Pengganti Sepasang Pengantin

Pengganti Sepasang Pengantin
Seperti mimpi terasa nyata


__ADS_3

Yuan yang sudah berada didalam kamar suaminya, ingatannya pun kembali teringat saat dirinya yang baru saja menikah dengan Ferdinan. Juga, dirinya kembali teringat jika dirinya tidak jauh dari tomi dan jerry.


Yuan senyum senyum tidak jelas ketika teringat kenangan yang belum lama ini. Aksi senyumnya pun rupanya dapat diketahui oleh Ferdinan yang tengah melepaskan jaketnya.


"Kamu kenapa senyum senyum begitu, apakah kamu sedang bahagia karena dipertemukan dengan cinta monyet mu?" tanya Ferdinan sambil meletakkan jaketnya.


"Aku sedang tidak tertarik untuk membicarakan cinta monyet, aku ingin istirahat." Jawab Yuan yang juga tengah melepaskan tas kecilnya dan meletakkannya di atas meja.


"Tidak apa-apa kalau kamu sedang berbahagia atas dipertemukannya kamu dengan Kak Daniel, cinta pertamamu." Ucap Ferdinan sambil melepaskan celana panjangnya.


Yuan langsung menoleh, dirinya sengaja untuk tersenyum, yakni untuk melihat reaksi suaminya. Kemudian, ia segera ke kamar mandi untuk melakukan ritualnya sebelum tidur.


Selesai melakukan ritualnya, Yuan segera keluar dari kamar mandi. Rupanya sang suami sudah menunggunya di depan pintu kamar mandi.

__ADS_1


"Selamat malam, aku tidur duluan. Maaf, jika aku sudah lancang untuk tidur lebih dulu." Ucap Yuan tanpa perasaan canggung sedikitpun.


"Kamu istriku, kamu berhak mau tidur kapanpun dan waktu kapan saja. Tidurlah jika kamu ingin istirahat, selamat malam." Jawab Ferdinan yang langsung masuk ke kamar mandi.


Yuan dapat menangkap ekspresi suaminya, seolah jika dirinya tengah memenangkan lotre.


Karena tidak ingin larut dalam kesedihan, Yuan berusaha untuk membuat dirinya ceria, meski sebenarnya sangat menyedihkan.


Tidak ada lagi sebuah penghalang di tengah-tengah tempat tidur, Yuan membenarkan posisinya dengan meringkuk sambil memeluk guling.


"Perempuan yang tidak aku kenal dan juga tidak pernah aku sangka menjadi istriku, rupanya mantan kekasihnya kak Daniel. Sungguh dunia ini seperti daun kelor lebarnya. Aku sendiri tidak tahu dengan perasaanku ini, antara cinta atau hanya kasihan. Entahlah, aku akan membiarkan perasaan aku ini hingga nantinya akan berterus terang dengan sendirinya." Gumamnya lirih, namun tidak dapat didengar oleh istrinya.


Ferdinan yang tidak ingin ambil pusing soal kakaknya yang ternyata pernah menjalin hubungan asmara di masa lalu, sama sekali tidak peduli dengan pilihan istrinya.

__ADS_1


Malam semakin larut, Ferdinan yang sudah merasa mengantuk, ia ikutan tidur di sebelah istrinya. Kali ini posisi Ferdinan sengaja menghadap ke istrinya, dan tidak peduli jika Yuan sudah membelakangi dirinya.


Seperti biasa, setiap istrinya tidur dengan pulas, Ferdinan selalu mencuri kesempatan emas saat istrinya tertidur.


Yuan yang sudah mengubah posisi tidurnya menjadi berbaring, dengan mudahnya untuk Ferdinan menc_ium kening istrinya.


Entah ada angin apa, tiba-tiba Ferdinan sengaja memberanikan diri untuk mendaratkan sebuah ciu_man hangat tepat dibibir milik istrinya dan menye_sapnya.


Yuan yang seperti terbawa mimpi saat mendapat ciu_man lembut dan hangat dari suaminya, sama sekali tidak membuka kedua matanya, lantaran antara berada di alam sadar atau alam mimpi.


Ferdinan yang terhanyut dengan apa yang sedang dirasakannya, semakin rakus layaknya orang kelaparan. Begitu juga dengan Yuan sendiri, dirinya saja masih memejamkan kedua matanya sambil menikmati sen_sasi ciu_man bersama suaminya.


Entah keinginannya yang juga sudah terpendam, Yuan hanya bisa menahannya. Namun, kali ini dirinya seperti mimpi indah seraya nyata.

__ADS_1


Semakin lama menikmatinya, Yuan mulai tersadar atas apa yang tengah dirasakannya. Perlahan Yuan membuka kedua matanya untuk memastikan apa yang tengah dirasakannya hanyalah mimpi semata, pikirnya.


__ADS_2