
Aku bangga dengan kehadiran Dinda di festival ini, rasanya aku menjadi pria paling keren di sini.
Dinda pun sangat mengerti dengan perasaanku dan sedikit pun tidak berpaling dari ku.
Teman teman bandku terus saja menatap kearah kami.
Mungkin lebih tepatnya melihat kearah Dinda yang memang begitu cantik.
Ia ibarat berlian yang di kelilingi emas.
"Momo aku lapar." Ucap Dinda.
"Wah kebetulan, kami juga lapar." Sahut Sandy.
"Ayuk deh kita ke kantin." sambung Kesyah.
Kami pun bergegas menuju kantin secara berpasang pasangan.
Mungkin di sana cuma Tiara yang tidak memiliki pasangan.
Ia tampak berjalan pelan merunduk menatap Hpnya seolah sibuk dengan urusan nya sendiri.
Namun aku tau ia pasti tidak senang dengan keberadaan Dinda di antara kami.
Kami pun telah sampai di kantin, banyak pasang mata yang menatap kearah kami.
Mungkin karena mereka melihat kami yang tampil di atas panggung itu.
Beberapa orang pasti jadi mengenali kami, apalagi kami satu sekolah.
Kami pun memesan misi ayam bacok yang sangat tenar pada masa itu.
Dan jus lemon tea sebagai pasangan nya.
Tiba tiba beberapa orang datang menghampiri kami dan bertanya.
"Kak, yang tampil di festival tadi ya?" tanya salah seorang dari mereka.
"Ya, kenapa ya?" jawab Sandy singkat.
"Ah itu, boleh minta photo gak sih."
"Wah boleh banget dek." Jawab Sandy semangat.
Ia pun bangkit dan berpose layaknya seorang artis terkenal.
"Anuh kak maaf, maksud kami photo sama semua personilnya kak."
Kami pun sontak tertawa geli karena Sandy yang begitu pede berpose seorang diri.
"Ah bikin malu aja, bilang dong dari tadi." Ucap Sandy.
Kami berempat pun bangkit dan berdiri di samping Sandy.
Berpose dengan gaya yang berbeda beda namun tetap dalam pose yang sopan.
Dinda pun ikut memphoto kami dan ia juga ingin berphoto bersama personil kami sebagai kenang kenangan.
**
Siang itu pun berlalu, aku dan Dinda pergi meninggalkan sekolah dan menuju kearah kuburan china di wilayah teluk dalam kecamatan air batu.
Sumpah aku tidak sekalipun pernah kesana namun karena ini permintaan Dinda aku pun langsung mengiyakan saja
Namun jalan jalan ke wilayah kuburan itu bukan kah ide yang buruk.
__ADS_1
Itu kuburan china, maksud ku itu tempat orang mati, untuk apa pergi ke sana.
"Belok kanan." Ucap Dinda menepuk bahu.
Aku pun dengan teplek langsung berbelok dan hampir saja terjatuh.
"Aduh hampir aja." Jawabku.
"Makanya jangan ngelamun, kan tadi kalau jatuh sakit rasanya." Jawab Dinda.
Aku pun menghela nafas dan langsung berhenti sejenak.
"Lain kali kalau mau belok bilang memang ya, jangan gitu sampe baru langsung suruh belok." Ucapku dengan lembut.
"Hehehe, maaf ya aku kurang fokus." jawab Dinda sambil menggaruk kepalanya.
Kami pun melanjutkan perjalanan, dan masuk ke lingkungan kuburan cina yang ternyata bentuk batu nisan dari tempat itu bagus bagus.
Aku bahkan heran dengan kuburan yang ada di sana karena lebih mirip seperti sebuah peradaban yang telah di tinggalkan.
Dan kami pun sampai di sebuah tempat dimana terdapat jurang pada sisi kirinya.
Kami pun berhenti di tempat itu dan duduk di pinggiran jurang yang ternyata memiliki pemandangan yang bagus.
"Lumayan kan." Ucap Dinda tersenyum.
"Wah ini sih lebih cocok jadi tempat wisata." balasku.
Tak berselang lama teman teman Dinda pun datang bersama kekasihnya.
Ternyata mereka semua sudah merencanakan hal ini.
bahkan Sandy dan Fauzan juga ada di sini.
Ia pun hanya tersenyum sambil menggenggam tanganku.
Rambutnya yang tertiup angin nampak berayun ayun ke kanan dan kiri.
Membuat pemandangan semakin indah.
Aku pun tersadar bahwa seindah apapun atau sejelek apapun sebuah pemandangan jika kita datang dan melihatnya bersama orang yang tepat.
Maka pemandangan itu akan terasa sangat indah dan kita merasa puas melihatnya.
Karena kita berada bersama orang yang tepat.
"Sepertinya kamu lupa sesuatu ya?" Ucap Dinda bertanya.
"Gak sih, kayaknya gak ada yang lupa." Jawabku dengan yakin.
"Kalau gitu kamu sengaja gak kasih tau aku dong!"
"Apa, kayaknya gak ada apa apa deh."
"Kamu yakin tuh."
"Ya." Jawabku sambil mengangguk.
Dinda pun bangkit dan berjalan menuju teman teman nya dan meninggalkan aku.
Aku yang heran dengan apa yang terjadi hanya terdiam menatap ia pergi.
Tak berselang lama teman teman nya dan juga beberapa teman teman ku datang beramai-ramai.
"Kenapa?" tanyaku heran.
__ADS_1
Tanpa menjawab mereka pun bertepuk tangan sambil mulai bernyanyi.
"Happy birthday to you.."
"Happy birthday to you.."
"Happy birthday.. happy birthday.."
"Happy birthday to you..."
Aku pun terkejut, apa aku ulang tahun hari ini pikirku.
Mereka pun membuka barisan dan di tengah tengah nya berdiri Dinda membawa sesuatu.
Sebuah kotak besar yang baunya harum.
Dinda pun mendekat dan membuka kotak itu.
Di dalamnya terdapat kue dengan tulisan birthday to my hubby Momo.
Senyuman ku pun melebar.
Rasanya senang sekali berada di antara mereka terlebih Dinda.
Senang sekali memiliki pacar sebaik ini seperhatian ini.
"Buatlah permintaan dan embus lilin nya."
"Kamu mau apa." Tanyaku.
Ia pun tersenyum dan berkata "Ulang tahun mu kenapa jadi aku."
"Aku belum punya permintaan Dinda, karena semua yang aku mau sudah aku dapat kan yaitu kamu." Jawabku.
Dinda pun tersipu sipu dengan di iringi suara dari teman teman yang terus saja berkata."ciee.. cieee..!"
"Baiklah, keinginan ku adalah menjadi istri yang baik untukmu di kemudian waktu." Jawabnya lalu ia mendekatkan kue dengan lilin yang menyala itu padaku.
Aku pun mengusap pipinya dan menutup mata sambil meniup lilin itu.
Dalam hati aku berguman. "Tuhan ini dia yang aku mau, boleh ya!, aku janji akan membahagiakan ia bagaimana pun caranya."
Sorakan demi sorakan yang tampak mendukung suasana gembira membuat semangat dan kebahagiaan ini meluap.
Ku nikmati usapan pipi ini dan aku pun terkejut ketika ada air yang mengalir di jemariku.
Ku buka mataku dan terlihat Dinda menangis.
"What Dinda.!"
"It's oke aku hanya terharu!" jawabnya sambil memegangi tangan ku.
Kami pun membagi kue kue itu kepada lain setelah suapan pertama ku dari Dinda.
Rasa lembut dari kue buatan Dinda pun masih melekat di ujung lidah.
Kami pun menikmati sore itu dengan bahagia sembari bernyanyi dan bercanda.
Petikan gitar yang merdu dan suara tawa dari teman teman membuat hari ini seperti tak bisa terlupakan.
Aku senang berada di antara kalian semua.
Semoga ini tak akan pernah berlalu selamanya.
*****
__ADS_1