Penantian Yang Tertunda

Penantian Yang Tertunda
Misteri


__ADS_3

Seharian di rumah itu sangat membosankan, tidak punya kegiatan dan juga uang.


Memasang taut atau pancingan ikan pun belum menghasilkan saat ini.


Mungkin aku harus mencari pekerjaan sampingan untuk menambah uang saku ku, sebelum masuk sekolah.


Aku mendaftar kan diri di sekolah YAPIM (Yayasan Perguruan Indonesia Membangun) jurusan otomotif sama seperti Andi.


Itu adalah salah satu sekolah yang besar gedungnya juga bertingkat 5 dan ada 2 gedung yang terpisah yaitu gedung depan yang di isi oleh jurusan Komputer, IPA dan IPS sedangkan gedung belakang di isi oleh Jurusan Otomotif, Tehnik Perkakas, TKJ, Audio Video dan SMP.


Sekolah ini termasuk sekolah yang memiliki pasilitas yang lengkap dari mulai bengkel sampai laboratorium.


Ya seperti itulah.


**


09:40 wib.


Aku sedang berada di hutan belakang rumah, mencari ikan untuk ku jual dan mendapat kan uang.


Saat itu sedang gerimis dan mendung pun membuat tempat ini terasa gelap.


Aku yang melangkah pelan merasa ada yang aneh dengan tempat ini.


Dan benar saja, baru berjalan beberapa langkah tiba tiba terdengar suara Gamelan.


Gamelan adalah musik tradisional Jawa yang khas dan unik, tiap ketukan memiliki arti tersendiri.


Perlahan lahan aku bergerak mengikuti lantunan musik seraya menuju tempat itu.


Tanpa aku sadari aku sudah melangkah terlalu jauh kedalam hutan.


Di suatu tempat terlihat beberapa orang sedang berdiri di bawah pepohonan yang rindang, karena merasa ada teman aku pun lantas menghampiri mereka sembari menyapanya.


Aku tak sadar apa yang aku hadapi, aku tak curiga ataupun takut sama sekali.


Karena yang aku pikirkan saat itu adalah seseorang sedang mengadakan pesta pernikahan.


Saat aku mendekati mereka, mereka tampak seperti sedang melihat sesuatu di arah barat daya.


"Itu suara apa pak?" Tanyaku bingung kepada mereka.


Mereka hanya tersenyum tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, hal itu aneh dan mulai mencurigakan.


Aku pun mulai melihat sekeliling ku, tempat yang ku datangi ini nampak tak asing dan sepertinya aku sudah pernah ke sini.


Tiba tiba seseorang menepuk bahuku dan juga tersenyum, saat aku menoleh ia langsung menunjuk ke suatu arah.


Aku yang bingung pun melihat ke arah tersebut dan terlihat sebuah cahaya terang seperti pedesaan.

__ADS_1


Aku pun lantas berjalan kearah itu dan terlihat memang benar ada desa di sini.


Perlahan lahan aku mencoba mendekati tempat itu dan menemui banyak anak anak berlarian menghampiri aku, mereka tertawa dan tersenyum senang seperti menyambut kedatangan ku.


"Ini mau kemana?" Tanyaku bingung.


"Kesana bang, di sana ada pesta" Ucap salah seorang anak itu.


Tak beberapa lama kemudian aku pun sampai di sebuah rumah yang mirip dengan istana, rumah itu sangat besar dan megah juga memiliki tingkat hingga empat lantai.


Di sana lah suara Gamelan itu berasal.


Orang orang begitu ramai menyaksikan pertunjukkan itu, wajah senang dan riang nampak menyelimuti suasana tempat itu.


Aku pun larut di dalam musik dan lupa bahwa aku telah pergi terlalu jauh.


Tiba-tiba Hp ku berdering dan musik pun tiba-tiba mati.


Orang orang menatap ku, mereka tampak marah.


Aku pun langsung meminta maaf dan mencoba mematikan Hp ku, namun aku langsung terkejut.


melihat ratusan panggilan telepon di Hpku dan waktu yang menunjukkan pukul 22:53.


Aku pun menoleh kearah mereka dan mereka dengan tiba tiba menghilang tanpa jejak dan aku hanya berdiri di atas bukit kecil yang ada pohon besarnya.


Tempat itu begitu gelap dan juga mengerikan, bulu kuduk ku langsung berdiri dan rasanya kaki ku mati rasa tak bisa di gerakkan.


Rasanya langit berputar dan tubuhku merinding sejadi jadinya.


Aku benar benar ketakutan di tempat itu hingga tak beberapa lama lampu obor nampak dari kejauhan yang membuat aku semakin takut tidak karuan.


Lampu lampu itu semakin banyak dan mendekati aku.


Semakin dekat hingga aku menutup mataku dengan erat.


hingga nampak cahaya banyak menyelimuti aku, aku tersungkur ketakutan.


"Momo, bangun!" Suara seseorang menepuk pundak ku.


Aku langsung menoleh dan ternyata sudah banyak orang orang dari desaku yang berdatangan mencari aku.


Aku pun terkejut melihat keramaian itu.


Ternyata aku di kabarkan sudah menghilang dari rumah sejak subuh.


Awalnya ayahku mengira aku sedang pergi ke rumah Andi, karena itu ayah serta ibuku awalnya tak cemas namun saat waktu mulai sore ayahku mulai cemas karena aku tak kunjung pulang.


Sedangkan Andi nampak pergi keluar bersama kakeknya.

__ADS_1


Singkat cerita aku sudah berada di rumah.


Orang orang telah ramai berada di rumah ku, nenek dan juga bibi ku yang berada di kampung sebrang juga sudah sampai di rumah ku.


Ternyata aku sudah benar-benar menghilang sejak lama dan adik serta kakak ku sudah mencari ku tempat tempat yang biasa aku kunjungi namun aku tidak ada di tempat itu.


Hal itu membuat mereka binggung hingga panik.


Sedangkan aku saat ini sedang diam membisu.


Entah mengapa aku tak bisa bicara, aku terdiam membisu seperti orang bodoh hingga kakek ku memberikan aku air putih yang sudah di bacakan ayat ayat suci Al Qur'an.


Setelah aku meminum air itu seketika aku pun langsung tertidur sejenak.


Rasanya aku kembali ke tempat itu, mendengar suara gamelan Jawa yang begitu merdu.


Dan tiba tiba kembali terbangun.


Namun rumah ku saat itu sudah tidak ramai seperti tadi saat aku pulang.


Aku pun bangkit dan berjalan mengambil air putih dan mengambil makanan.


Seharian menghilang membuat perutku lapar.


Saat itu ibuku pun bangun dan menghampiriku yang saat itu sedang makan.


"Tadi kau kemana?" Tanya ibuku, lalu ia merebus air di dandang kecil.


"Aku juga gak tau, cuma jalan aja ngikutin suara" Jawabku.


"Suara apa?, ada manggil kau ya?"


"Bukan, suara musik mirip jarkep." Ujarku menjelaskan.


"Gamelan." Jawab ibuku.


"Ya suara itu, kedengaran banget Mak!" Ucap ku menjelaskan kepada ibuku.


Aku pun menceritakan kejadian itu tentang orang orang yang ada di sana, keramahan penduduknya dan juga musik tradisional yang begitu merdu.


Saat aku tengah bercerita suara gamelan itu pun mulai terdengar lagi.


Begitu kuat hingga ayahku dan kakek terbangun.


Kami pun merinding mendengar suara Gamelan yang entah dari mana asalnya.


Kakek ku pun menaburkan garam mengelilingi rumah dan lalu mengajak aku sholat tahajud sembari berdoa meminta ampunan dari yang maha kuasa.


Setelah itu suara gamelan pun menghilang dan kami akhirnya tidur dengan nyenyak.

__ADS_1


Sebenarnya suara itu tak berhenti suara itu masih saja terdengar, namun hanya aku yang dapat mendengarkan suara itu hingga subuh hari.


******


__ADS_2