Pengganti Sepasang Pengantin

Pengganti Sepasang Pengantin
Ada yang khawatir


__ADS_3

Yuan masih berpikir antara curiga dan percaya.


"Tunggu,"


Seketika, Yuan berucap.


"Ya, Nona."


"Bapak beneran suruhan suami saya?" tanya Yuan penasaran.


"Benar, Nona. Saya suruhan dari Tuan Ferdinan, suami Nona sendiri. Kedatangan saya ke butik Nona yang tidak lain untuk menjemput Nona." Jawabnya sedikit menunduk.


'Benarkah bapak ini orang suruhan suamiku? atau hanya jebakan saja dari seseorang yang sengaja ingin mencelakai diriku. Apa jangan-jangan Kak Daniel? atau Vando?' batin Yuan yang tengah bertanya-tanya.


"Nona, Nona, apakah sudah siap untuk berangkat?" tanya pak supir membuyarkan lamunannya.


Yuan terkesiap ketika dirinya dikagetkan oleh pak supir yang misterius itu.


"Ya, Pak. Saya mau menghubungi suami saya sebentar ya, Pak. Soalnya saya hanya ingin memastikannya dulu, takut salah." Jawab Yuan dan meminta izin.


"Tentu saja, Nona. Silakan kalau Nona ingin menghubungi Tuan Ferdinan." Ucap pak supir.

__ADS_1


Yang tidak ingin terjebak oleh orang yang tidak bertanggung jawab, dirinya memilih untuk menghubungi suaminya terlebih dahulu sebelum masuk kedalam mobil.


Yuan segera merogoh ponselnya dan menghubungi suaminya.


Panggilan telepon darinya, pun tersambung ke nomor suaminya. Namun, Yuan sama sekali tidak mendapat respon.


"Ih! kenapa juga gak diterima panggilan dariku. Sebenarnya dia itu sibuk atau sengaja mengerjai aku sih, benar-benar dia itu ya, selalu bikin aku kesel." Gerutunya berdecak kesal ketika panggilan telepon darinya tidak mendapat respon dari suaminya.


Karena benar-benar sudah tidak sabar, Yuan terus-menerus menghubungi suaminya. Nihil, dirinya sama sekali tidak mendapat jawaban dari sang suami.


Rasa ingin berteriak dan membanting ponselnya, akhirnya Yuan berpendapat jika suaminya dengan sengaja tengah mengerjai dirinya.


Tidak ada pilihan lain selain ikut pak supir yang disangka suruhan suaminya, Yuan mengiyakan dan masuk kedalam mobil dengan perasaan bercampur aduk.


"Baik, Non. Tapi maaf, saya tidak ingin terjadi sesuatu pada diri Nona, dan saya tetap menjalankan perintah dari Tuan Ferdinan agar Nona selamat sampai tempat tujuan." Jawab pak supir.


Yuan yang mendengar jawaban tersebut, pun membuang napasnya dengan kasar, lantaran sudah merasa dongkol dan juga kesal.


Sedangkan di tempat butiknya Yuan, ada sebuah mobil yang baru saja terparkir di depan butik. Setelah itu, dirinya segera turun.


"Permisi, apakah pemilik butiknya ada?" tanyanya kepada salah satu karyawan.

__ADS_1


"Maaf, anda siapa, ya?" tanyanya penasaran, takut akan ada orang jahat yang berniat untuk membuat onar di butik milik bosnya.


"Saya Daniel, kakak iparnya Yuan, yakni bos kalian." Jawabnya yang akhirnya mengakui siapa dirinya.


"Tapi, Nona Yuan sedang keluar. Katanya sih mau dapat kejutan dari suaminya, Tuan."


"Kejutan dari suaminya?"


"Benar, Tuan. Baru saja di jemput oleh mobil, belum lama kok, Tuan."


"Bukankah tadi Ferdinan bilang sendiri kalau dirinya masih sibuk dan sedang melakukan rapat penting? kok mau memberi kejutan istrinya?" gumamnya yang tengah tidak percaya, sedangkan dirinya baru saja keluar dari kantor adiknya.


"Kalau Tuan tidak percaya, saya bisa perlihatkan CCTV-nya, Tuan."


Saat itu juga, Daniel mengiyakan begitu saja karena penasaran.


"Boleh, mana? tunjukkan rekaman CCTV-nya kepada saya. Karena saya takut jika adik ipar saya dalam bahaya."


Daniel yang penasaran, pun meminta kepada karyawan adik iparnya untuk menunjukkan CCTV-nya.


"Baik, Tuan, tunggu sebentar. Mari, Tuan, ikut dengan saya." Ucapnya dan mengajak ke ruangan khusus.

__ADS_1


Sedangkan Yuan yang tengah dalam perjalanan, rasanya sudah tidak sabar untuk bertemu suaminya.


__ADS_2