
Minggu pagi yang cerah, ya seperti hari hari pada umumnya mentari terbit dipupuk timur dengan awan awan yang berwarna jingga.
serta burung burung beterbangan dengan kelompok kelompoknya menuju suatu tempat.
Saat itu aku baru pulang dari mushola dan langsung membelah sabut kelapa untuk keperluan memasak Ibuku.
Setelah selesai aku pun langsung masuk ke kamar untuk mengambil HP ku,namun ternyata Hp ku sudah di begal kakak ku.
Tampak ia sedang ber-selfie Selfie dengan Hp itu yang membuat aku merasa uuuhh, apa sih jijik dengan gaya gaya yang ia peragakan.
"Sok cantik" ucapku dari kejauhan.
"Cantik lah, gak ko tengok banyak yang naksir aku" jawabnya dengan pede.
"Masak sana, jangan Hp aja".
"Bentar masih penuh inspirasi ini"
"😒, terserah mu lah".
Akhirnya aku harus mengalah membiarkan ia bermain dengan Hp itu, padahal aku sangat ingin tahu kabar Dinda.
Hampir setengah jam kakak ku masih juga ber poto Poto padahal wajahnya sangat standar, tapi dia sangat antusias seolah olah artis dari ibu kota.
"Nah dek,jangan di hapus poto ku".
"Lah nanti nampak yang punya malu lah"jawabku
"Nanti siang aku cucikan di tempat Poto copy" ucapnya sambil mengeluarkan sejumlah uang.
"Yah, di pake lagi lh Hpnya".
"Sebentar doang".
"Ikut lah aku".
"Boleh, aman itu" jawabnya lalu pergi ke dapur.
Aku pun langsung membuka Hp dan lihat 3 pesan yang sudah terlewatkan.
"Pagi"
"Oi bales dong".
"Masih tidur ya".
"Pagi Ddu..🥰, maaf baru bales, baru pulang dari Mushola nih" balasku.
"Ddu, apaan dah?".
"Dinda unyu, hahahaha".
"Ah bisa aja kamu ujung knalpot🤭".
"Hahahaha".
"Lagi apa Momo".
"Lagi nunggu nasi matang, laper".
"Oh begitu".
"Ya, kamu lagi apa?".
"Lagi buat nasi goreng".
"Enak tuh".
"Kamu mau".
"Kan gak bisa".
"Bisa nanti aku antar ke toko".
"Minggu libur".
"Oh, btw gimana cerita sekolah mu".
"Gak tau, baru juga 1 minggu".
"Masih 7 Minggu lagi ya"
"Ya, entah apa yang terjadi di sana".
"Semangat ya🤗💪💪".
"Terima kasih".
__ADS_1
"Yah, yaudah aku mau lanjut masak".
"Oke aku juga mau ambil air".
"Air buat apa?".
"Buat masak,pakai dirigen".
"Uh kuat ya".
"pakai motor".
"Dih, lemah🤭".
"Jarak nya jauh, lagian kan 2 dirigen".
"Tetap aja lemah😝".
"Hmmm😕".
"Oke lah, aku lanjut masak dulu".
"Momo lemah🤭".
Ternyata punya Hp itu menyenangkan, aku dapat terhubung dengan Dinda dan juga yang lain.
Menyimpan Poto di galery, musik dan juga Video.
Iseng iseng aku membuka galeri dan melihat Poto Poto kakak ku yang jelek itu.
Ya sungguh menggelitik jantungku, melihat gaya gaya yang ia peragakan di Poto Poto ini, sungguh memalukan menurutku.
Ternyata di galery ini banyak Poto Dinda, tidak heran sih ini kan Hp miliknya.
Aku pun terus membuka semua bagian galery dan mencari Poto Poto Dinda,
"Wah cantiknya" ujarku,
Benar benar berkilau, Potonya dan gaya gaya begitu imut dia sangat menggemaskan.
Hmm kalau begini aku bisa memandang nya terus, beruntung sekali aku.
Tiba tiba aku teringat dengan kakak ku yang ingin membingkai Potonya.
"Kak, oh kak" ucapku mencarinya di dapur.
"Bukan, aku mau nunjukin ini nih".
"Wih cantiknya" ucapnya terkejut.
"Ya ini pacarku".
"Hmm,coba menghadap sini" ucapnya.
Dan aku pun menuruti perintah yang ia katakan.
"hmm jelek, coba balik badan".
"Mau ngapain sih".jawabku berbalik badan sesuai kata katanya.
Ia pun dengan sekuat tenaga menendang pantatku sembari berteriak "NGIMPI!".
"AHG!"ucapku terpelanting.
"Rasakan itu, halu".
"Aduh sakit, kurang ajar".
Kami pun saling memukul dengan peralatan dapur, sembari tertawa, hingga Ibu datang dan langsung mengeluarkan tongkat saktinya dan menyihir kami menjadi kodok.
Oh maaf maksudku Ibu datang dan langsung menjewer kami tanpa bertanya.
"Ngapain sih!!".
"Aduh Mak sakit" jawab kami serempak.
Kemudian Ibuku mengangkat Hp Dinda namun ia tak marah dan seakan akan sudah tau.
"Jadi ini yang di bilang paman mu" ucap ibuku meletakan kembali Hp itu.
"Dia bilang apa?" tanyaku bingung.
Namun ibuku tak menjawab dan langsung pergi.
Ya sangat membingungkan sekali, apa jangan jangan pamanku mengatakan semua kejadian di toko.
**
__ADS_1
Siang pun datang, aku dan kakakku berangkat ke kota untuk mencucikan Poto (memprinter) atau mencetak, entah apa istilahnya di wilayah kalian aku tidak tahu.
kami berangkat pada pukul 11 siang dan saat itu ibuku sedang tidak di rumah jadi kami bisa pergi tanpa Introgasi.
cuaca yang terik membuat batang leher pun terasa kering, jadi kami memutuskan untuk membeli jus sejenak.
Setelah sampai kakak ku pun memilih beberapa Poto dan setelah itu baru aku.
"Kau mencetak Poto siapa" tanya kakak.
"Ah bawel, liat aja"
"Hmm, terserah lah".
"Bang, ini masing masing 1 lembar ya, semua jadi 7 bang"
"Oke siap".
Proses pencetakan pun tak berlangsung lama karena saat itu toko masih sunyi.
"Ini beneran cewek mu dek" tanya kakak.
"Ya, belum sih tapi bakalan".
"Ko bilang suka Zakia".
"Tapi dia kan gak suka aku, tuk apa aku ngejar ngejar dia lagi" ucapku dengan yakin.
"Bener juga".
"Tapi aku masih bimbang dengan perasaanku".
"Ya, ko pikir lah bener bener, Mateng mateng siapa yang paling nyaman di hati".
Aku pun tersenyum lepas dan berkata dengan yakin.
"DINDA".
"Dinda, wah namanya bagus, cantik lagi".
"Ia kan, luar biasa".
"Tapi kau jelek, item lagi, gak cocok" ucapnya.
Aku pun terdiam dan termenung memandangi Poto dia, menurutku kakak benar, kami sangat gak cocok.
"Cocok aja sih, yang paling penting itu hatinya" potong Abang pemilik toko.
"Yang paling penting kau jangan sia siakan dia, apa lagi sampai menyakiti perasaan nya".
"Makasih bang" jawabku.
Dan kami pun pulang, setelah selesai mencetak Poto dan membeli bingkai.
Dengan senang aku mengendarai motor sambil bernyanyi riang sedang kakak ku bermain Hp.
Ya aku senang memiliki Poto Dinda.
Akan ku letakan di setiap sudut kamarku dan akan ku lihat setiap hari.
Akan ku peluk saat tidur juga.
"Senang kali kau dek".
"Ya lah, hidup sedang berpihak padaku".
"Karena Dinda?".
"Ya"
"Kau yakin, nanti kau sakit hati loh".
"Kenapa?".
"Kalau dia sadar kau jelek dan cari yang lain" ucapnya sambil tertawa.
Aku pun kesal dan mengangkat bagian depan motor (jemping), hingga membuat ia teriak dan marah marah.
Tapi hal itu malah membuat aku tertawa, karena lucu sekali.
Mungkin kakak ku benar soal itu, tapi aku tidak akan takut lagi.
Aku tak akan membuang kesempatan karena mungkin tak akan terjadi lagi dalam hidupku.
Maka datang lah dan buatlah aku terlena, karena aku si buruk rupa ini akan selalu memujamu.
*****
__ADS_1