
Daniel yang sudah tidak sabar untuk melihat rekaman CCTV, ingin secepatnya mengetahui.
"Mana rekaman CCTV-nya, Mbak?" tanya Daniel dengan perasaan yang sudah tidak sabar.
"Sebentar lagi, Tuan." Jawabnya sambil mengoperasikan layar CCTV.
Setelah waktu dimana bosnya hendak pergi, seorang karyawan mulai memutar rekaman CCTV-nya. Sedangkan Daniel sendiri tengah fokus memperhatikan layar yang ada di hadapannya itu.
Dengan fokus dan juga seksama ketika melin rekaman CCTV, sedikitpun tidak ada yang terlewatkan sedikitpun.
Alangkah terkejutnya ketika melihat seseorang yang tengah menjemput Yuan, yakni bukan mobil milik keluarga Jayakama. Daniel sangat hafal mobil yang milik keluarganya, dan tentu saja untuk sebuah kejutan pasti mengenakan mobil miliknya. Lebih lagi mengetahui jika Ferdinan ingin memberi kejutan kepada istrinya, tentu saja tidak perlu mengganti mobil.
Daniel yang khawatir dengan keselamatan Yuan, mengepalkan kedua tangannya dengan kuat ketika perempuan yang dicintainya dulu tengah dalam bahaya.
__ADS_1
"Brengs_ek!" umpat Daniel dibarengi memukul meja.
Saat itu juga, Daniel langsung menghubungi adiknya untuk segera menyelamatkan nyawa Yuan yang tengah dalam bahaya besar.
Sambungan telepon yang tersambung masih juga tidak mendapat tanggapan dari adiknya. Daniel semakin geram dibuatnya. Takut dengan kondisi Yuan, Daniel langsung bergegas pergi dan meminta bantuan kepada beberapa anak buahnya untuk membantunya.
Namun sebelum pergi mencari keberadaan Yuan, Daniel menjemput adiknya terlebih dahulu.
Sedangkan didalam perjalanan, akhirnya Yuan sampai juga di tempat yang dituju oleh pak supir.
Yuan yang tengah melamun, pun tersadar dari lamunannya.
"I-i-iya, Pak. Kita sudah sampai ya, Pak? ngomong ngomong ini tempat apaan ya, Pak? kelihatannya sangat sepi."
__ADS_1
Yuan yang penasaran, pun langsung bertanya karena ada rasa takut didalam benak pikirannya.
"Namanya juga kejutan, pasti di luar dugaan Nona. Percayalah dengan saya, didalam ruangannya cukup luas dan biasa digunakan untuk melakukan acara agar tidak diketahui banyak orang. Juga, suasana lebih sepi dan tenang dari keramaian." Jawab pak supir dengan penuh beralasan.
Yuan yang tidak mengerti dan malas untuk mencerna apa yang barusan diucapkan oleh pak supir, dirinya lebih memilih untuk tetap fokus dengan tujuannya yang akan bertemu dengan suaminya.
Setelah turun dari mobil, Yuan mengamati tempat di sekelilingnya. Sepi, tidak ada rumah di sekitarnya. Bahkan, tempat yang akan ia masuki seperti bangunan tua yang tidak ada penghuninya.
Pikiran takut dan juga penasaran, pun tengah menguasai otaknya. Maju mundur yang tengah dilakukan Yuan ketika hendak melangkahkan kakinya.
"Nona tidak perlu takut, Tuan Ferdinan orangnya memang misterius. Bahkan, untuk memberi kejutan saja seperti jebakan. Tapi percayalah kepada saya, Nona. Jika Tuan Ferdinan tidak akan tega melukai Nona. Lebih lagi Tuan Ferdinan sangat mencintai Nona, mana mungkin akan berbuat jahat kepada istri sendiri." Ucap pak supir mencoba untuk meyakinkan Yuan agar tidak memikirkan hal-hal aneh dalam pikirannya.
Yuan sendiri mengangguk dan terpaksa untuk tersenyum di hadapan pak supir.
__ADS_1
'Kenapa aku merasa tiba-tiba merasa aneh ya, apakah aku ini sedang dalam bahaya? jika iya, tidak tidak tidak. Aku harus berpikiran yang positif, agar tidak diluar dugaan.' Batin Yuan penuh dibayangi dengan sesuatu yang buruk dalam pikirannya.
Yuan berusaha untuk tetap tenang, juga tidak dalam keadaan panik.