Pengganti Sepasang Pengantin

Pengganti Sepasang Pengantin
Penuh penyesalan


__ADS_3

Sampainya di dalam rumah, Tuan Herdana bersama anak dan istrinya, juga Yuan yang tengah dikejutkan dengan hadirnya sosok Daniel yang sudah pulang. Kemudian, Daniel langsung bersimpuh di kaki istrinya Tuan Herdana maupun kepada Tuah Herdana sendiri.


"Ma, Pa, maafkan atas semua kesalahan Daniel yang sudah lari dari pernikahan. Daniel menyesal, Ma, Pa." Ucapnya yang tengah bersimpuh di kaki milik Tuan Herdana dan istrinya.


"Lepaskan tangan mu, Nak. Semua sudah berakhir, bangunlah." Ucap ibunya sambil berjongkok dan mengajak Daniel untuk berdiri.


"Kemana saja kamu selama ini, Nak?" tanya sang ibu menginterogasi. Sedangkan Tuan Herdana masih diam, begitu juga dengan Ferdinan sendiri.


"Daniel hanya ingin menghindari perjodohan, dan memilih kabur untuk menikah dengan kekasihnya Daniel, tapi ternyata Daniel hanya di tipu, Ma." Jawab Daniel yang akhirnya mengakui atas penyesalannya.


"Terus, maunya kamu apa sekarang, Daniel?" tanya Tuan Herdana ikut menimpali.


Bukannya menjawab, justru Daniel memandang ke arah Yuan yang tengah berdiri di di sebelah Ferdinan.


"Yu-Yuan! kamu Yuanda, 'kan?"

__ADS_1


Seketika, Yuan maupun Daniel sama-sama terkejut ketika saling menatap satu sama lain setelah saling mengingatnya.


"Kak Daniel? tidak, tidak mungkin." ucapnya lirih dengan menyebut nama Daniel.


Sedangkan Yuan yang merasa jika dirinya diperhatikan oleh Daniel, pun langsung meraih tangan suaminya seperti ketakutan.


Ferdinan segera menoleh kearah istrinya. Kemudian, melihat tangannya yang tengah digandeng oleh istrinya yang terlihat ketakutan dari raut wajahnya, Ferdinan sedikit menarik tangan istrinya agar jaraknya lebih dekat lagi.


"Kalian sudah saling mengenal?" tanya Tuan Herdana penasaran.


"Benarkah yang dikatakan Daniel, Nak Yuan?" tanya ibu mertua kepada menantunya.


Yuan yang tidak bisa berbohong, akhirnya menganggukkan kepalanya.


"Beb-benar, Ma. Tap-tapi itu dulu, dan sekarang Yuan sudah melupakannya." Jawab Yuan terbata-bata.

__ADS_1


Karena tidak ingin istrinya merasa tidak nyaman, Ferdinan langsung menarik tangan istrinya untuk mengajaknya masuk kedalam kamar.


"Sudah malam, tidak penting membahas masa lalu. Ayo, kita masuk ke kamar dan istirahat. Ma, Pa, Kak Daniel, kita masuk kamar duluan, selamat malam." Ucap Ferdinan yang langsung menarik istrinya.


Tuan Herdana maupun istrinya, pun mengangguk. Sedangkan Daniel sendiri membuang napasnya dengan kasar, lantaran tidak mempunyai kesempatan untuk mengobrol.


"Ferdinan sudah menikah, juga dia yang menggantikan posisi kamu. Jadi, kamu sudah tidak ada lagi kesempatan untuk menerima perjodohan dari Papa. Perempuan yang dijodohkan denganmu telah meninggal dunia, dan yang menjadi pengganti acara pernikahan kamu itu, Ferdinan dan adik dari perempuan yang Papa jodohkan sama kamu." Ucap Tuan Herdana kepada Daniel.


"Mama dan Papa sangat kecewa sama kamu, Daniel. Tidak seharusnya kamu menolak perjodohan dari kami, karena tujuan menikahkan kamu dengan putri dari mendiang Tuan Arvando yaitu untuk mendekatkan hubungan baik keluarga ayah kandung mu sendiri. Tapi, kenyataannya kamu menolak dan pergi." Timpal istrinya Tuan Herdana yang akhirnya membuka suara kebenaran.


Daniel yang tidak tahu harus kecewa atau sakit hati dengan kenyataan yang ia lihat dan terima, dirinya masih diam ketika melihat Yuan yang telah menjadi istrinya Ferdinan.


"Maafkan Daniel, Ma, Pa. Selamat malam." Ucap Daniel dan bergegas pergi dari hadapan kedua orang tua asuhnya.


Sungguh rasa kecewa dan penyesalan telah menguasai pikirannya. Bahkan, dirinya pun menyesal karena sudah lari dari pernikahan.

__ADS_1


"Mungkin saja kalau aku tidak lari dari pernikahan, mungkin Yuan lah yang akan menjadi istriku. Tetapi kenyataannya lain, justru Ferdinan yang dijodohkan dengan Yuan, bukan aku." Gumamnya dengan penuh penyesalan.


__ADS_2