Pengganti Sepasang Pengantin

Pengganti Sepasang Pengantin
Kepergok


__ADS_3

Di lain sisi, Yuan tengah ditemani oleh asisten rumah orang tuanya. Dengan kondisinya yang tidak stabil karena musibah yang tengah menimpa keluarganya, Yuan hanya bisa menangis terisak saat terbangun dari kesadarannya.


Sedangkan Ferdinan sendiri tengah dalam perjalanan menuju tempat yang sudah dijanjikan dengan seseorang yang menjadi kaki tangannya.


Sampainya di tempat tujuan, Ferdinan segera menghubungi Zoni untuk melakukan pertemuan. Saat ditunjukkan posisinya, Ferdinan langsung bergegas turun dari mobil, dan mencari keberadaan Zoni.


Saat berjalan dengan langkah kakinya yang gesit, Ferdinan melihat lambaian tangan Zoni yang memberi isyarat padanya dan langsung berjalan mendekatinya.


"Dimana Jenny?" tanya Ferdinan yang langsung bertanya pada pokok intinya.


"Tenang, tenang dulu, Bos. Nona Jenny belum datang, kita tunggu dulu disini, ayo kita duduk di sana." Jawab Zoni berusaha untuk menenangkan bosnya yang mulai terbawa emosinya.


"Tenang, kamu bilang? mana bisa aku tenang, Zon. Jangankan untuk tenang, sekarang juga aku ingin menghabisi laki-laki itu." Ucap Ferdinan yang sudah mulai emosi.

__ADS_1


"Tunggu, Bos Ferdi jangan gegabah. Ayo, ikut saya duduk di sebelah sana." Jawab Zoni mencoba membujuk bosnya agar tidak semakin emosi, pikirnya.


Ferdinan yang memang sudah tidak sabar untuk melihat pacarnya yang telah selingkuh, ingin secepatnya mengetahui kebenaran lewat kedua matanya sendiri.


Namun, Zoni mencegahnya, yakni untuk mencari waktu yang tepat agar bisa tertangkap basah, pikirnya. Ferdinan yang tidak punya pilihan lain, akhirnya menyetujui ajakan serta saran dari Zoni.


Sambil menunggu kekasihnya yang bernama Jenny, Ferdinan sambil menikmati minuman yang sudah di pesankan oleh Zoni.


Sedang di luar diskotik, sosok perempuan yang bernama Jenny bersama selingkuhannya baru saja turun dari mobil. Meski mobil Ferdinan terparkir dengan sangat jelas, sosok Jenny tidak begitu memperhatikannya.


"Yang dikatakan kamu memang benar, sayang. Daripada kita tidak dapat apa-apa, lebih baik kita mencari target baru untuk dimanfaatkan." Jawab Jenny dengan seringainya.


PROK! PROK! PROK!

__ADS_1


Suara tepuk tangan tengah mengagetkan Jenny dan selingkuhannya yang sedang membicarakan sosok Ferdinan.


Seketika, Jenny maupun selingkuhannya langsung melotot karena terkejut ketika melihat siapa orangnya yang tengah bertepuk tangan.


"Fer-Ferdinan!"


Keduanya pun sama-sama terkejut melihatnya.


"Ya! aku Ferdinan, kenapa, kaget? baguslah, rupanya kalian berdua hanya memanfaatkan aku saja. Tanpa aku susah payah mencari kebenarannya, kalian sudah mengakuinya. Bagus! sangat bagus." Ucap Ferdinan sambil mengitari Jenny dengan selingkuhannya.


Saat berada di depan Jenny, Ferdinan langsung menyeringai di hadapannya.


"Aku benar-benar tidak menyangka, jika kalian berdua benar-benar sangat licik. Aku berikan kamu izin liburan ke luar negri, dan biaya hidup di luar negri, rupanya telah kamu manfaatkan. Tapi sayangnya, kamu masuk dalam perangkap ku. Asal kamu tahu, bahwa yang menjadi anak angkat itu, kakakku sendiri, dan kamu sudah masuk dalam jebakan ku, paham. Namaku, Ferdinan Jayakama, pewaris tunggal keluarga Jayakama." Sambungnya dan langsung membeberkan kebenarannya.

__ADS_1


Sungguh, Jenny tidak menyangka dengan apa yang diucapkan oleh Ferdinan atas kebenarannya.


Tentu saja, menyesal tiada guna lagi baginya. Lelaki yang dianggap hanya sebagai anak pungut, justru dirinyalah pewaris tunggal yang sesungguhnya.


__ADS_2