


" Zena anakku juga...ya kan sayang...? ".


" Iya Papi ...". ucap Zena membenarkan perkataan Viano.


Daffin dan Zack pun ikut mendekati Zena.... sepertinya mereka juga tidak mau kalah dari Kenzo.


" Zack juga akan jaga Zena..."


" Daff juga...aku juga kan pacar Zena...".


" Aduhhh pusing deh kepala ogut....gegara bocah- bocah ini.....Kalian kasih makan apa sih anak kalian ini....makanya Nur, Tis....masaknya jangan kebanyakan micin...!". ujar Viano.


" Tuh lihat....jangan ngatain anak gue doang...anak kalian juga sama....".


balas Maxi.


" Eh...iya ya...he..he..he.."


Roy dan Steve hanya cengengesan.


" Kalian ngajarinnya gak pada bener.....apalagi kamu mas, anak kecil kok sudah diajari pacaran....Hadeeh... gak habis pikir aku..!".


timpal Tisa.


" Kena omel juga gue.... ".


desah Roy.....diiringi cibiran dari Viano, Maxi dan Steve.


Tak disangka Vino yang sedari tadi diam ikut bicara...


" Jangan ganggu kakakku.....kalian cari kakak sendiri sana.... aku adik kak Zena satu- satunya... gak ada yang lain...!".


ucap Vino untuk ketiga bocah kecil yang berada di dekat Zena.


" Wah....bener- bener anak Lo Vin...mirip banget posesifnya...ya ngga bro...!".


kata Maxi.


" Sudah...sudah..... ayo Zena ganti baju...sebentar lagi kita akan ke rumah sakit untuk melihat Mommy kamu sayang..! ".


Naya melerai perdebatan yang gak ada ujungnya itu.


Zena menuruti perintah Naya.... karena dia pun sudah tak sabar untuk bertemu dengan ibunya, Nisa.


****


Di rumah sakit.....Riri tidak tega melihat Mesya yang masih saja berdiri mematung melihat ke arah ruang operasi.


Riri mendekatinya, lalu menarik tangan Mesya, mengajaknya untuk duduk.


" Ayo Mesy..... duduklah.....aku sudah menjelaskan kejadian yang sebenarnya ke kak Rian...! ".


Mesya mengikuti Riri, dan mendudukan pantatnya di bangku.


Sedikit pun Rian tak menoleh ke arah Mesya...Tak lama Rian berdiri dan mulai berjalan mondar mandir di depan pintu ruang operasi...


Bunda datang, Rian pun langsung memeluknya... menangis lah ia dalam pelukan Bundanya..


" Rian.....yang sabar nak.....tenangkan hatimu.... berdoalah untuk keselamatan istri dan calon anakmu...!".


Rian mengangguk...


Bunda melepas pelukan Rian... kemudian Rian berganti memeluk Ayah.


" Duduklah nak..!".

__ADS_1


" Tidak Bund....Rian tunggu disini...!".


Bunda mengerti perasaan Rian.... dia pun membiarkan Rian berdiri menunggui pintu ruang operasi...


Terdengar suara tangis bayi melengking di telinga Rian.....


" Bunda...Ayah....anakku sudah lahir.....Alhamdulillah.... terima kasih ya Allah... selamatkanlah juga istriku ya Allah...!".


Doa di sela tangis Rian....antara bahagia karena anak keduanya sudah lahir dan juga cemas belum tau akan keadaan istrinya.


Bunda dan Ayah mendekati dan memeluknya...


" Selamat ya nak....kamu sudah dipercaya lagi untuk memiliki buah hati..."ucap Bunda.


" Tapi rian belum tenang Bund....bagaimana keadaan Nisa....kenapa dokter gak keluar- keluar dari tadi.... ".


Pintu terbuka.... seorang dokter keluar...Rian langsung menyambutnya dengan pertanyaan...


" dokter....bagaimana istri dan anak saya dok..?".


" Alhamdulillah.... semua berjalan dengan lancar, istri dan anak anda selamat...... sebentar kami akan memindahkan istri anda ke ruang inap, tapi dia masih belum sadar, masih dalam pengaruh obat bius.....dan untuk anak anda ,masih dibersihkan....anda bisa menggendong dan mengadzani anak anda...".


Jelas dokter yang membuat Rian lega.


" Alhamdulillah..... terima kasih... terima kasih... dokter...! ".


ucap Rian bahagia.


" Itu sudah tugas kami pak....kami permisi dulu...!".


dokter pun masuk lagi ke dalam ruangan.


Setelah dibersihkan....seorang perawat memberikan bayi mungil itu ke tangan Rian.


Senyuman Rian tersungging.... dan langsung memberi adzan ke telinga kanan sang bayi....dan iqomah di telinga sebelah kirinya.


Melihat semua baik- baik saja....Mesya pun merasa lega, dan tanpa pamit ia pun meninggalkan tempat itu dengan pelan.


Perawat memberi tau kalo Nisa sudah dipindahkan ke ruang inap......Bunda mengambil alih anak Rian dan menggendongnya.


Mereka menuju ke ruangan Nisa dipindahkan.


" Eh...Mesya kemana ya....kok pergi gak bilang- bilang...!" tanya Riri.


" Sudah Ri....jangan pikirkan dia....sekarang kamu hubungi orang rumah biar gak pada cemas...! "


perintah Rian yang langsung dilaksanakan okeh Riri.


*********


Maafkan Author bila banyak typo nya.


Dukung ya.... beri like dan vote nya.


Coment juga boleh.... yang positif yaaa!!!


jangan pernah bosen membaca karya...


baca juga karya Author yang berjudul


" Perjuangan Yuna "


Ditunggu yaaa.....


**********

__ADS_1


__ADS_2