Penantian Yang Tertunda

Penantian Yang Tertunda
Coba saja


__ADS_3

Dua hari berlalu, dan suasana masih saja begini, ya aku masih saja di jauhi teman temanku,


Mereka merasa jika aku memiliki hantu atau Jin dan berteman.


Karena saat aku berkelahi dengan Ibrahim mereka mengira aku kesurupan.


Hal itu menimbulkan rasa takut bagi teman teman, apalagi anak anak perempuan.


Hal itu pun di kuatkan dengan peristiwa satu tahun lalu dimana ada teman sekelas ku yang kesurupan dikelas.


Saat itu kami masih kelas 8 SMP dan yang kesurupan ini adalah seorang perempuan bernama Duwita.


Aku tak akrab dengan nya, hanya sesekali bertegur sapa, itu juga karena dia yang menyapa aku terlebih dahulu.


Aku tak ingat apa yang membuat Duwita sampai kesurupan tapi saat itu begtu mengerikan, iya berteriak kuat sekali dan melakukan hal hal gila seperti menangis, mengamuk dan juga bergelantungan.


🙄


Tapi serius dia bergelantungan di kelas itu seperti spider man.


kok malah jadi lucu🤨.


Serius saat itu sangat mengerikan, dia seperti iblis.


Dan entah mengapa saat dia kesurupan dia selalu memberi hormat kepadaku.


Menundukkan kepalanya dan memberikan hormat.


Mungkin hal itu yang membuat mereka menjadi takut padaku.


Bahkan Selvi juga belum ada menegurku dua hari ini.


Siang ini terasa membosankan , aku yang tak biasa berkeliaran saat jam istirahat duduk termenung di dalam kelas.


Sesekali aku melihat Poto Dinda di HP ku sambil mengelus elus nya.


Dinda di mana pun kau berada, kuharap kau tau bahwa aku sangat merindukanmu.


"Kamu ngapain itu?" ucap Selvi tiba tiba datang dan duduk di kursi depanku.


"Oh, cuma main Hp" jawabku.


"Kamu baik baik aja kan?".


"Ya cuma sedikit denyut di bagian lutut" jawabku.


"Kasihan ya kamu, padahal kamu orang baik"


"Gak juga sih".


Di tengah perbincangan kami, Dede pun datang menghampiri.


"Momo, ini aku belikan jus" ucapnya sambil meletakan di atas meja.


"Terima kasih Dede" jawabku.


"Buat aku mana?" tegur Selvi kepada Dede.


"Dih beli dong, enak aja!"


"Boleh aku tanya sesuatu" ucapku.


"tentu" jawab Selvi.


"Waktu aku berkelahi dengan Ibrahim, apa yang kalian rasakan".


Mereka pun terdiam tak menjawab sama sekali.


Melihat mereka berdua terdiam, aku pun mengerti bahwa mereka merasa takut.

__ADS_1


"Aku gak berniat melawan Ibrahim" ucapku.


"Aku tau, makanya aku rekam" Jawab Selvi.


"Ya aku juga rekam kejadian itu" sambut Dede.


"Jadi kalian yang menyebarkan video itu" tanyaku.


"Bukan, mungkin orang lain" jawab Selvi.


Aku pun mengambil Jus itu dan meminumnya.


"Ahh..!, ini Jus yang lumayan enak".


"Benarkah" jawab Dede tersenyum.


"Kau mau, coba lah" ucapku dan ia pun meminumnya.


"Sebenarnya aku agak takut padamu, makanya beberapa hari ini aku agar menjauh" ucap Dede.


"Aku juga, maaf ya Momo" sambut Selvi.


"Hmm, tak apa" jawabku.


Selvi pun mengambil bekal makanan nya dan kami memakan nya bertiga sambil bercerita.


Aku senang punya teman seperti mereka yang baik dan pengertian.


Jika nanti aku sudah masuk SMA ku harap tetap bisa bertemu dan juga berteman seperti ini.


"Enak ya, gak bagi bagi" ucap Madi tiba tiba sudah ada di antara kami.


"Ayok sini kongsi" ucap Selvi.


"Aku lihat kalian tadi di kelas, jadi aku sengaja beli ini" ucap Madi menyodorkan bakso bakar.


"Ih Madi sayang, suka banget deh di kasih bakso" ucap Dede.


"Eh Buto ijo, sayang sayang, giliran gua sayang beneran lu tolak!" jawab Madi ke Dede.


Seketika tawa kami pun pecah.


"Madi memang pandai bercanda" ucap Selvi.


"Aku serius" jawabnya lagi.


Aku :🙄


Madi:🤨


Selvi:😲


Dede:😋


kira kira seperti itulah ekspresi kami.


"Seriusan De" tanyaku langsung pada Dede.


"Iya sih tapi kan..!"


"Tapi lu gak suka gua kan" potong Madi.


"Tapi lu kok biasa aja Madi" tanyaku serius.


"Lah mau gimana lagi, woles aja woles" jawabnya.


Aku tau meski ia berkata demikian, pasti hatinya sakit dan ia saat ini sedang berusaha menghilangkan sakit itu dengan bersikap biasa saja.


"Maaf ya Madi, aku belum niat pacaran" ucap Dede.

__ADS_1


"Bukan nya kamu bilang Madi itu jelek" sambut Selvi.


"Eh bebek, nyahut aja lu".


"Lah emang bener"


"Udah jangan ribut, nanti ku jodohkan pulak kalian berdua" ucapku pada Selvi dan Dede dan mereka pun langsung tertawa.


Ternyata mereka masih mau dekat denganku meski keadaan sudah seperti ini.



**RAMBUT PENDEK SELVIAH RAMBUT PANJANG DEDE ANDREANI**


[Yang mau save like dulu ya]


Aku ingin tau keadaan Ibrahim, atau mungkin aku lebih ingin tau apa yang membuat ia begitu membenciku.


Apa aku punya salah padanya, atau mungkin mungkin pernah menyakitinya di masa lalu hingga ia begitu membenciku.


Namun hal yang ia lakukan sungguh di luar nalar, sebagai seorang guru ini bukanlah perbuatan yang pantas.


Oh iya aku hampir lupa cerita, pihak sekolah dan orang tua ku sudah berunding atas kejadian ini.


Awalnya hal ini mau di bawa ke persidangan karena ayah ku menuntut atas tindakan pak ibrahim.


Kalian tau ini bukanlah sebuah komik,masalah tidak akan selesai begitu saja, apalagi ini sekolah dan melibatkan banyak orang.


Aku bersyukur Selvi dan Dede merekam kejadian itu hingga para guru dan semua yang ada di sana tau hal yang sebenarnya terjadi.


Juga aku berterimakasih atas Madi yang mau jadi saksi saat para guru melakukan sidang dadakan di kelas.


Namun karena perundingan sekolah akhirnya berujung dengan damai.


Aku rasa hal ini juga baik, karena dendam hanya akan menimbulkan penyakit di kemudian hari.


***


Hari hari di sekolah berjalan normal seperti biasa dan teman teman yang menjauhiku mulai bersikap ramah kembali.


Ya ini hal yang baik, namun Ibrahim tak pernah lagi terlihat di sekolah.


Sepertinya sesuatu terjadi padanya, atau mungkin ia tak lagi mengajar di sekolah ini.


Semoga di manapun ia berada sekarang ia tak berbuat hal bodoh dan menyakiti orang lain.


Jika ia sudah tak jadi guru lagi, semoga pekerjaan barunya lebih baik dari pada sebelumnya, karena aku tau dia punya anak dan istri yang harus ia nafkahi.


Kembali ke dalam masalah sekolah, sekarang sedang ada pengumuman bahwa 2 Minggu kedepan akan di adakan ujian UN yang menentukan apakah kami akan lulus atau tinggal di sekolah, jadi kami akan melakukan ekstra kulikuler atau les untuk menambah pengetahuan kami supaya lebih mudah menjawab soal soal ujian nanti.


Aku yakin para pembaca pernah mengalami hal semacam ini.


Walaupun sebenarnya banyak dari kita tidak perduli dan cuma ikuti alur cerita dari sekolah.


Les akan di mulai minggu depan, itu artinya aku tidak akan bekerja paruh waktu lagi di tempat pamanku,


Ya lagi pula aku memang sudah lama tak ke sana akibat permasalahan yang kuhadapi akhir akhir ini.


Oh iya tentang aku hampir lupa cerita Dinda.


Sampai saat ini ia belum ada kabar, seperti nya ia memang sudah melupakan aku.


Terkadang aku sengaja pergi kerumahnya, namun rumah itu kosong dan tak ada yang tau kemana mereka pergi..


Mau bagaimana lagi, aku harus belajar melupakan dirinya...


*****


[terima kasih para pembaca🥰🥰, senang mengenal kalian, terima kasih sudah mau membaca novel ini,

__ADS_1


semoga kalin selalu bahagia]


__ADS_2