
Bab. 7
Sampai akhirnya, Piah mengutarakan tujuannya telepon kali ini.
“Mas, sebaiknya kita akhiri saja hubungan kita ini ya…
Maaf, ade’ nggak bisa jadi pacar Mas lagi…
Kita berteman saja ya Mas…
Mungkin ini yang terbaik bagi kita mulai saat ini. Terima kasih…
”, ucap Piah dengan suara yang mulai parau itu. “Baiklah kalau itu permintaan ade’,
Mas terima… Mulai hari ini kita berteman.,
tapi perlu ade’ ketahui,
Mas akan tetap sayang pada ade’,
Mas nggak akan pernah melupakan ade’, maaf juga kalau Mas banyak salah pada ade’ ya…
”, balas Heru penuh kekecewaan.
Semenjak saat itu, keduanya tak pernah berkomunikasi.
Ujian Nasional tinggal hitungan hari, 57 hari lagi. Piah masih bermuran durja, jarang bicara, menutup diri dalam kesepiannya.
Sahabatnya tak tega melihat Piah seperti itu.
__ADS_1
Pada malam hari yang begitu sunyi, hanya rintik hujan yang terdengar di telinga.
Kali ini Piah bercerita pada sahabatnya lagi setelah lama tak pernah membuka hati.
“Ya Allah… Kenapa harus seperti itu Piah? Kenapa tak pernah kau bercerita padaku?
Kalau sudah begini, ya mau gimana lagi…
Kamu yang sabar ya…
Piah yang kukenal bukanlah Piah yang seperti ini.
Kembalilah pada hidupmu, tujuan hidupmu, lakukan target hidup yang telah kau tulis rapi itu! Kau harus semangat Sobat!
”, ucap Karti dengan penuh semangat ketika menunjuk Mading kecil di kamar mereka yang bertuliskan target hidup Piah.
Tak terhitung berapa banyaknya.
Ia pun berkata kemudian dengak terisak,
“Apakah penantianku selama ini belum cukup? Dia yang aku kira jodohku…
Apakah penantianku akan tertunda setelah ini? Tapi sampai kapan…?
” “Sudahlah… Jangan dipikirkan dulu.
Masih ada hari esok.
Insya Allah hari esok lebih baik dari hari ini.
__ADS_1
Allah pasti akan berikan jodoh terbaik buatmu
”, hibur Karti sambil mengelus-elus bahu Piah. Keduanya mengamini doa Karti.
Seketika senyum manis Piah mulai terlihat lagi. Bibir mungilnya mulai tampak, wajahnya pun terlihat bersinar. Bara semangat di matanya mulai terlukiskan lagi.
Penantian yang tertunda ini tak boleh mengakhiri perjuangan hidupnya selama ini. Dia sadar akan kebesaran-Nya.
Suatu saat ia pasti akan bertemu dengan pangeran hatinya yang mungkin saat ini masih dalam bayang hidupnya.
dan suatu hari tanpa sengaja sambil melamun dia berfikir,,
,,"" apa adakah yang mengalami seorang wanita cantik banget berparas hati yang sanggub menjalani seperti aku ini..
,,"" seberapa besar aku harus menelan pahit manisnya kehidupan nyata perjalanan cinta yang amat panjang dan melewati lika liku permasalahan yang tak pernah aku lalui selama ini!!!
'""Mungkin semua ini tak sebanding dan tak setimpal yang kau berikan padaku.
,,"" karna kuyakin ujian ini pasti akan berakhir indah pada waktunya.
"",,bulan,bintang"yang selalu menemani di stiap langkah ku.
",, dan kompas yang selalu menunjukan arah mana yang terbaik buat ku..
",, dan ku yakin kaulah sosok yang sempurna buat ku??
,,""kelak nanti aku menjadi milikmu seutuhny dan tak ada satupun yang mampu memisahkan kita karna ku yakin kaulah hidup dan matiku sampai usia kita habis dan tak pernah pudar di kala masanya mungkin tuhan ku,,
ku percaya padamu semua yang kamu beri padaku pasti baik buat ku aku sangatla yakin kepadamu tuhanku..
__ADS_1