
Kembali ke sekolah.
Tak terasa sudah dua bulan aku berada di sekolah ini.
Rasanya aku mulai terbiasa dengan keadaan sekolah dari mulai Leb bahasa inggris, Leb komputer dan juga bengkel, Semua berjalan sempurna.
Tak ada satu pun masalah karena semua teman teman ku sangat ramah dan baik.
Aku juga menjadi agak populer di sekolah berkat bakat ku menggambar.
Mereka suka dengan gambar buatan ku bahkan banyak yang minta buatkan gambar di bukunya.
Meski tak di gaji aku tetap senang karena mereka sering mentraktirku makan di kantin.
Juga pujian.
Aku senang dengan pujian pujian soal gambar gambar ku.
Hal yang membuat aku ingin menjadi seorang komikus atau author yang memiliki komik dengan rating tinggi dan gaji yang besar.
Sekolah ini menyenangkan, terlebih aku di kelilingi orang orang kuat seperti Firman teman sebangku ku, Sukma si paling sok preman di kelas, Eko dan Fendy yang rumahnya di belakang sekolah.
Bukan nya aku berlindung di belakang mereka, tapi mereka lah yang begitu baik padaku.
Karena sifat ku yang tidak banyak protes atau pun bertingkah.
Sebenarnya Sukma suka sekali mencari masalah dengan ku namun karena aku selalu mengabaikan tingkah nya dia pun bosan.
Lagi pula Firman selalu melindungi aku seperti adiknya sendiri karena kami punya hoby yang sama.
Suatu ketika ada seseorang di kelas yang mengamuk padaku, dia adalah Dion si paling cabut sekolah.
Sukma itu bertingkah seperti anak yang nakal tapi Dion anak yang benar benar nakal.
Bagaimana tidak, dia selalu cabut sekolah dan hanya masuk di waktu pagi saja.
Karena aku yang bertugas mengisi absen sekolah, tentu aku buat dia tidak masuk karena memang itu kenyataan nya.
Hal itulah yang membuat ia marah padaku.
Di kelas ia mendatangi aku dan langsung menarik kera baju ku.
Saat itu Sukma langsung menendang lututnya hingga ia langsung tersungkur, hal itu sungguh hiroit sekali.
Sukma juga langsung menegaskan jika tidak ada yang boleh mengganggu sekretaris sekolah karena akan langsung berhadapan dengan nya.
Lagi pula Sukma juga menjabat sebagai wakil ketua kelas di sekolah ini.
Jadi agak sedikit wajar ia membelaku.
Bukan nya aku takut, aku tidak terbiasa bersikap sok kuat atau menunjukkan kehebatan seperti itu, itu bukanlah gayaku.
**
Sekolah ini punya pasilitas yang lengkap, bahkan ada set alat band di belakang aula yang bisa di pakai.
Kaka kelas sering sekali memakai nya untuk latihan dan aku sering datang untuk menonton.
Jadi suatu ketika salah seorang tim mereka yang tidak masuk dan tentu saja mereka bingung untuk mencari pengganti sementara.
Nah di situlah aku mengusulkan diri bahwa aku bisa menjadi pengganti untuk latihan.
Dan mereka dengan senang hati menerima ku, lagi pula ini hanya untuk latihan saja.
Namun begitu aku sangat senang sekali karena untuk pertama kali nya bisa bergabung dengan grup band yang lumayan berkualitas.
Selesai latihan mereka menanyai asal usul ku dan juga namaku.
__ADS_1
Mereka juga meminta WhatsApp ku untuk lebih dekat dengan ku.
Itu hal baik yang membuat aku memiliki kesempatan untuk lebih maju kedengarannya dalam urusan musik.
Lagi pula Dinda ku sangat suka jika aku jadi anak band.
Karena anak band itu sangat keren baginya.
Suatu ketika ada pengumuman saat apel pagi di lapangan sekolah.
Bahwasanya akan di adakan festival di sekolah yang di sponsori Honda Beat.
Akan ada pentas band, pertunjukan karate, dancer dan juga launcing motor Beat terbaru.
Untuk itu kami di tuntut untuk bersikap sopan ramah dan juga membantu jalan nya acara tanpa gangguan.
Selesai pengumuman ada seorang pria bernama Sandy yang menghampiri aku bersama teman nya.
Sandy bilang dia butuh aku sebagai gitaris band miliknya sedangkan vokalis seorang wanita.
Awalnya aku menolak karena takut dan malu jika di atas panggung.
Namun setelah di pikir pikir ini adalah kesempatan yang bagus untuk mengasah bakat ku.
Akhirnya aku pun setuju dan langsung di ajak latihan sore ini.
Sore pun tiba, kami sedang berada di Sukaraja di rental band.
Saat itu Sandy bersama 3 orang lain nya sudah menunggu aku.
"Itu si Momo datang." Tunjuk Sandy ke arahku yang baru memarkirkan motor.
Aku pun mendekat dan seorang wanita cantik pun langsung menyodorkan tangan nya.
"Halo, aku Kesyah, salam kenal Momo."
Sepertinya dia adalah wanita yang memberi aku sebuah amplop bergambar hati waktu aku pertama kali masuk sekolah.
Namanya Tiara, terdengar pamiliar.
"Hey brother, aku Fauzan." ucap seorang lagi.
"Oke, aku Momo, senang mengenal kalian dan mohon bantuannya ya." jawabku pada mereka.
"Sebentar lagi kita masuk, siap siap ya." Ucap Sandy yang saat itu ternyata adalah kapten dari band ini.
"Lagu apa yang kita mainkan, aku belum tahu?" Tanyaku pada mereka dan saat itu Tiara menjelaskan bahwa lagu yang dinyanyikan adalah, Cinta terlarang the virgin, cinta monyet Goliath, Beraksi Kotak dan daer god Avenger Sevenfold.
Untung saja lagu itu aku menguasai semuanya.
Setelah menunggu sekitar 10 menit lebih kami pun masuk karena orang yang ada di dalam telah selesai latihan.
Karena ini bukan ruang pribadi jadi kami harus gantian dengan grub lain yang juga menyewa untuk latihan.
singkat cerita lagu pertama pun jam bawakan.
Aku langsung dapat bagian Melodi, luar bisa mengerikan.
Kesyah sebagai Rhythm dan Fauzan sebagai Basis.
Sedang Sandy adalah Drummer dan Tiara adalah Vokalis.
Musik pun di mulai dengan aba aba dari Sandy dan aku langsung memencet efek gitar di bawah kaki untuk menambah kesan hajar gitar itu, sebenarnya aku tidak tahu fungsinya jadi aku sebut saja hajar.
Satu dua, satu dua tiga empat..!!!
Kotak Beraksi.
__ADS_1
Ketika siapa saja sendirian
Berdiam diri tak ada hiburan
Jika kau merasakan kesepian
Datang kemari kita senang-senang
Semua berdiri, waktunya beraksi
Penindasan kekerasaan gak jaman
Kami datang membawa perdamaian
Ciptakan suasana tak terlupakan
Lantangkan suaramu dan teriakkan..!!!
Suara dari Tiara sangat lah bagus dan juga sesuai irama, tentu saja memilih nya menjadi vokalis adalah pilihan yang tepat.
Sampai lagu terakhir yang kami bawakan Tiara tetap bisa mengimbangi dengan bagus.
Oh iya, tak lupa aku merekam video latihan kami untuk aku tunjukkan pada pacarku Dinda.
Karena Dinda sangat mendukung aku menjadi anak band.
Jadi aku sengaja rekam agar ia senang menonton nya.
**
Latihan yang menyenangkan pun berlalu dan Sandy mengajak kami semua untuk berkumpul di lesehan Mas Kuncung, sebuah lestoran kecil yang murah dan enak.
Namun aku menolak dengan alasan pekerjaan yang belum aku selesai kan padahal aku tak punya cukup uang untuk makan di sana.
"Tenang aku yang bandar kamu Momo, tapi anterin aku pulang ya." Ucap Tiara yang saat itu berada tepat di belakang aku.
"Maaf, aku serius harus buru buru pulang." Jawabku.
Aku hanya menghindar dari Tiara, ada hati yang harus aku jaga, meski kau cantik dan imut namun tak ada yang bisa menggantikan Dinda ku.
"Yaudah anterin aku pulang aja deh." Ucap Tiara lagi.
Sepertinya ia berusaha sekali, padahal jelas jelas ia dan Kesyah sejalan dan mereka boncengan.
"Ah tidak, aku gak terbiasa boncengin cewek cantik, nanti aku bisa pingsan." Jawabku memberi alasan untuk menolak secara halus.
Namun Tiara si kepala batu ini tetap saja memaksa hingga aku bingung.
Ku buka chat Hpku dan bertanya pada pawang sejatiku.
"Dinda, ada temen yang minta anterin pulang nih boleh kah?"
"Tentuš„°" Balas Dinda singkat.
"Tapi ini perempuan loh, boleh kah?" Tanyaku lagi.
"Iya Syg, yang penting kamu enggak nakal." Jawabnya.
Ya karena jawabannya seperti itu aku pun akhirnya memutuskan untuk mengantar Tiara.
Tiara sangat senang dan langsung saja naik keatas motorku.
Kami pun pulang menuju rumah Tiara yang ternyata tak jauh dari rumah Selviah.
Bahkan mereka adalah tetangga.
*****
__ADS_1