
Pagi ini hujan lagi, cuaca yang buruk menemani para pekerja yang berangkat demi sesuap nasi.
Aku bangga pada para lelaki yang hebat karena tak kenal lelah demi keluarganya.
Meski cobaan yang di hadapi begitu besar dan rasa lelah serta nyeri di badan pun ia tahan demi untuk anak dan istrinya.
Dia tampak tersenyum namun kita tak pernah tau apa yang ia hadapi di pekerjaan nya, mungkin tekanan, hinaan dan juga cacian sering ia terima namun ia tetap berusaha tersenyum demi keluarga kecilnya.
Aku bangga pada para ayah.
Suatu saat nanti aku juga akan seperti itu, semoga aku mendapat pekerjaan yang sesuai dengan keinginan ku.
Kopi ini begitu nikmat, di tambah suara hujan yang turun menentramkan hati dan jiwa, ini adalah berkah Tuhan.
Aku sangat senang sekali saat ini, mengingat kejadian manis tadi malam ketika pujaan hatiku datang menghampiri aku.
Rasanya sangat bahagia bertemu dengannya.
Ia sampai mengunjungi ku hanya untuk membuktikan keseriusan nya dalam hubungan ini, rasanya ini di luar nalar ku.
Seolah olah ini cuma mimpi yang datang dan aku masih tertidur lelap di dalamnya.
Dia juga membawakan oleh oleh khas Medan yang begitu banyak untuk orang tuaku.
Dan yang paling penting ia pandai mengambil hati ibuku, hingga setelah Dinda pulang dari tempatku ibuku terus terusan bicara tentang Dinda.
Kopi ini semakin nikmat di seduh di pagi hari, cuacanya juga mendukung sekali.
Ayahku pernah berkata hujan adalah tempat pria mengutarakan isi hatinya, sedang kopi adalah cara menikmati hidup.
Jadi ketika keduanya di sandingkan maka perasaan mu akan selalu tenang.
Jujur aku tidak mengerti itu, mungkin butuh waktu untuk aku bisa mengerti.
"Bipp..!" Suara notifikasi muncul dan menyalakan layar Hpku.
"Selamat pagi sayang 🥰" sebuah pesan masuk dan menyapa dengan lembut, itu pesan dari Dinda.
Ia sudah memanggil aku dengan kata sayang tanpa ragu ragu.
Oh tentu saja!, kita melewatkan malam tadi di mana aku duduk berdua dengan nya di kursi lar rumah dan kami membiarkan Andi berada di dalam rumah bermain catur dengan ayahku.
Andi sangat pengertian, dia tau sekali dengan perasaan kami hingga ia tak menggangu kami di luar.
"Selamat pagi juga ayang😁😁" Jawabku, agak sedikit janggal memanggil sayang karena seumur hidup aku belum pernah memanggil siapapun dengan sebutan sayang.
"Sudah sarapan, sudah mandi."
"Ah belum keduanya." Jawabku.
"Ih males kali lah kamu ini." tulisnya lagi.
"Oke, aku sarapan dulu ya, kamu juga sarapan oke."
"Oi ke."
Aku pun pergi sarapan, menu hari ini adalah telur dadar dengan nasi goreng.
__ADS_1
Sarapan pagi yang nikmat sekali.
Aku bersyukur masih bisa menikmati makanan di pagi hari ini karena di luar sana ada banyak orang yang masih kelaparan.
Semoga di mana saja orang orang di luar sana semoga tidak kelaparan lagi.
Akhirnya setelah setengah jam hujan, matahari terbit memancarkan sinarnya yang hangat dan memberikan kedamaian.
Aku keluar menghirup udara segar sambil membawa 50 buah pancing ikan.
Aku kembali mencari ikan untuk di tukarkan menjadi uang, supaya aku tidak menyusahkan orang tuaku.
Lagi pula ini masih belum waktunya masuk sekolah.
Sambil memancing aku memikirkan Dinda terus menerus.
Tadi malam kami resmi menjadi pasangan, karena tadi malam ia mendesak aku untuk mengatakan isi hatiku dan ia menerima dengan senang hati.
Hal yang sangat menyenangkan sekali, rasanya dunia ini milik kami berdua saja.
Ia memeluk aku dengan erat sembari meminta maaf atas kepergian nya selama ini dan aku memaafkan semua itu serta meminta maaf atas sikapku yang sempat tidak percaya padanya.
Tidak ku sangka hal ini akan terjadi dalam hidupku, ini benar benar menyenangkan, hatiku terus berbunga bunga seperti di sountrack film GGS yang adegan Sisi dan Digo itu.
Terlebih lagi iya mencium pipiku sebelum ia pulang.
Dan sampai sekarang rasanya masih melekat di pipi ini.
Aku sampai tidak tidur memikirkan nya semalaman dan juga aku sengaja tidak mencuci wajahku hingga sekarang agar bekas ciumannya tidak hilang dari pipiku.
Ini hari yang paling membahagiakan dalam hidupku.
Akan terus ku kenang selamanya dan ku catat sejarah ini seperti peristiwa penting.
Setelah selesai menabur pancing aku istirahat sejenak sambil bermain Hp kembali.
Kulihat tiga pesan darinya yang sudah sekitar 43 menit yang lalu.
Isinya seperti ucapan motivasi dan juga puitis.
Jika engkau jauh
Janganlah menjauh
Terus ingat aku dan jamin rasaku..
Jika engkau dekat
Teruslah mendekat
Tetaplah di sini tepat di samping ku..
**
Tak ada sebuah malam atau masalah yang bisa mengalahkan cahaya mentari pagi dan sebuah harapan..
Begitu juga aku, tak ada yang bisa mengalahkan perasaanku padamu meskipun itu kematian.
__ADS_1
**
dan pesan terakhir adalah
I Love youuu🥰🥰🥰.
Senang sekali membaca pesan itu.
Kuharap perasaan ini tetap ada selamanya dan tak akan pernah berubah.
Beberapa menit istirahat membuatku harus kembali bangkit dan melihat semua pancing milikku.
Pasti sudah ada yang dapat ikan walaupun hanya 1 pancing.
Dan benar saja, pancing ku sudah di makan ikan dan bukan cuma 1 tapi ada sekitar 10 pancing yang di makan ikan saat itu.
Wah itu sungguh luar biasa, belum pernah ku dapat ikan setelah 15 menit menaruh pancingan.
Harus bersyukur atas berkah Tuhan, ia selalu memberikan rezeki kepada orang orang yang mau berusaha.
**
Sore pun tiba, sekitar pukul 16:21 aku keluar dari kebun sawit tempat aku memancing.
Kebetulan kebun sawit itu berada di depan rumah kami berseberangan jalan.
Banyak bekoan atau lebih dikenal orang sebagai parit yang membentang di setiap jalur pepohonan nya.
Disanalah aku menancapkan sebatang harapan agar mendapat hasil yang kuinginkan.
Ikan ikan itu kemudian aku taruh di sebuah wadah khusus yang di sebut kepis oleh para pemancing.
Kemudian aku membawanya ke agen ikan yang tak jauh dari rumah.
"Berapa kilo lek?" Tanya ku pada pembeli itu.
"Wah banyak ini 6 kilo lebih." ucapnya menunjukan hasil timbangan.
Kemudian ia langsung menghitung dan mengalikan hasil nya dan memberi aku uang sejumlah Rp217.000.
Itu hasil yang banyak.
Aku sangat senang sekali dan aku pun langsung membelikan makanan untuk di bawa pulang sebagai oleh oleh.
Dan itu membuat adik adik ku sangat senang.
Aku juga memberi uang jajan 10rb untuk perorang nya.
Dan memberikan 20rb untuk kakak ku.
Sedang ibuku tidak pernah mau jika aku beri uang hasil kerja ku.
Ia selalu marah dan menasehati aku agar aku menabung uangku untuk masa depan dari pada aku habiskan untuk jajan.
Nasihat itu sangat masuk ke dalam hatiku dan ku amalkan hingga sekarang.
*****
__ADS_1