Pemuda Pilihan Ayah

Pemuda Pilihan Ayah
Korban Cemburu


__ADS_3

Bang Parlin pun membawaku menuju pekarangan belakang rumah aku kira pekarangan belakang rumah bang Parlin hanya sekedar pekarangan seperti yang ada di kota tempatku tinggal, pekarangan yang tidak begitu luas, nyatanya aku salah pekarangan ini hampir satu hektar luas dan si Jum berada di pekarangan paling ujung yang di sana terlihat seperti ada sebuah rumah yang terbuat dari kayu jati lebih tepatnya seperti kandang, apakah si Jum tinggal di situ? rumah yang mirip kandang sapi? tapi memang di sini mayoritas orang orang bekerja di ladang pekerbunan dan juga peternakan wajar saja kalau mereka tinggal di dekat kandang ternak untuk menjaga ternaknya.


"Sudah Dik cukup sampai sini saja ya! jangan ikut masuk si Jum itu beda dengan yang lain setiap kali dia melihat aku dekat dengan perempuan dia akan mengamuk dan aku khawatir kamu di sakitnya," ucap bang Parlin.


Aku pun mau tidak mau harus menurut perkataan bang Parlin, tidak lucu rasanya nanti kalau aku baru melangkahkan kaki di desa ini sudah ribut dan bertengkar dengan penduduk asli desa ini dan akhirnya aku yang di depak keluar, biarkan aku menunggu waktu yang tepat untuk membuat perhitungan dengan si Jum ini untuk hari ini aku biarkan dia melepas rindu dengan bang Parlin tapi untuk lain waktu tidak akan pernah aku ijinkan.


"Ya Bang," ucapku setengah hati.


"Duduklah di sana ada ayunan Dik, di bawah pohon mangga itu," ucap bang Parlin sambil menunjuk pohon mangga yang tidak jauh dari tempatku berdiri.


Setidaknya lumayan tempat itu untuk melepas penatku setelah berjalan sekitar satu hektar hanya untuk menemui si Jum yang sampai detik ini tidak kunjung aku tahu bagaimana rupanya.


Setelah memastikan aku duduk dengan santai di ayunan itu bang Parlin pun segera bergegas masuk ke dalam rumah itu dan menutup kembali pintunya.


Ada rasa sakit dan juga seperti terbakar dalam hati ini bang Parlin demi si Jum ini rela meninggalkan aku di bawah pohon mangga apa dia tidak takut kalau istri cantiknya ini di bawa kabur hantu penghuni pohon mangga.


Jenuh juga menunggu bang Parlin di sini seorang diri, entah apa yang di lakukan bang Parlin tidak lekas keluar dari sana padahal ini sudah hampir setengah jam aku menunggunya, jangan jangan dia sedang melakukan yang tidak tidak bersama si Jum di dalam sana secara disana sepi tidak ada orang lain selain mereka berdua. Hatiku gelisah di hantui curiga dan cemburu akhirnya aku memutuskan untuk mendatangi bang Parlin dan si Jum di sana jika nanti aku mendapati mereka sedang berbuat macam-macam berdua akan aku tuntut cerai bang Parlin dengan suara hartanya di bagi sama rata denganku lumayan walaupun jadi janda setidaknya aku jadi janda kaya banyak duwit dan pasti laki laki tampan akan berjajar ngantri berharap menjadi suamiku. Aku berjalan penuh semangat empat lima dengan penuh tenaga aku pun membuka pintu itu hingga terdengar dentuman yang lumayan keras.

__ADS_1


"Bang lagi ngapain sih lama banget aku ini istrimu tapi teganya kamu membiarkan aku jamuran menuggu di bawah pohon mangga," ucapku dengan suara keras karena saat ini aku sedang terbakar api cemburu.


Bang Parlin aku lihat sangat kaget, saat ini tangannya sedang memegang tali tambang yang terikat di leher sebuah sapi betina yang sangat gemuk dan besar, bang Parlin menatap ke arahku karena terkejut dengan kedatanganku yang tiba-tiba dan sapi itu pun menatapku seakan akan dengan tatapan mata melotot entah hanya perasaanku saja atau memang benar sapi itu terlihat kesal dan marah padaku.


Tanpa aku duga sapi itu berontak secara tiba-tiba dan talinya terlepas dari tangan bang Parlin dan ku lihat sapi itu berlari ke arahku dan dengan cepat sapi itu mengarahkan kepalanya ke punggungku dan tidak beberapa lama mataku gelap dan aku pun jatuh tidak sadarkan diri.


Parlin panik melihat istrinya yang di aniaya oleh sapi kesayangannya dia segera berlari mendekati si Jum sapi betina besar berumur lima belas tahun itu. Parlin segera menjinakkan sapinya dan segera mengikat di tempat semula. Untung saja tidak beberapa lama pekerja yang tadi dia suruh untuk mengambil air hangat untuk si Jum sapi betina yang sedang sakit perut itu telah kembali jadi ada yang bisa membantunya membawa Sinta kembali ke rumah ayahnya Parlin.


"Kenapa ini Kang si Mbak yu kok pingsan?" tanya dua orang yang biasa bekerja di tempat Parlin terkejut.


Mereka pun membawa Sinta kembali ke rumah dan sesampainya di rumah orang tua Parlin pun kaget melihat menantunya yang sedang di gotong dua orang dan dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Kenapa istrimu Lin?" tanya Bapaknya Parlin cemas.


"Jadi korban cemburu si Jum Pak, tadi Sinta sudah aku peringatkan agar tidak masuk kandang tapi dia menyusulku akhirnya dia kena sundulan si Jum," ucap Parlin sambil membaringkan istrinya di tempat tidur.


"Cepat carikan tukang pijat untuk istrimu, kasihan dia mungkin ada yang keseleo," ucap Bapaknya Parlin.

__ADS_1


"Iya Pak, kang tolong panggilkan tukang pijit ya!" perintah Parlin pada salah satu pekerja.


"Baik Kang," jawab orang itu dan segera keluar melaksanakan tugas yang di berikan Parlin.


***Aku membuka mataku perlahan, kepalaku pun masih terasa sedikit pusing, aku merasakan ada seseorang yang sedang memijit kakiku dan aku pun melihat ke arah bagian bawah tubuhku ternyata benar dugaanku ada seorang wanita paruh bayah sedang memijit lembut kakiku.


"Eh si Mbak sudah sadar, istirahat dulu ya Mbak biar rileks dulu tubuhnya," ucap wanita itu.


Aku pun membalasnya dengan sebuah senyuman. Seingatku tadi aku berada di pekarangan belakang rumah bersama bang Parlin tapi kenapa aku berakhir di tempat tidur ini? aku coba mengingat kembali apa yang terjadi padaku setelah beberapa menit aku ingat kalau tadi aku di sundul dengan ganas oleh seekor sapi betina yang besarnya hampir sebesar gajah dan aku pingsan setelah itu aku tidak ingat lagi bagaimana caranya aku sampai bisa kembali ke rumah ini.


"Bang Parlin ke mana Bu?" tanyaku pada wanita itu.


"Kang Parlin tadi baru saja keluar si Jum perutnya sakit dia sedang di bawa ke dokter hewan yang tempatnya lumayan jauh dari sini," ucap wanita itu.


"Kasihan si Jum terlihat lemas sekali setelah membuat Mbak yu tidak sadarkan diri tadi," lanjut wanita itu.


Apa tadi katanya? si Jum terlihat lemas setelah membuatku terjatuh? jadi yang di maksud si Jum itu seekor sapi? ternyata selama ini aku cemburu pada seekor sapi.

__ADS_1


__ADS_2