
Akhir akhir ini aku sering sekali bersama Zakia, aku kasihan melihat ia menunggu termenung di pinggir jalan sedang angkot jemputan kadang sering sekali penuh.
Jadi aku memberikan ia tumpangan, tak lupa meminta izin nyonya besar Dinda 😝.
Agar tidak terjadi kesalah pahaman yang berakibat pertengkaran.
Karena Dinda adalah pawang hati, menjaga perasaannya adalah tugas dan kewajiban bagiku😝.
Saat ini aku sedang terguncang, rasa takut dan juga deg degan menyelimuti aku.
"Kau kenapa menggelar gitu." Tanya Zakia yang merasakan badan ku bergetar.
"Bukan apa apa." Sahutku singkat.
"Santai aja, masak baru nempel dikit gini udah deg degan." Balas Zakia lagi.
Memang saat ini ia sedang menempel padaku mungkin karena takut jatuh dari motor atau sengaja, namu bukan itu yang membuat badanku gemetaran.
"Gak usah GE ER, aku tuh mau tampil di vestifal hari ini bukan karena kamu." Sahutku lagi.
"Oh oke." Balasnya kemudian ia terdiam.
Tak berselang lama kami pun sampai di sekolah nya.
Aku langsung putar arah setelah ia turun.
Saat itu ia berteriak dari kejauhan saat motorku mulai jauh meninggalkan nya.
"SEMANGAT!!"
Seketika itu pun aku menoleh ke arah nya dan melihat ia yang melambaikan tangan.
Aku pun tersenyum dan langsung tancap gas menuju sekolah.
Begitu sampai sekolah, terlihat banyak orang orang yang berkumpul di bagian luar pagar sekolah.
Nampaknya acara akan sangat meriah sekali.
Mobil angkutan yang biasa membawa sepeda motor pun terparkir di pinggir jalan dan nampak pakai merah di di lapangan sekolah yang di kenakan oleh pihak AHM oil Honda.
Di tempat itu juga terparkir banyak sekali sepeda motor Honda Beat.
Aku pun masuk secara perlahan lahan menuju tempat parkir dan mencoba mengatur nafas karena deg degan sekali karena akan tampil hari ini.
Sial sekali aku benar benar gemetaran.
Rasanya aku ingin kabur dari sekolah ini karena takut sekali.
Aku yang perlahan lahan berjalan menuju lapangan sekolah terkejut melihat panggung yang besar dan alat band yang keren dan berkilau.
Di sana nampak beberapa orang sedang memperbaiki senar gitar dan juga sound sistem.
"Momo, sini sini." Panggil Kesya dari kejauhan.
__ADS_1
Aku pun segera datang menemui mereka dan mereka berdandan seperti pemain proposal.
"Kau cuma pakai pakaian sekolah saja, kenapa gak pakai baju yang kerenan dikit." Ucap Sandy.
"Iya nih bikin malu aja."Balas Fauzan.
Aku pun hanya tertawa mendengar kata kata mereka sambil sesekali melihat kearah Tiara yang sedang asik Makeup.
"Udah cantik itu Tii, nanti kalau dandan terus kamu di culik orang." Ucapku bercanda.
Namun ia tidak menanggapi aku.
Mungkin karena kejadian malam Kamis itu yang membuat sifat Tiara berubah.
Bahkan ia tidak pernah bertanya ataupun apapun lagi setelah latihan di hari Kamis sore itu.
Setelah photo Dinda terkirim ke WhatsApp Tiara tak ada satu balas dari Tiara namun pagi itu di sekolah Tiara sempat bertanya tentang photo Dinda.
Bahkan ia sempat tidak percaya dan menganggap aku mengambil photo itu di internet.
Karena ia tak percaya jika aku memiliki pacar yang begitu cantik, putih dan juga sangat manis bak bidadari.
Namun setelah aku menunjukan photo aku dengan Dinda ia pun terkejut.
Bahkan ia tidak tertawa lagi, ia tampak heran saat melihat semua photo di galeri ku yang berisikan ratusan photo Dinda.
Semenjak itu lah Tiara pun mulai berubah sikap dingin dan juga acuh.
Tak apa, aku lebih senang ia bersikap begini namun aku juga sedikit khawatir dengan nya.
Sikap dimana ia suka menunjukkan bentuk tubuhnya pada ku, apakah dia akan bersikap demikian ke laki laki lain.
Lalu jika begitu apakah dia akan baik baik saja.
"Jangan lihatin aku terus, kayak gak ada kerjaan aja." Ucap Tiara dengan nada yang tidak enak di dengar.
tentu saja ia begitu.
"Ah maaf." Jawabku.
**
Acara pun di mulai saat MC naik keatas panggung dan acara pertama tentu saja promo launching sepeda motor setelah itu pameran pameran seputar motor juga di lakukan bahkan ada event kuis dimana jika berhasil menjawab 3 pertanyaan akan mendapatkan Hadian sepeda motor gratis.
Aku dan teman teman sekelas ku pun ikut serta dalam event itu namun kami kalah.
Mungkin belum rezeki makanya tidak menang tapi tetap senang karena acaranya sangat menegangkan.
Ngomong ngomong soal menegangkan, Saat ini nama grup band kami pun di panggil dan rasanya jantungku mau copot.
Sungguh sangat menegangkan, lutut ku sampai gemetaran karena hal ini.
Saat itu aku naik keatas panggung bersama teman teman satu tim ku.
__ADS_1
"Santai Momo, tarik nafas panjang dan buang perlahan." Ucap Sandy sambil menepuk pundak ku.
Saat itu aku hanya mengangguk saja sambil mencoba mengatur nafas.
Ku lihat para penonton yang bersorak gembira menyambut kami dengan tepuk tangan.
Bahkan nampak beberapa orang penonton yang bukan berasal dari sekolah kami juga ada di kerumunan itu.
Aku lupa jika sekolah lain dapat undangan dari pihak sekolah kami untuk ikut serta meramaikan festival ini.
Dengan sedikit agak ragu aku pun mulai memetik melodi dari lagu Cinta terlarang milik The Virgin dengan sedikit agak gemetar namun bisa ku petik tanpa salah sedikit pun.
Dengan sigap suara musik yang lain mengikuti sesuai dengan irama nya.
Penonton bersorak menambah semangat dan juga gemetaran tubuhku.
Bahkan saat Tiara mulai menyanyikan lirik awal lagu rasanya bulu kuduk ku berdiri merinding.
Sepertinya aku demam panggung.
"Kau kan selalu tersimpan di hatiku.."
"Meski ragamu tak dapat ku miliki."
"Jiwaku kan selalu bersama mu.."
"Meski kau tercipta bukan untuk ku"
Berilah potongan dari lirik lagu itu, kami membawa lagu itu dengan sempurna bahkan melodi ku juga sesuai tempo lagu dan iringan rhythm seta musik lainnya.
Setelah sukses membawakan lagu itu kami pun lanjut ke lagu ke dua dengan judul Munajat cinta.
Saat ini aku iseng iseng melihat kearah penonton dan aku terkejut melihat Dinda ku ada d kerumunan itu bersorak dan memegang Hp untuk merekam video penampilan kami.
Tak tanggung-tanggung ia membawa handycam Sony atau kamera dengan resolusi yang tinggi dan kwalitas terbaik.
Melihatnya ada di sana membuat jantungku makin tidak karuan, sumpah seperti mau mati.
Satu hari di mana mental ku sangat di uji dan masa depan ku di pertaruhkan.
karena itu, akan aku tunjukkan kwalitas ku dan akan ku buat engkau bangga wahai Dinda ku.
Teruslah merekam dan lihatlah bagaimana kami memainkan musik dengan irama yang sesuai.
"SEMANGAT MOMO..!!" Teriak Dinda dengan keras sambil melambaikan tangan.
Aku pun sontak tersenyum karena senangnya.
Selesai itu, aku pun langsung mencari Dinda dari keramaian itu dan langsung mengenalkannya Kepada Nanda, Fauzan, Kesyah dan juga Tiara.
Mereka terkejut melihat Dinda dan juga tidak percaya sampai Dinda sendiri yang menjelaskan semuanya.
Memang mengejutkan namun aku menyukai nya.
__ADS_1
*****