Pembantu Gaul

Pembantu Gaul
27


__ADS_3

# Selamat Membaca #


*********


Aku masih tertidur dengan lelapnya....karena kantuk yang mendera serta lelah semalaman melayani suami tercinta.


Sedangkan mas Rian sedang olahraga lari pagi, seperti biasa yang dia lakukan tiap pagi.


Di meja makan Bu Rani sedang membantu bik Sumi menyiapkan sarapan....ibunya Nisa juga ikut membantu.


" Bu Rani.... apakah Nisa selalu bangun siang...tidak membantu anda dan bik Sumi membuat sarapan ya....kalo begitu saya minta maaf ya bu...entar saya tegur anak saya..."


ibunya Nisa merasa bersalah, karena Nisa belum bangun juga, padahal matahari saja sudah keluar.


" Tidak bu, Nisa anak yang rajin....kalo ngga percaya tanya saja sama bik Sumi..."


jelas bunda.


" Iya benar kata Nyonya.... nak Nisa anak yang sangat rajin...bahkan kadang pekerjaan saya juga dikerjakannya.." kata bik Sumi.


" Dan biasanya dia yang menyiapkan sarapan.... aku juga tidak tau kenapa sudah sesiang ini dia belum bangun....apa ada yang terjadi ya sama Nisa....kita tanya saja Rian"


" Nyonya.... itu ada den Rian....kayaknya baru pulang lari pagi deh.." tunjuk bik Sumi ke arah depan.


" Rian...Rian....sini nak sebentar.... "


panggil bunda ke Rian.


Rian menghampiri bundanya.


" Ada apa Bund...?". tanya Rian.


" Kok Nisa belum bangun ....apa dia sakit..?".


Bunda mulai cemas dengan Nisa.


" Oh...itu...anu....eeemmmm....gimana ya ngomongnya.." Rian salah tingkah.


Menggaruk kepalanya yang tidak gatal....


Masak iya sih aku bilang Nisa kelelahan karena semalam dia selalu memuaskanku...akhh....ada Ibunya Nisa lagi disini.....aku jadi malu......gumam Rian


" Ngomong itu yang bener..... jangan ona anu....apaan itu..."Bunda kesal....Jawaban Rian tak jelas.


" Itu bunda... mungkin Nisa kelalahan karena semalam kita....eeeemmm....itu...!".


Rian bicara agak berbisik ke Bunda.


Ibunya Nisa yang mendengar bisikan Rian ke bundanya....terkekeh geli.....ia tau apa yang terjadi semalam di kamar pengantin baru.


" Kamu apakan mantuku semalaman hah....bunda mau lihat keadaan Nisa..!".


Bunda berjalan menuju kamar Rian.


Ceklek.... pintu terbuka....bunda masuk dan langsung menghampiri Nisa yang masih anteng di tempat tidur.


Bunda pun mengelus kepala Nisa....


merasa ada yang mengusikku akhirnya ku buka mata......


" Sayang.... Nisa....kamu sakit nak..."


Bunda membangunkanku dengan halus.


" Eh Bunda...Nisa gak sakit kok Bund.....maaf ya Bund...Nisa gak bantuin bikin sarapan.... badan Nisa terasa lemas tak ada tenaga....semua gara - gara mas Rian, dia mengerjaiku semalaman....Nisa lelah sekali Bund..". Jawabku lesu.


" Dasar anak nakal....berapa kali kamu melakukannya dengan Nisa....jawab Rian..."


Bunda menyentil kepala Rian


" Rian gak inget Bund.....lebih dari empat kali kayaknya.... he...he..he...".


Rian cengar cengir gak jelas.....


Merasa malu...pasti iya....karena ketahuan bundanya.

__ADS_1


Merasa kasihan ....juga iya....melihat istrinya begitu kelahan..


Merasa menyesal.... Oh itu tentu tidak....bahkan dia sudah mempersiapkan diri untuk bertempur lagi malam nanti.


" Makanya Yan, kalo baru pertama jangan di gaspool...pelan- pelan saja, masih banyak waktu....lihat tuh istrimu, dia pasti kaget mendapat serangan kamu yang bertubi - tubi..."


" Ya sudah....beri dia susu dan vitamin....suruh bik Sumi bawa sarapan untuk menantuku ke sini....sana cepat.... sekalian bangunkan adikmu...Viano.. "


perintah bunda.


" Siap Bund.."


Rian segera berlari ke kamar Viano untuk membangunkannya.


Sampai di kamar Viano....


Ternyata Viano sudah bangun....saat Rian masuk ke kamarnya... Viano baru keluar dari kamar mandi.


Dia melempar handuknya ke muka Rian.


" Brengsek Lo bang.....Lo kasih gue obat tidur ya bang semalem....?".


Viano langsung melayangkan tuduhan ke Rian.


" Apa buktinya..."


Rian mengelak dari tuduhan Viano.


" Gak usah berbelit bang....ngaku aja biar cepet..! ". paksa Viano.


" Kalo iya gimana.....Sory ya Vin....habis abang kesel, Lo mau gagalin malam pertama gue sih..!". bela Rian.


" Emang itu mau gue bang....biar Lo gak bisa enak - enak sama Nisa.... he...he...he..."


" Tapi Lo gagal.....gawang Nisa sudah gue jebol.....beberapa kali malah....ha...ha...ha...


Sudah turun... ditunggu bunda buat sarapan.."


Rian meninggalkan kamar Viano dan tertawa puas.


" Sialan Lo bang....."


***


Di dapur Rian terlihat sedang membuatkan susu untuk Rian.


" Den Rian, biar saya bantu.."


Bik Sumi menawarkan bantuan.


" Gak perlu bik....ini buat istriku tercinta...jadi harus spesial"


Rian mengaduk susu dengan tersenyum.


Di meja makan telah berkumpul keluarga Rian dan keluarga Nisa untuk sarapan.


" Bik Sumi.... Rian mana ?". tanya bu Rani.


" Itu den Rian sedang membuat susu buat non Nisa ...Nya!". jawab bik Sumi.


Sok perhatian... cari muka....gumam Viano dalam hati.


Bu Rani dan ibunya Nisa tersenyum.... betapa sayangnya Rian pada Nisa.


" Oh ya bik Sumi.... antarkan sarapan ke kamar Rian....mungkin mereka ingin sarapan berdua saja di kamar.... maklumlah pengantin baru...!". perintah bu Rani.


" Kenapa gak sarapan di sini aja sih Bund.... merepotkan...?". tanya Viano ketus.


" Kasihan Nisa , dia kelehan sampai gak bisa bangun..... gara - gara abang kamu tuh Vin.."


balas Bunda.


" Nisa diapain abang... Bund..? ".


Viano bertanya lagi.

__ADS_1


" Iisshh....kamu kayak gak tau aja kerjaan pengantin baru.... ".


" Sudah gak usah ngurusin mereka.... kita lagi di meja makan, gak enak ngomong gituan....ayo besan, nambah makannya... "


" Iya bu Rani... makasih... saya terlalu kenyang ini....pulang dari sini bisa gendutan saya..."


Ibunya Nisa bercanda.


Mereka melanjutkan makan dengan diselingi obrolan ringan.


***


Rian memberikan susu ke Nisa.


Dengan senang hati Nisa meminumnya...karena itu pertama kalinya Rian membuatkan minuman untuknya.


" Makasih ya mas, ini enak sekali.....ditambah melihat mas....jadi susunya terlalu manis rasanya... "


" Benarkah....istriku sudah pandai merayu rupanya..... sini mas mau coba susunya...!".


" Yaaaa....mas...sudah habis..maaf ya...."


kataku kecewa.


" Gak apa-apa sayang.... emang itu aku buat khusus untukmu..... atau gini saja....!".


Rian menjilat air susu yang masih tersisa di bibirku.


" Eeemmmm.... benar katamu....manis...manis sekali..." ucapnya sambil mengelap bibirnya.


" Iiihhhh....mas Rian...main cium - cium aja..".


" Mana ada mas nyium kamu....mas cuma nyicipin air susu yang tertinggal di bibirmu..".


" Sama aja....apa bedanya coba...".


Aku gak mau mengalah.


Pintu kamar mas Rian diketuk oleh bik Sumi.


Dia mengantarkan sarapan pagi untuk kami berdua.


" Sayang kamu mau sarapan sekarang...? ".


tanya mas Rian.


" Entar saja mas, aku mau tidur sebentar lagi... jm 9 ntr bangunin aku ya mas....kan kita mau ajak Azka dan Aisyah jalan - jalan..".


" Baiklah kalo begitu, aku juga sarapannya entar aja, biar bareng kamu....


Sini mas temeni tidur..."


Rian naik ke kasur..,berbaring dan langsung memelukku.


" Loh mas ...kok ikutan tidur....terus yang bangunin aku siapa..."


" Pasang alarm aja Yang.....sudah diam jangan gerak - gerak....bahaya".


Mendengar ancaman Rian, aku lebih baik diam.


Kami pun akhirnya tidur sambil berpelukan.


*********


Terima kasih bagi para readers yang mau Mampir membaca karyaku.


Beri Dukungan untuk Author ya...


kasih like dan coment nya juga.


Tekan juga tanda loveđź’–


Baca juga karya Author yang lain


berjudul " Perjuangan Yuna "

__ADS_1


Maafkan Author bila masih banyak typo dimana- mana...


**********


__ADS_2