Pemuda Pilihan Ayah

Pemuda Pilihan Ayah
Makanan dan Minuman Khas Tuban


__ADS_3

Kami pun pulang ke kampung untuk mengikuti ritual pernikahan si Rani dan si Parman pernikahan mereka sangat meriah sekali.


Bahkan aku melihat apa yang selama ini belum pernah aku lihat kata orang daerah Tuban itu namanya rengginang yang sangat besar ukurannya, rengginang ini makanan yang terbuat dari beras ketan yang di masak dan dibentuk piringan yang ukuranya besar dan di jemur sampai kering setelah kering di goreng dan makanan ini merupakan makanan tradisional yang wajib ada di setiap pernikahan di tempat bang Parlin.


Selain rengginang di sini pun ada kucur, kembang gula yang terbuat dari gula dan kelapa yang di parut menggunakan parutan khusus dan ukuranya pun besar satu kelapa di tambah gula satu kilo di jadikan 2buah keu kembang gula pembuatannya juga lumayan ribet kelapa dan gula yang sudah di parut itu dimasak di penggorengan tanpa menggunakan minyak hingga matang dan benar-benar cukup lama mengaduknya agar tidak lengket di penggorengan setelah di rasa masak dalam kondisi masih panas kepala dan gula tadi diberi pewarna makanan lalu di bentuk seperti gundukan dan harus cepat membentuknya kalau tidak cepat maka akan kering dan gagal membuatnya.


Aku sangat senang berada di sini banyak sekali yang aku pelajari dan aku lihat ternyata di kampung ini menyimpan tradisi yang sangat unik bahkan kata salah satu kerabat yang bercerita padaku kalau ada yang menikah satu desa atau satu kecamatan dan orang itu sama-sama bersedia untuk mendapatkan sasrahan dari pihak laki-laki sasrahannya tidak main-main.


Ada seekor sapi, satu mobil pengangkut barang gabah atau padi, ada bumbu -bumbu dapur, emas perhiasan mulai dari cincin sampai anting komplit, lemari pakaian dan masih banyak yang lainnya, aku berdecak kagum membayangkan berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk proses pernikahan yang seperti itu belum lagi mahar dan juga keperluan resepsinya.


Pesta pernikahan pun diadakan dengan sangat meriah ada hiburan langgeng tayub juga yang menjadi salah satu seni tradisional di Tuban dan seumur hidup baru kali ini aku melihatnya secara langsung, di pesta ini ada juga minuman yang berwarna putih seperti susu kata bang Parlin itu namanya toak para pria yang hadir di pesta itu meminumnya dengan diiringi gelak tawa.


"Bang Adik pingin coba juga minum itu," ucapku sambil menunjuk minuman yang diminum para tamu itu, aku juga penasaran ingin coba bagaimana rasanya kok mereka meminumnya seakan-akan sangat segar.


"Jangan Dik itu bisa membuatmu mabuk dan rasanya juga pahit ada asamnya," ucap Bang Parlin.


"Tapi tadi aku lihat para ibu-ibu juga minum di dapur bang warnanya juga sama seperti itu tapi agak bening sedikit sih," ucapku penasaran.

__ADS_1


"Kalau yang model itu adik bisa minum, itu namanya legen rasanya manis ada asamnya juga seger tidak bikin mabuk, tapi jangan banyak -banyak kalau minum takutnya adik sakit perut," ucap Bang Parlin.


"Beda ya Bang toak sama legen aku kira sama saja," ucapku yang baru mengerti kalau kedua minuman yang hampir sama itu ternyata berbeda nama dan efeknya pada tubuh.


"Iya Dik legen itu air pohon bogor yang masih muda sedangkan Toak juga sama air pohon bogor tapi dia sudah tua dan diolah sedemikian rupa hingga bisa membuat orang mabuk," ucap bang parlin menjelaskan.


Aku pun manggut-manggut mengerti.


"Bagus ya Bang namanya pohon bogor," ucapku yang teringat pada kota tempatku tinggal.


"Iya Dik itu pohon aren tapi kalau orang jawa timur namanya pohon bogor, kalau adik mau tahu rasanya aku akan meminta seseorang untuk mengambilkan untukmu," ucap Bang Parlin.


Bang Parlin pun memanggil seorang gadis kecil dan mengatakan padanya untuk meminta sebotol legen pada pak Lik yang ada di dapur aku lihat gadis itu mengangguk dan tidak beberapa lama kembali dengan membawa sebotol besar legen.


"Ini Dik cobalah!" ucap Bang Parlin dan menuangkan minuman itu ke dalam gelas dan menyerahkan padaku.


Aku pun segera menerima dan meminumnya sungguh aku sudah tidak sabar ingin tahu bagaimana rasa minuman ini, seger asam dan manis aku suka sekali minuman ini, dan aku lihat bang Parlin pun meminumnya, pantas saja sejak kemarin aku tidak pernah melihat bang Parlin ikut meminum toak ternyata toak itu bisa membuat orang mabuk secara bang Parlin kan pernah mondok jadi dia tahu hukum minum minuman yang memabukkan jadi sebisa mungkin dia menghindarinya.

__ADS_1


"Bang seger ya legennya, aku mau lagi Bang!" ucapku.


"Sudah Dik cukup! adik sudah habis tiga gelas Abang takut nanti perut adik sakit," ucap bang Parlin.


Aku pun menurut apa yang di katakan bang Parlin walaupun sebenarnya aku masih belum puas meminum legen ini minuman yang sangat segar mirip dengan sprite juga sih.


Aku pun ikut kecipratan kebahagiaan di pesta Parman dan Rani ini aku mendapatkan kado dari para sanak saudara bang Parlin ada yang memberikan pakaian, ada yang memberikan selendang batik khas kerek sangat indah sekali kain batik kerek ini, dan ada pula yang memberikan emas padaku, Aku lihat orang desa tengger ini kalau datang ke pesta mayoritas memakai perhiasan emas yang sangat banyak dan ukurannya lumayan besar juga membuatku ingat pada salah satu temanku yang pengoleksi emas saja.


Setelah seminggu dari acara resepsi pernikahan dan pesta di desa tengger itu Parman pun mengajak Rani untuk kembali ke tempat dimana selama ini Parman tinggal.


Rani merengek padaku untuk sementara ikut mengantarkan mereka ke sana hitung hitung dia ada teman selama beradaptasi di sana.


Aku pun setuju dan mengatakan pada bang Parlin untuk ikut ke tempat Parman hitung -hitung liburan aku tidak jadi mengajak liburan ke Bali.


"Bang kita antar Rani ikut ke tempat Parman ya! hitung -hitung liburan aku tidak jadi mengajak Abang liburan ke Bali kita pergi liburan ke tempat Parman saja," bujukku.


"Tapi Dik tempat Parman itu jauh dari keramaian yang ada itu rawa dan tambak, kalau mau masuk dan keluar rumah untuk membeli sesuatu saja harus menggunakan perahu bahkan pasar di sana pun ada di atas perahu apakah kamu akan betah di sana?" tanya Bang Parlin.

__ADS_1


"Aku makin penasaran tempat Parman bang setelah Abang bercerita pasarnya pun ada di atas perahu, ayo kita ikut mereka ya Bang nanti kalau tidak kerasan ya tinggal pulang toh kita hanya liburan tidak menetap di sana," ucapku.


Setelah aku bujuk akhirnya bang Parlin pun setuju dengan permintaanku aku sangat bahagia akhirnya aku bisa pergi jalan-jalan.


__ADS_2