Penantian Yang Tertunda

Penantian Yang Tertunda
Kenangan


__ADS_3

Hari hari di sekolah semakin sedikit, kini aku mulai merasa bahwa aku akan merindukan sosok mereka yang ramah dan lucu.


Teman temanku yang berharga, apakah kalian akan mengingat aku setelah kita berpisah mungkin ia dan mungkin juga tidak.


Kisah cinta, persahabatan, rindu dan juga cemburu akan menjadi kenangan.


Ujian UN sudah kami lewati dan Sekarang kami hanya menunggu pengumuman dari pihak sekolah sambil mengabiskan waktu di sekolah tanpa pelajaran.


Ya teman teman ku banyak yang ke kantin, ada juga yang pacaran di belakang sekolah dan juga mengganggu adik kelas.


Sedang aku yang malas ini hanya duduk di kursiku sambil menggambar.


Aku sangat suka menggambar bahkan sampai ikut lomba sebanyak lima kali dan mendapat 3 piala.


Kenapa hanya 3 piala, karena pertama dan kedua aku ikut lomba aku masih bingung dan gugup.


Namun setelah itu aku jadi lebih pede dan serius hingga mendapat 2 piala juara 1 dan 1 piala juara 2.


Itu pencapaian yang bagus menurutku, meski pun aku masih di bayang bayangin oleh Heri Asnan.


Heri Asnan adalah teman SD ku, sejak kelas 1 SD dia di sanjung sanjung karena memiliki bakat menggambar yang bagus menurut mereka.


Walaupun bagiku itu jelek, tapi orang orang menyukai gambar nya dan tak ada satu pun yang memuji gambar ku.


Aku mulai iri padanya, aku pun mulai memperbaiki kualitas gambar ku, hal itu berangsur angsur hingga kami naik ke kelas 4 SD,


Hingga suatu ketika seorang guru dan juga wakil kepala sekolah menyuruh ia untuk menulis kata kata di sebuah papan pengumuman.


Tulisan Heri begitu bagus dan orang orang terus saja memujinya hingga timbul rasa iri di hatiku hingga aku pun berusaha ikut menulis di bawah tulisan Heri.


Aku meniru gaya tulisan miliknya dan mengikuti lekukan tulisan itu, namun wakil kepala sekolah itu datang dan langsung menghapus tulisanku.


Dia bahkan membuang kapur ku dan juga ia berkata kasar saat itu.


Hal itu benar benar membekas di hatiku terlebih lagi ia mengusirku sedang kan yang lain mentertawakan aku.


Aku marah, aku malu dan juga sakit hati.


Aku murung dan tidak pernah menggambar lagi saat itu dan mencoba hal lain seperti menyanyi, hal itu memang sangat bagus, aku mulai mendapatkan perhatian orang orang karena suaraku yang bagus dan indah, aku mulai tidak menggambar lagi saat itu, namun saat itu Zakia memintaku untuk menggambarkan sebuah rumah dan pohon.


Hal itu membuat aku senang, terlebih lagi ia memujiku bahwa gambar ku lebih terlihat real ketimbang milik Heri.


Dia juga menunjukkan kepada teman teman yang lain soal gambar buatan ku.


Hal itu membuat aku senang.


Ya aku sangat senang dengan hasil gambar ku itu.


pujian pujian itu memberikan aku semangat lagi.


Hal itu hanya terjadi sebentar saja, Heri yang baru saja membeli kuas dan cat lukis menjukkan hasil lukisan nya dan membuat teman-teman dan guru guru takjub.


Tentu saja aku sangat iri, karena banyak orang yang membandingkan hasil lukisan milik ku dan milik Heri.

__ADS_1


Aku tidak punya uang untuk membeli cat karena harganya yang sangat mahal.


Hingga saat kami sudah di kelas 6 seorang perempuan memberiku hadiah cat dan juga kuas sangat lengkap dan juga mahal.


Aku tidak tahu tujuannya tapi aku sangat senang sekali saat itu.


Namanya adalah Sri Rahayu.


ia seorang yatim karena ibunya meninggal saat melahirkan diri nya jadi ia hanya tinggal bersama ayahnya saja.


Ia juga adalah teman bernyanyi ku atau teman duet, kami sering duduk bersama dan bernyanyi sebuah lagu yaitu My HEART yang di bawakan oleh Acha dan Irwansyah.


Itu lagu yang sangat populer di masa itu.


kami sering tampil dan bernyanyi duet lagu itu dan bagian paling epic dari lagu itu adalah bagian reefnya.


Bila kita mencintai yg lain


Mungkin kah hati ini akan tegar


Sebisa mungkin tak akan pernah


Sayang ku akan hilang


If you love somebody


Could we be this strong


I will fight to win


Wouldn't risk my love


Even just one night


Our love will stay in my heart


My heart


lagu yang saat ini menjadi kenangan terindah antara aku dan ayu.


Ayu juga berpesan agar aku terus menggambar hingga gambar ku di akui banyak orang.


Tapi ketika kami mulai naik ke SMP semua hal pun berubah, aku tak lagi melihat Ayu karena iya sekolah di tempat yang berbeda.


Kami pernah berpapasan namun hanya sebentar itu pun tak saling menyapa, padahal aku merindukan dirinya.


Itu juga menjadi penyesalan yang mendalam bagiku sekarang, bukan soal cinta tapi tentang kenangan yang masih terukir di hati.


Aku ingin tau kabarnya dan ingin bertanya apakah kau baik baik saja.


Oh kenapa tiba tiba aku larut dalam hal ini.


Mungkin aku harus bertanya pada Dede sekali lagi tentang Ayu, karena mereka berteman baik dan juga akrab.

__ADS_1


**


Bell sekolah pun berbunyi pertanda bahwa saatnya meninggalkan sekolah ini.


Ku buka Hpku dan memasang headset di telinga sembari mendengarkan lagu My Heart itu lagi.


Namun bukan Ayu yang terbayang melainkan Dinda, karena memang Dinda yang merajai hati ini bukan yang lain.


Meski ada kenangan kenangan tentang Ayu, Dede, Selviah bahkan Zakia namun tetap Dinda yang ada di hati.



(Boleh save tapi like komen okey)


Mungkin karena photo nya memenuhi galeri ku hingga aku tak bisa lepas darinya, atau mungkin karena parasnya yang begitu cantik atau mungkin juga karena dia memberikan perhatian yang sangat besar dan mendamaikan hati ku.


walaupun saat ini ia menghilang dari hidupku, namun bayangan nya masih saja menghantui aku.


Mungkin ini yang di sebut sebut para pujangga dengan kata kata


*PENANTIAN YANG TERTUNDA*


**


Oh ia hampir lupa, mungkin kalian ingin tau tentang kelanjutan kisah Final dan Eka, tadi pagi saat aku sampai di kelas final sudah menungguku di belang sekolah.


Iya bersujud memohon maaf di depan teman teman yang lain, dia mengakui semua kesalahannya padaku dan menjelaskan alasan ia melakukan itu.


Semua karena ia cemburu dengan Eka yang mengejar ngejar aku sedang Final menyukai Eka sejak lama.


Di tambah lagi Eka sering curhat tentangku kepada Final, bahkan sampai menangis karena itu.


Hal yang membuat Final menjadi membenciku.


Itulah mengapa ia mulai menghasut pak Ibrahim dan juga Eka.


Agar aku menjauh dari sekolah dan tak membuat Eka menangisi aku lagi.


Eka juga minta maaf padaku karena termakan omongan Final, dan juga ia mengatakan bahwa dalam lubuk hatinya ia masih sangat menyukai aku.


Namun aku dengan tegas menjelaskan bahwa aku sudah jatuh cinta pada orang lain.


Meski kecewa ia tetap berkata bahwa ia akan terus menyukai aku sampai suatu saat aku akan di miliki olehnya.


Hal itu sangat aneh, tapi kata kata itu bagaikan cermin untuk ku yang pernah mengejar Zakia dan di abaikan.


Aku pun bercerita kepada Eka dan Final tentang cinta pertama ku Zakia yang bertepuk sebelah tangan.


Aku menceritakan hal itu agar Eka mengerti dan meminta Eka melupakan aku.


Juga meminta ia kembali kepada Final, namun dengan 1 janji bahwa Final tidak akan mengulangi perbuatannya itu.


Final pun bersumpah dengan di saksikan oleh aku dan Eka.

__ADS_1


setelah itu aku meninggalkan mereka berdua di belakang sekolah.


__ADS_2