Pembantu Gaul

Pembantu Gaul
28


__ADS_3

# Selamat Membaca #


*********


Karena sudah tidur lagi tadi, dan juga terbangun karena Rian membangunkanku untuk minum susu....rasa kantukku jadi hilang.


" Mas....mas...mas Rian.... katanya mau jalan- jalan , ayo bangun.... aku sudah tidak ngantuk lagi...lelahku juga sudah lumayan hilang..."


Kucolek - colek hidung mas Rian, juga menggoyangkan tubuhnya.


" Mas kan udah bilang jangan banyak bergerak....kamu gak nurutin mas ya....kamu membangunkan sesuatu sayang... "


Aku tak menghiraukan mas Rian.... aku malah hendak bangun bermaksud untuk mandi lagi.


" Mau kemana sayang.. "


" Kamar mandi mas....mau mandi lagi..lengket badanku.."


" Enak saja kamu, mau main kabur aja.....harus tanggung jawab dulu...nih lihat, gara - gara kamu junior bangun lagi..."


Tanpa menunggu respon dariku...mas Rian langsung menarikku...dan aku pun tau apa yang dia inginkan.....menidurkan juniornya dengan kepuasan.


Aku hanya pasrah menuruti keinginannya.


Selesai memuaskan mas Rian.... kami berdua pun langsung mandi dan sarapan.


Kami turun ke bawah bersama.


" Cie...cie...cie....pengantin barunya baru turun..... kerja lembur yaaa!".


goda Bunda.


Aku hanya tersipu malu...


" Apa sih Bunda...". kata mas Rian.


" Oh ya Bund, kami mau ajak keluarga Nisa jalan - jalan dulu ya Bund..!".


" Ya udah, pergi sana...bersenang - senanglah dengan mertuamu.....hati - hati ya!".


Bunda memberi kami ijin.


" Makasih Bund, kami pergi dulu.....Assalamualaikum... ".


ucapku dan mas rian.....kamipun mencium tangan Bunda bergantian.


" Waalaikumsalam... "


jawab Bunda.


Orangtuaku pun berpamitan pada Bunda.


Kami pergi dengan satu mobil saja.


Banyak tempat kami datangi, dari tempat bermain anak....ke mall....nonton...dan terakhir kami makan bersama di restoran.


Ayah dan Ibuku kulihat sangat senang....apalagi kedua adikku Azka dan Aisyah.... mereka terus tersenyum kadang tertawa.


Ini kali pertamanya mereka makan di restoran... mereka takjub, melihat banyaknya makanan yang mas Rian pesan dan mungkin gak pernah mereka makan sebelumnya.


Azka dan Aisyah makan begitu lahap....sampai belepotan.


" Makannya pelan - pelan sayang.."


ucapku


" Ini sangat enak sekali kak....bolehkah ku bawa pulang " ucap Aisyah polos.


" Boleh... boleh sayang...yang ini habiskan saja....entar kak Rian pesenin lagi buat dibawa pulang ".


kata mas Rian menyenangkan Aisyah.


" Makasih kakak ganteng..." ucap Aisyah lagi.

__ADS_1


" Sama - sama adik cantik.. ".


" Nak Rian.... maafkan adiknya Nisa ya.."


Ibu merasa malu dengan kelakuan Aisyah.


" Gak apa-apa Bu, Aisyah masih kecil....aku sudah menganggapnya sebagai adikku sendiri".


Kata - kata mas Rian membuatku tersentuh....betapa dia juga menyayangi keluargaku.


Ibu dan Ayah juga tersenyum melihat mas Rian memperlakukan diriku dan juga adik - adikku.


Kami pulang ke rumah sudah menjelang malam...langsung membersihkan diri masing - masing.


Dan bersiap untuk istirahat.


****


Hari ini Ayah dan ibu juga kedua adikku berpamitan pulang.


Aku agak sedih, karena masih rindu dengan mereka.


Namun mas Rian menguatkanku....dan bilang sebulan lagi kami akan berkumpul lagi...karena resepsi pernikahan yang akan kami adakan.


Keluargaku telah pergi meninggalkan rumah mertuaku.


Saat ini kami sedang berkumpul di ruang keluarga.


" Ayah, Bunda.. besok Rian sama Nisa mau bulan madu ke beberapa tempat....doakan kami biar lancar dan selamat perjalanannya ya Yah, Bund..! ".


Rian sekalian berpamitan, karena besok kami akan pergi bulan madu.


" Ya nak, doa kami selalu menyertaimu...dan kami doakan pula agar kalian pulang nanti sudah bertiga... ".


Bunda dan Ayah tersenyum.... aku tau maksud mereka adalah mengharap kedatangan seorang bayi dalam kandunganku.


" Aamiin... "


ucap aku dan mas Rian bersama.


" Ada apa dengan anak itu Bund.. " tanya Ayah.


" Biarkan saja....nanti juga dia akan baik lagi...biasa lagi patah hati..." jawab Bunda.


Aku dan mas Rian pamit ke kamar, karena sudah mengantuk.


" Sayang kamu ke kamar dulu ya... mas mau bicara dengan Viano dulu"


aku mengangguk dan langsung masuk ke kamar.


" Vin....Boleh abang masuk?".


" Masuk bang..!".


Ceklek.... Rian membuka pintu....terlihat Viano duduk di sofa sambil memainkan HP nya.


" Vin....kamu belum bisa maafin abang..?".


" Sudah bang...aku sayang abang dan Nisa....aku hanya belum bisa terima aja, Nisa gak jadi istriku bang !".


" Kamu tampan Vin, sebentar lagi akan menyandang sarjana...bukankah kamu ingin jadi dosen.....gimana jadinya para mahasiswi jika ada dosen setampan dirimu....apakah mereka tidak akan berebutan untuk memilikimu..."


" Abang bisa aja...".


Viano mulai tersenyum.


" Abang yakin kamu akan dapat yang lebih dari Nisa...abang jamin itu..!".


" Abang sayang kamu Vin...!".


" Makasih bang....Vian juga sayang abang....


dannnn.....( Viano menjeda ucapannya)".

__ADS_1


" Dan apa..?". Rian penasaran.


" Dan juga sayang Nisa...he...he...he..."


Viano terkekeh.


" Hai tak boleh.... dia istri abang... kamu gak boleh terlalu sayang padanya..!".


" Haaissss bang...masih aja pelit... sono pergi dari kamarku.... aku ngantuk mau tidur....abang buatin aja Vian keponakan yang lucu....ha...ha..ha...".


Rian merasa lega melihat Viano sudah bisa tertawa lepas.


" Abang mah siap kalo itu Vin....gak usah disuruh kali....abang dah gempur tiap malam sampai pagi....ha..ha..ha."


Rian pun meninggalkan kamar Viano dengan hati lega.....adiknya...Viano sudah tak marah lagi.


Rian masuk kamar ...pelan dia menutup pintu.... Rian melihat istrinya telah terlelap tidur di kasur.


" Sayang... kamu kok tidur duluan sih...gak nungguin mas.....sayang.! ".


Mas Rian mencoba membangunkanku dengan menciumiku.


" Eemmm mas, tidurlah...bukankah besok kita akan pergi....simpan energimu untuk besok mas..!".


Aku malas meladeni mas Rian.


" Oke...sekarang tidur dulu... entar malam aja olah raganya...ya sayang.. "


" Terserah mas deh....yang penting sekarang tidur dulu....stop....jangan macam - macam lagi..".


Aku mencegah mas Rian yang mau menciumku lagi....karena kalo sudah mulai pasti mas Rian gak mau berhenti.


" Iya...iya...Nyonya Rian....bawel amat sih....bikin gemes aja..!".


Aku pejamkan mataku, tak tidur -tidur kalo terus meladeni mas Rian.


Mas Rian pun ikut memejamkan matanya.


Kami tidur dengan tenang.


****


Pagi yang cerah....secerah hatiku dan mas Rian... kami sudah bersiap untuk pergi bulan madu.


Setelah kami berpamitan pada Ayah, Bunda dan Viano.... kami berangkat diantar sama mas Andi ke bandara.


" Mas....aku takut ....ini pertama kalinya aku mau naik pesawat terbang..!".


" Gak apa-apa sayang.... ada mas bersamamu


...pegang tangan mas jika kamu takut...berdoa agar kita diberi keselamatan..".


Aku tersenyum dan hatiku pun mulai tenang.


Pesawat pun tinggal landas...menuju jepang..tujuan pertama kami.


************


Hai- hai para readers...


Terima kasih Author ucapkan untuk kalian yang mau mampir membaca karya Author.


Beri dukungan untuk Author ya...


Jangan pelit kasih like dan coment nya.


Beri juga Vote nya.


Tekan juga tanda love 💖


Mampir juga di karyaku yang berjudul


" Perjuangan Yuna "

__ADS_1


Maaf juga bila masih banyak typo dimana- mana.


**********


__ADS_2