Pengganti Sepasang Pengantin

Pengganti Sepasang Pengantin
Mencekam


__ADS_3

Yuan yang tengah mencoba untuk melepaskan diri dari ikatan tali, sudah payah untuk melepaskannya.


Ferdinan dan Daniel yang khawatir dengan keselamatan Yuan, sudah tidak sabar untuk untuk menyelamatkannya.


"Berhenti, ada polisi." Ucap Ferdinan memberhentikan laju kendaraan yang di setir oleh Daniel.


Ferdinan langsung membuka jendela kaca mobilnya.


"Bagaimana, Pak? apakah mobil bisa masuk ke dalam lorong itu?" tanya Ferdinan.


"Tidak bisa, hanya ada pintu privasi untuk masuk kedalam, dan pemiliknya saja yang bisa masuk." Jawab pak polisi memberitahukannya.


"Baiklah, saya akan turun di sini saja." Ucap Ferdinan dan langsung melepaskan sabuk pengaman dan segera turun, begitu juga dengan sang kakak yang sudah tidak sabar untuk menyelamatkan Yuan, perempuan yang pernah menjalani hubungan asmara di kala masa mudanya dulu.


Sedangkan di dalam gedung, Yuan masih kesulitan untuk melepaskan diri dari ikatan tali.


Vando yang yang sudah membuat keputusan dan diterima oleh Jenny, langsung bangkit dan mendekati Yuan yang terikat tali.


'Vando Vando, kau terlalu bodoh untuk memanfaatkan aku. Maaf, jika kamu yang harus mati bersama Yuan, perempuan yang sudah membuat dirimu gila.' Batin Jenny menyeringai licik selesai menyetujui keputusan dari Vando.


BRAK!


Sekali tendangan dari Ferdinan, telah mampu mendobrak pintunya.


DOR!


"Angkat tangan!"

__ADS_1


Banyaknya anggota polisi yang tengah menyerbu markas, langsung berpencar ketika peluru di layangkan ke sebuah dinding paling tinggi.


Seketika, Vando langsung sigap dan mencengkram leher Yuan dengan sangat kuat. Cinta yang dibutakan karena sakit hati, sampai-sampai dirinya tega menyakiti perempuan yang dicintainya.


"Sekali lagi menghempaskan peluru, pelatuk ini akan aku lepaskan tepat di kepala perempuan ini." Ucap Vando memberi ancaman.


Sedangkan Jenny sudah tertangkap oleh salah satu anggota polisi, dan sekarang tengah diamankan.


Ferdinan yang sudah pernah bertemu dengan Vando d butik milik istrinya, dengan berani mencoba untuk mendekatinya.


"Jangan mendekat! atau peluru ini akan menembus kepala istrimu." Ucap Vando dengan ancaman.


"Kau salah besar jika mau menyakiti istriku. Dia tidak bersalah, akulah yang bersalah karena sudah menikahi kekasihmu." Sahut Ferdinan dengan jarak beberapa meter.


"Kau! juga harus mati, camkan itu." Ucap Vando yang sudah kehilangan akal sehatnya.


Yuan yang terus memberontak, dan terus menggerakkan tangannya, pun akhirnya berhasil melepaskan tali yang mengikat kedua tangannya hanya menggunakan alat bantu yang selalu menempel di baju miliknya yang terbungkus alat pengaman. Juga, melepaskan tali yang mengikat di bagian kedua kakinya.


Dengan otak cerdiknya, Yuan memberi kode kepada anggota polisi hanya gerakan kepalanya dan isyarat dari kedua matanya. Begitu juga dengan Daniel maupun Ferdinan yang mengetahui Yuan bisa melepaskan ikatan ditangannya, ikut melakukan aba-aba.


Saat itu juga, Yuan langsung mencari kesempatan emas untuk melakukan perlawanan kepada Vando. Dengan gerakan yang begitu kilat, Yuan langsung menyambar pistol yang ada ditangan Vando dengan memegang kuat agar pelatuk tidak terlepas dari tangannya Vando.


"DOR!"


Sebuah peluru telah melayang ke atas hingga tembus ke atap rumah. Yuan langsung menarik kuat tangan Vando dan melintir tangannya dan mengunci dengan sangat kuat, hingga tubuh Vando tak mampu untuk memberontak.


Saat itu juga, Vando baru menyadari jika Yuan mempunyai tenaga yang cukup kuat, juga pandai dalam ilmu bela diri.

__ADS_1


Beberapa orang polisi langsung menangkap Vando. Sedangkan satu polisi yang tengah menjaga Jenny mendadak mendapat tendangan kuat oleh Jenny dan terpental jauh setelah menyambar pistol di tangan salah satu anggota polisi.


Jenny sama halnya seperti Yuan yang jago bela diri. Meski kedua tangannya diborgol, Jenny mampu melawan polisi. Kini ditangannya ada pistol yang siap untuk melepaskan pelatuknya.


Ferdinan maupun Danil yang melihatnya, pun sangat terkejut melihat aksi dari Jenny.


"Tunggu!" teriak Jenny sambil menodongkan pistolnya ke arah Daniel dan Ferdinan secara bergantian, juga ke arah Yuan dan Vando.


Yuan mendadak ketakutan saat Jenny siap melayangkan sebuah peluru ke arah suaminya maupun kakak iparnya, juga tepat pada dirinya.


Tanpa pikir panjang, Jenny langsung melepaskan pelatuknya hingga peluru melayang ke arah yang ia tuju secara bergantian.


Yuan langsung menghadang Daniel yang hendak mendapat serangan peluru dari Jenny.


DOR!


DOR!


DOR!


"A!"


Jenny maupun Yuan sama-sama tertembak, juga Vando.


"Yuan!"


Ferdinan dan Daniel langsung menangkap tubuh Yuan yang terjatuh karena peluru yang menembus di bagian tubuhnya.

__ADS_1


Begitu juga dengan Vando yang mendapat sekali tem_bakan dari Jenny, juga dengan Jenny sendiri yang sama halnya mendapat tem_bakan dari Vando langsung jatuh tersungkur.


__ADS_2