Pengganti Sepasang Pengantin

Pengganti Sepasang Pengantin
Merasa bersalah


__ADS_3

Seketika, Yuan membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna. Sungguh, benar-benar sangat terkejut saat apa yang dirasakannya memang benar nyata adanya.


Yuan langsung melepaskan ciu_man dari suaminya. Kemudian, Yuan langsung bangkit dari posisi tidurnya.


Ferdinan sendiri pun terperanjat saat istrinya tengah sadarkan diri dari tidurnya.


Yuan menelan ludahnya dengan susah payah, juga merasa sangat bersalah karena sudah mengambil ciu_man dari bibir milik istrinya.


"Maaf, aku benar-benar di luar kendaliku. Aku menyesal telah melakukannya padamu, maafkan aku yang terbawa suasana didalam kamar." Ucap Ferdinan merasa bersalah atas apa yang sudah ia lakukan.


"Kamu jahat! kenapa kamu tidak,"


Tiba-tiba ucapannya terhenti, dirinya pun teringat jika tidak ada penghalang apapun ketika suaminya menginginkannya, sekalipun itu meminta haknya.


"Tidak kenapa, Yuan?" tanya Ferdinan penasaran ketika sang istri menghentikan ucapannya.


Yuan menggelengkan kepalanya, lantaran bingung harus menjawabnya apa. Memberi peringatan, pun itu tidak mungkin, pikirnya.


Ferdinan yang merasa bersalah, dirinya meraih tangan istrinya.


"Maafkan aku, karena aku hanya tidak ingin kamu direbut oleh kak Daniel. Aku merasa tidak terima saja, jika kamu diperebutkan oleh kakakku sendiri." Ucap Ferdinan yang masih gengsi untuk mengatakannya dengan jujur.

__ADS_1


"Kenapa tidak terima, apakah tidak ada jawaban yang lainnya?" tanya Yuan yang penasaran.


"Aku hanya tidak ingin kamu balikan dengan kakakku, dan meninggalkanku, itu saja yang aku takutkan."


"Benarkah, apa alasannya?" tanya Yuan kembali untuk mendengarkannya langsung lewat ucapan suaminya.


"Alasannya yaitu, aku hanya ingin menjalani hubungan pernikahan dengan kamu yang sesungguhnya. Bukan drama ataupun status kedok di depan keluarga ataupun di depan umum. Aku tidak bisa merangkai kata seperti para pujangga, aku hanya bisa bicara pada pokok intinya." Jawab Ferdinan sambil menggenggam tangan milik istrinya.


Yuan yang mendengar pengakuan dari suaminya, pun tersenyum bahagia mendengarnya. Tidak peduli tanpa adanya kalimat romantis, Yuan cukup merasa puas dan lega ketika mendengarnya langsung lewat ucapan suaminya.


Ferdinan yang melihat istrinya tersenyum, langsung memeluknya.


"Maukah kamu menerima ajakan dariku untuk menjalani pernikahan yang sesungguhnya? aku akan sangat bahagia ketika kamu mengiyakan. Aku berjanji akan membahagiakan kamu, juga bertanggungjawab atas semua tentang dirimu." Ucap Ferdinan yang merasa begitu bahagia dengan apa yang sedang ia rasakan saat ini.


Ferdinan merenggangkan pelukannya, dan keduanya saling menatap satu sama lain sama-sama melemparkan senyumannya masing-masing.


Yuan yang merasa sangat beruntung memiliki suami yang bertanggung jawab, juga penuh perhatian, seperti hidup dalam kesempurnaan meski kehilangan anggota keluarganya secara bersamaan.


Ferdinan yang merasa lega atas apa yang sudah terpendam beberapa hari lamanya, akhirnya tidak lagi harus menyimpan perasaannya begitu lama. Ferdinan memandangi wajah ayu milik istrinya. Begitu juga dengan Yuan, yang tidak ada bosannya untuk menatap wajah suaminya hingga kembali terjadi ciu_man.


"Sudah hampir larut malam, waktunya untuk istirahat. Besok aku harus melakukan aktivitas ku di kantor. Jadi, ayo kita tidur." Ucap Ferdinan mengajak istrinya untuk bergegas istirahat, karena bagi Ferdinan bahwa kesehatan lebih utama.

__ADS_1


Yuan mengangguk dan tersenyum. Kemudian, keduanya segera tidur dengan posisi yang tidak ada lagi penghalang, yakni bebas untuk memeluknya.


Sedangkan di kamar yang satunya ada Daniel yang belum bisa untuk memejamkan kedua matanya karena masih terjaga kesadarannya.


Penyesalan yang tengah dirasakan oleh Daniel, benar-benar terasa menyakitkan ketika kenyataan yang harus diterima sangatlah pahit. Perempuan yang pernah menjalani hubungan asmara di masa sekolah, kini dipertemukan kembali dengan status yang berbeda.


"Apa yang harus aku lakukan agar aku bisa merebut kembali si Yuan. Aku tidak bisa terima jika Yuan jatuh cinta dengan Ferdinan, aku harus memisahkan mereka berdua, dan Yuan harus menjadi milikku, apapun alasannya." Ucapnya lirih didepan cermin.


Namun, tiba-tiba dirinya teringat akan sebuah pengorbanan keluarga Jayakama yang begitu tulus menerimanya sebagai anaknya. Tapi, dirinya juga merasa ingin memiliki Yuan untuk dijadikan istrinya, tetapi itu sangat sulit untuk memisahkannya, pikir Daniel yang tengah dikuasai oleh ambisinya.


Karena tidak bisa untuk memejamkan kedua matanya, Daniel akhirnya memilih untuk keluar dari kamar dan duduk santai di teras rumah tepatnya di samping rumah.


Sambil menikmati angin malam, Daniel ditemani dengan secangkir kopi pahit sebagai penghangat badannya.


"Kamu sedang ngapain malam-malam begini di teras rumah, Nak?" tanya ibunya ketika mendapati Daniel yang tengah duduk sendirian dan ditemani kopi panas.


Daniel yang dikagetkan dengan kehadiran ibunya secara tiba-tiba, tentu saja kaget. Daniel akhirnya balik bertanya kepada ibunya.


"Mama, Daniel hanya ingin mencari angin malam yang sepoi sepoi saja kok, Ma. Terus, Mama sendiri belum tidur? kenapa, Ma?"


"Mama belum ngantuk, Nak. Oh ya, kamu ada masalah apa, sampai-sampai jam segini kamu belum tidur, apa sedang memikirkan Yuan?"

__ADS_1


"Gak juga kok, Ma. Daniel hanya merasa bersalah saja, karena sudah membuat Mama dan Papa kecewa. Gara-gara ulah Daniel, Mama dan Papa menjadi kecewa. Maafkan Daniel ya, Ma. Daniel juga menyesal. Andai saja Daniel tidak kabur, mungkin tidak membuat Mama sama Papa kecewa, juga tidak menjadi masalah besar." Jawab Daniel merasa bersalah.


__ADS_2