Penantian Yang Tertunda

Penantian Yang Tertunda
Tiara dan Dinda


__ADS_3

Aku senang sekali beberapa hari ini, karena setiap pulang sekolah aku dan teman teman baruku latihan band.


Hal yang membuat aku senang adalah aku bisa bergabung dengan grup band propesional seperti mereka.


Lagu yang akan kami persembahkan telah lancar kami bawakan.


Di satu sisi aku merasa keren sekali karena telah menjadi anggota band.


Meski teman teman sekelas ku tidak ada yang tahu.


Seperti sore ini kami berencana untuk latihan lagi.


Aku ingin mengajak Dinda ikut dan melihat aku tapi sepertinya itu sulit untuk dilakukan karena tempat untuk latihan di batasi hanya untuk 7 orang.


Sedangkan Sandy dan juga Fauzan selalu membawa pacarnya untuk ikut di tempat latihan.


Jadi aku tidak bisa mengajak Dinda, karena kasihan jika Dinda harus menunggu di luar seorang diri.


Dan satu masalah lagi yang membuat aku tidak ingin membawa Dinda adalah karena Tiara selalu dekat dekat denganku.


Aku tidak mau Dinda salah sangka dan kecewa dengan yang ia lihat.


Situasi nya jadi sedikit agak rumit, aku bingung sekali.


Menjaga perasaan Dinda adalah prioritas utama, karena aku benar benar mencintai Dinda sepenuhnya.


Bahkan aku punya rencana untuk berhenti dari grup setelah festival di sekolah ini dan membentuk sebuah band milik ku sendiri.


Agar aku terhindar dari Tiara, tapi bukan karena aku benci padanya.


Aku hanya tak ingin menyakiti perasaan pujaan hatiku dan memberikan harapan palsu pada Tiara.


***


Sore itu pun datang, seperti biasa kami berkumpul di tempat itu dan bersiap siap untuk latihan.


Tiara datang dengan Kesyah dan Sandy dengan pacarnya sedang Fauzan belum juga sampai.


Ia biasa terlambat dengan berbagai alasan.


Tapi kami tetap memaklumi nya karena rumahnya yang paling jauh di antara kami.


Tak begitu lama Fauzan pun datang bersama kekasihnya yang ternyata adalah Dede.


Dede pun terkejut melihat aku berada di tempat itu begitu juga aku.


"Wah Momo kamu di sini juga?" Ucap nya saat turun dari motor Fauzan.


"Ya, aku anggota band mereka." Jawabku tersenyum.


"Wah kamu memang yang paling keren." Ucapnya dan aku pun tersenyum.


Kami pun masuk kedalam ruangan dan mulai mengambil alat musik kami masing-masing.


Tes tes satu dua tiga..!


Efek ku injak dan gitar ku petik.


Sebuah melodi yang nyaring, di petikan ketiga drum, rhythm dan bas pun langsung menyambut serempak.


Ini lagu yang asik namun tidak begitu terkenal.


Salam Rindu..


Salam rindu buat mu di sana.


Walaupun kini kau jauh di mata..a..


Namun dekat selalu di hati.


Sekarang esok dan nanti..

__ADS_1


Salam rindu buat mu di sana.


Walaupun kini kau jauh di mata..a..


Namun dekat selalu di hati.


Sekarang esok dan nanti..


Perpisahan ini.


Hanya sementara saja.


Pasti akan datang..


Waktu buat bersama..


Kita lepaskan rindu..


Yang terpendam lama..


Bergandengan tangan


Seiring seirama..


begitu lah syair lagu itu dan di dukung suara indah dari Tiara yang melengkapi musik kami menjadi sangat sempurna.


Aku sangat kagum padanya, suaranya yang merdu dan gaya berpakaian nya yang bagus menunjukkan potensi dirinya sebagai anak band sejati.


Setelah selesai latihan kami pun bergegas pulang dan seperti biasa Tiara minta di antarkan pulang lagi padaku.


Tak ada pilihan lain selain mengantarkan dirinya meskipun aku tak ingin.


Bahkan di jalan ia tak segan segan memeluk ku seolah olah sepasang kekasih.


"Momo, kenapa kamu tegang sekali sih, rileks aja dong." Ucap Tiara yang saat itu bersandar di pundak ku.


"Aku tidak terbiasa seperti ini." Jawabku.


"Emang dia bilang apa?" Tanyaku penasaran.


"Selvi bilang kamu anak yang sopan dan juga lugu." Jawabnya.


"Kapan kalian bicarakan soal aku."


"Sudah lama, dia selalu curhat tentang mu." Ucap Tiara.


Tiara pun lantas menceritakan banyak tentang Selviah bahwa Selvi benar benar menyukai aku sejak pertama kali masuk SMP.


Aku pun terdiam dan merasa bersalah pada Selviah, aku menyakiti hati nya yang lembut.


Namun aku tidak punya pilihan karena aku sudah menetapkan hati ku hanya untuk Dinda.


Aku yakin Selvi akan dapat seseorang yang begitu baik dan melupakan cintanya padaku.


Kami pun sampai dan aku langsung memutar arah motor ku dan sesegera mungkin untuk pergi namun lagi lagi Tiara menghalangi aku dan menyuruh aku menemani nya karena malam ini malam Kamis.


Dia tidak punya pacar makanya dia ingin aku menemaninya.


Tentu menolak adalah jawaban yang tepat, aku ingin sih menemani Tiara namun itu tidak mungkin sama seperti Selvi aku tidak akan mungkin menemani kalian karena aku lebih memilih berada di sisi Dinda.


selalu Dinda.


Bukti betapa aku mencintainya.


Karena aku menolak terus Tiara pun menyerah dan mengikhlaskan aku pergi namun dengan syarat ia harus meminta WhatsApp ku.


Tidak masalah bagiku karena aku bisa blokir nanti saat dia chat.


**


Singkat cerita aku pun sudah berada di rumah Dinda.

__ADS_1


teh yang hangat menjadi saksi kebersamaan kami yang tak terpisahkan.


Kami bercanda tawa, dan tentu saling berbagi cerita, Dinda gadis yang jujur ia banyak menceritakan semua masalah di sekolahnya dan juga surat surat cinta yang ia terima dari berbagai orang.


Sungguh membuat ku cemburu dan juga takut jika ia direbut orang atau berpindah ke lain hati.


Bahkan saat melihat Hp Dinda banyak sekali kulihat chat dari cowok cowok yang menyatakan suka padanya.


Itu sangat menyakiti mental ku.


Namun Dinda meyakinkan aku bahwa hanya aku lah yang ada di hatinya dan tak ada yang lain.


Bahkan ia bersumpah dengan meletakkan tangan ku di atas kepala nya.


Walaupun takut, aku percaya pada Dinda.


Tiba tiba aku teringat Tiara, aku pun lantas memberanikan diri untuk cerita ke Dinda soal Tiara, dari surat yang ku terima saat pertama masuk sekolah dan juga saat Tiara menggodaku.


Hal itu membuat Dinda terdiam, keceriaan nya menghilang dan wajahnya menjadi agak jutek.


Wanita memang seperti ini, jika ia menceritakan popularitas nya dan membership nya ia bisa dengan santai bercerita dan memaksa kita yakin padanya.


Namun saat kita sebagai pria yang bercerita walaupun sedikit ia langsung cemberut dan bersikap berbeda.


"Kamu mau terus begitu, sampai kapan." Tanyaku pelan padanya.


"Aku gak marah" Jawab nya.


"Idih aku kan gak ada tanya kamu marah atau enggak." Ucapku tersenyum.


"Ia pun sontak memukuliku dengan manja sambil merengek.


" Ihh kamu jahat, aku tuh cemburu tau!"


"Yes akhirnya." Jawabku.


Serius aku senang ia cemburu, bukti bahwa ia juga takut kehilangan aku.


Dinda pun langsung berkata bahwa ia percaya dengan aku, dan tidak akan ragu itu.


Namun ia tetap cemburu jika ada yang mendekati aku berlebihan.


Karena yang boleh berlebihan kepadaku hanya ia seorang.


Dinda yang imut dengan wajah cemberut sangat menggemaskan.


Tingkahnya yang manja pun sangat menyenangkan.


Ia tidur di pangkuan ku dan melihat lihat isi WhatsApp ku.


Dengan sengaja ia membuka kontak Tiara yang aku blokir.


Dan lantas ia melihat pesan.


"P"


"Hallo Momo"


"Ini Tiara, kamu lagi apa?"


"Kesini dong, kita makan mie Aceh aku yang traktir.



Dinda pun tersenyum dan menunjukkan photo itu padaku.


"Kenapa kamu buka blokiran nya." Tanyaku.


"Gak baik blok blok orang, hargain perasaan nya." Ucap Dinda Sabil tersenyum.


dan seperti nya Dinda membalas pesan itu.

__ADS_1


*****


__ADS_2