
Setelah semua diamankan dan dilarikan ke rumah sakit, Ferdinan maupun Daniel sama paniknya dengan kondisi Yuan yang mendapat tem_bakan.
"Yuan! bertahanlah. Yuan, Yuan." Panggil Ferdinan berulang ulang sambil memangku istrinya yang tidak sadarkan diri di dalam mobil ambulan.
Daniel terus menunduk sambil menangis, lantaran dirinya tidak mampu melindungi adik iparnya. Justru si Yuan telah menyelamatkan nyawanya, Daniel merasa tiada guna menjadi seorang laki-lakinya. Lebih lagi Yuan perempuan yang pernah dicintainya, tentu saja rasa penyesalan yang tidak bisa menyelamatkan nyawa perempuan yang dicintainya dulu.
Sampainya di rumah sakit, Yuan segera dibawa ke ruang penanganan.
"Silakan tunggu diluar, biar dokter yang akan menangani pasien." Ucap seorang perawat kepada Daniel dan Ferdinan.
Kedua lelaki yang merasa tiada guna, tengah mondar-mandir memikirkan keadaannya Yuan yang sedang berjuang melawan sakitnya.
"Ferdinan! Daniel! dimana Yuan, dimana dia? bagaimana keadaannya? kamu bilang Yuan tertembak, benarkah?"
__ADS_1
Sang ibu yang khawatir dengan kondisi menantunya, tidak sabar ingin mengetahui kondisinya.
Ferdinan maupun Daniel sama-sama diam, lantaran merasa tiada guna menjadi seorang laki-laki.
"Kenapa kalian berdua diam? katakan kepada Papa, bagaimana kondisinya Yuan?"
"Masih ditangani dokter, Pa, Ma. Ini semua kesalahanku yang tidak bisa melindungi istrinya sendiri, Ferdinan bersalah besar, Pa." Jawab Ferdinan sambil menunduk penuh penyesalan saat dirinya tidak menerima panggilan dari sang istri, yang jelas-jelas membutuhkan pertolongan dirinya.
"Bukan salah Ferdinan, tetapi kesalahanku. Yuan yang sudah menyelamatkan nyawaku, dan dia sudah rela tertembak demi aku. Maafkan Daniel, Pa, maafkan Daniel, Pa. Ini kesalahan Daniel, andai Yuan tidak menghadang peluru, mungkin dia tidak akan terluka." Ucap Daniel angkat bicara, dirinya merasa bersalah besar atas keselamatan mantan kekasihnya yang kini telah menjadi adik iparnya sendiri.
"Malang sekali nasibnya Yuan, harus menderita lagi. Mungkin saja jika tidak Mama jodohkan, mungkin tidak akan seperti ini kejadiannya. Yuan pasti masih menikmati hidup kebebasannya tanpa mendapat masalah besar seperti sekarang ini." Ucap ibunya merasa bersalah atas keputusan yang pernah diambil bersama suaminya.
Ferdinan langsung bangkit dari posisi duduknya.
__ADS_1
"Mama tidak bersalah, ini semua sudah menjadi jalan hidupku dan Yuan. Karena dipertemukannya dengan Yuan, Ferdinan menemukan cinta dari perempuan seperti Yuan. Ferdinan tau, jika Yuan masa lalunya Kak Daniel, tapi takdir berkata lain, akulah suaminya. Tapi, Ferdinan menyesal karena gagal melindungi istrinya sendiri." Jawab Ferdinan di hadapan ibunya.
Daniel ikut bangkit dari posisi duduknya dan berdiri di sebelah adiknya.
"Kamu benar, takdir berkata lain, bahwa kamulah suaminya. Juga, kamu berhak memiliki cinta dari Yuan, bukan aku. Yuan memang masa laluku, tapi bukan berarti aku akan memilikinya. Kita doakan, semoga Yuan segera terlepas dari masa sulitnya, dan kembali sehat." Ucap Daniel kepada Ferdinan.
"Terima kasih banyak ya, Kak. Aku janji, aku akan lebih bertanggung jawab lagi untuknya. Juga, akan menyayanginya dengan sepenuh hatiku." Jawab Ferdinan.
Saat itu juga, seorang perawat tengah mengagetkan.
"Permisi, pasien membutuhkan donor darah A+, apakah ada diantara kalian yang golongan darahnya A+?" tanyanya.
"Saya, golongan darah saya A+." Jawab Daniel yang langsung angkat telunjuk tangannya.
__ADS_1
Ferdinan yang merasa bukan golongan darah yang disebutkan, lagi-lagi tertunduk sedih ketika dirinya kembali tidak bisa melakukan sesuatu untuk istrinya. Justru, kakaknya lah yang akhirnya mendonorkan darahnya kepada sang istri.