Pengganti Sepasang Pengantin

Pengganti Sepasang Pengantin
Kekhawatiran suami


__ADS_3

Yuan yang masih menatap Vando dengan penuh kebencian, rasa tidak sabar untuk memberi perlawanan terhadap lelaki yang pernah menjalin hubungan asmara dengannya.


"Kau sudah tuli kah? sampai kau tidak mendengar dengan apa yang diucapkan oleh Vando."


Tuan sekilas melirik ke arah Jenny dengan tatapan penuh kebencian juga.


"Siapa kau sebenarnya, ha!"


Jenny tertawa mendengarnya.


"Kau ingin tau siapa aku? Aku Jenny, pacarnya Ferdinan. Gara-gara kehadiranmu didalam hubunganku dengannya, kita harus putus begitu saja. Sama seperti Vando sepupuku, harus berpisah denganmu." Jawab Jenny sambil memegang dagunya.


Dengan reflek, Yuan langsung membuang mukanya karena dirinya tak mampu berlepas diri lantaran kedua tangannya telah terkunci oleh Vando.


"Pengawa!"


"Ya, Tuan."


"Ikat perempuan ini, dan jangan biarkan dia lolos." Perintah Vando kepada beberapa anak buahnya.


"Lepaskan! aku bilang, lepaskan aku."


"Cup cup cup! kasihan sekali nasibmu, karena Ferdinan tidak mungkin datang untuk menyelamatkan kamu. Lalu, kau mau minta tolong dengan siapa? berteriak lah sampai pita suaramu putus."

__ADS_1


Jenny kembali menakuti Yuan.


"Bede_bah! kalian berdua. Kalian boleh sombong sekarang, tapi tidak untuk setelah ini." Sahut Yuan dengan penuh kekesalan, juga penuh kebencian atas perbuatan Jenny maupun mantan kekasihnya.


Yuan yang sama sekali tidak bisa berkutik, sulit rasanya untuk melepaskan tali yang mengikat tubuhnya. Sedangkan Vando tengah duduk di kursi sambil memegangi pistol.


Seketika, terdengar suara dering dari dalam tas miliknya Yuan. Saat itu juga, Vando langsung bangkit dari posisinya untuk mengambil ponselnya Yuan.


'Itu pasti suamiku, bagaimana ini? ah ya, aku harus berteriak meminta tolong, agar suaraku dapat di dengar oleh suamiku. Semoga saja, Vando mau menerima panggilan dari suamiku.' Batin Yuan penuh dengan harap.


Vando sendiri yang tengah melihat kontak nama yang menelpon, menyeringai dan mengarahkan pandangannya ke arah Yuan.


"Suami kamu menelpon mu, kasihan sekali. Kasihan lagi kalau tidak ada jawaban untuknya." Ucap Vando yang langsung melempar ponsel miliknya Yuan.


"Kau! kenapa melempar ponselku, Vando! lepaskan! aku, kau!"


Yuan berteriak penuh amarah kebencian saat ponselnya di lempar hingga terpental jauh.


Di didalam kantor, Ferdinan tercengang saat mendengar teriakan Yuan seperti dalam bahaya.


"Yuan! Yuan dalam bahaya, Kak. Aku harus menyelamatkan Yuan." Ucap Ferdinan saat mendengar teriakan dari istrinya yang terdengar seperti dalam keadaan bahaya.


"Ayo kita cari keberadaan Yuan, tapi, Kak."

__ADS_1


"Tapi kenapa, Fer? aku sudah menghubungi polisi, juga meminta untuk melacak mobil yang sudah menjemput istrimu. Sekarang beberapa polisi sudah aku perintahkan untuk datang ke butik miliknya Yuan untuk dilakukan penyelidikan. Sekarang juga ayo kita pergi."


Ferdinan yang sudah panik dengan keselamatan istrinya, langsung pergi dari kantor dan diikuti kakaknya untuk mencari keberadaan istrinya.


Selama dalam perjalanan, Daniel lah yang menyetir mobilnya. Sedangkan Ferdinan tengah sibuk mencari keberadaan istrinya lewat nomor ponselnya, juga melalui bantuan polisi dan anak buahnya.


Vando yang menyadarinya, langsung memerintahkan kepada anak buahnya untuk membuang ponsel milik Yuan. Namun nahas, justru pihak kepolisian dapat menemukan lebih dulu sebelum ponselnya Yuan di bawa pergi oleh anak buahnya Vando.


Yuan yang sudah terikat tali oleh anak buahnya Vando, susah payah untuk melepaskan talinya.


'Ah ya, aku sampai lupa, bahwa dibalik bajuku ini ada sesuatu yang tidak diketahui oleh mereka berdua.' Batin Yuan dengan seringainya.


Vando dan Jenny yang tengah menunggu Yuan, masih mencari ide. Keduanya sama-sama penat memikirkan keputusan.


"Aku akan membunuh Ferdinan, kau harus terima." Ucap Vando kepada Jenny.


"Apa kau sudah gila, mau membunuh Ferdinan milikku. Tidak! aku tidak mau kehilangan dirinya." Jawab Jenny menolak.


"Untuk apa kamu masih berharap jika Ferdinan mau denganmu. Lebih baik dia ma_ti, dan kamu bisa mendapat imbalan yang lebih dariku, dan kamu bisa mencari laki-laki lain. Bukankan tujuan mu itu hanya ingin mengeruk hartanya? aku akan tukar Ferdinan dengan hartaku, bagaimana?"


"Sebenarnya bukan hartanya saja yang aku inginkan, tapi aku ingin membalaskan dendamku padanya karena dulu pernah menolak cintaku dan memilih Enji daripada aku. Cukup Enji yang sudah aku lenyapkan." Jawab Jenny dengan alasan tujuannya.


Siapa sangka, jika ucapan dari Jenny telah direkam oleh Vando karena untuk menjadi barang bukti jika dirinya tertangkap basah oleh polisi, pikirnya.

__ADS_1


__ADS_2