
Pesta pernikahan sekaligus pesta pertunangan yang tidak bisa dibilang biasa saja.
Sungguh mewah dan megah.. dan wow.. tamu undangan dengan jumlah fantastis. Mungkin karena dua acara sekaligus.
Dengan balutan gaun backless perpaduan design merah marun serta warna gold brukat sepanjang menggantung di atas tumitnya dengan sedikit belahan di sisi kirinya Anin begitu tampak mempesona. Tak kalah dari mempelai wanita.
Ditambah dengan sedikit sentuhan makeup stylist serta tatanan rambutnya yang hitam tebal panjang dibuat cepol modern dengan tambahan sedikit aksesoris di sela-selanya. -pengantinnya mah nggak ada apa apanya- kecantikan Anin sebelas dua belas dengan Artis-artis korea.
Dan leher jenjangnya. Oh My God!
Dengan rasa malu, Ani terpaksa meminta kepada makeup stylist-nya agar bagian bernoda merah itu disamarkan kalau perlu pertebal supaya disamarkan dengan warna kulitnya.
Dan bukan hanya permintaan Anin yang diterima oleh laki-laki yang sedikit kemayu itu, tapi ucapan-ucapan usil, iseng, nakal serta candaan menggoda juga harus diterima Ani sepanjang dia di pegang oleh laki-laki yang dipanggil bang Berto itu.
Tak ayal candaan yang dilontarkan bang Berto itu membuat Anin blushing berkali-kali.
"Eikee Jadi senapsaran, se-hot apa suamimu kalau di ranjang. Sampai-sampai istrinya penuh noda cinta. Uuhh, eyke jadi dag dig syuur deehh cyiinn ngebayanginnya." ucap bang Berto ketika sedang memoles leher Anin dengan salah satu krim foundation.
Anin membalas dengan rona di pipinya lalu tersenyum simpul. Dan ketika Bima datang menjemputnya tak henti-henti nya bang Berto berkata 'wow, wow, wow' hingga berulang-ulang sampai-sampai Bima kikuk dibuatnya.
Entah kikuk kepada sikap ganjen bang Berto atau kikuk melihat istrinya sendiri. Yang menurut Bima begitu mempesona.
Bima melingkarkan tangannya pada punggung istrinya protektif.
Bukan tidak sadar istrinya sedang jadi incaran mata laki-laki yang berlalu lalang. Bukan karena tidak ada wanita cantik diantara semua para tamu undangan. Tapi memang Anin lah yang saat ini menjadi perhatian sebagian tamu dari yang punya hajat.
Karena yang menikah adalah mantan kekasih Anin. Dan bukan rahasia lagi kalau yang bertunangan adalah laki-laki yang tergila-gila dengan dokter Anindira dengan wanita yang adalah adik dari ex-pasiennya dulu yang juga menaruh hati padanya. Dan belum lagi calon ibu mertua Firman begitu menyayangi Anin ketika dirinya menjadi pasien di rumah sakit itu.
Sampai-sampai Bima cemburu atas semua perlakuan terhadap istrinya.
__ADS_1
Istrinya begitu famous. Dan dia... dia merasa masuk ke dunia yang begitu asing. Tak dikenalnya. Hanya beberapa yang mengenalinya.
Barangkali Bima tidak menyadari, saking sibuknya dirinya menjaga istrinya bahwa dirinya juga tak luput dari mata para gadis, wanita, tante-tante yang hadir disana. Yang sebagian besar adalah orang-orang dari rumah sakit yang menyangka suami dokter Anin adalah laki-laki tua yang hampir bau tanah. Dan kenyataannya...suaminya jauh lebih tampan dari mantan kekasih dan penggemarnya.
Namun Anin menyadarinya. Suaminya sedang menjadi bahan perbincangan dan dirinya sedang dijaga ketat oleh suaminya.
Sampai ketika ada seorang laki-laki kenalan Bima dan mengajaknya berbincang. Saat itulah Bima melepaskan tangannya dari pinggang istrinya.
Dan Anin menggunakan kesempatan itu untuk pamit mengambil minuman. Haus!!
Belum lagi sampai ke stand minuman, Anin merasakan tangannya tertarik.
"Hei..hei.!! Anda mungkin salah orang." Teriak Anin. Dan kemana Bima? Anin mencari-cari keberadaan suaminya.
"Tuan-- aah, pak, mas..., mungkin anda salah orang." Cerocos Anin, Namun langkahnya tetap mengikuti arah tarikan itu.
"A--paa maksudmu.." tiba-tiba bergemuruh Dada Anin. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya ketika dia sadar siapa pria yang sedang berdiri di depannya.
Pria itu menyudutkan Anin hingga ke dinding. Lalu mengecup Pipi itu.
Anin mengayunkan tangannya ke udara hendak menampar ketika pria itu lebih cepat bergerak membaca gerakan itu. "Jangan kurang ajar. Apa kamu tidak sadar juga..." teriak Anin sengit.
"Justru kali ini, karena saya sangat sadar dan saya tidak perlu meminta izin untuk yang satu ini..." lalu pria itu mengecup singkat bibir merah yang tersaji di hadapannya itu.
Demi tuhan Anin!! Teriaklah...kemana perginya suaramu. Kenapa diam saja. Bodoh!!!
Pria itu menatap Anin lembut dan begitu menuntut, Namun masih sanggup untuk menunggu reaksi wanita yang berdiri di hadapannya yang sepertinya sedang mengalami perang batin.
Satu detik....
__ADS_1
Lima detik....
Sepuluh detik....
Tidak ada penolakan tidak ada perlawanan...
Pria itu lalu kembali menempelkan bibirnya dan kali ini sedikit lebih lama dan berusaha menerobos pertahanan Anin.
Anin merasakan gejolak batin yang begitu hebat antara nalarnya dengan perasaannya.
Bagaimana ini??
Lalu justru Anin menutup matanya rapat-rapat.
Yang diartikan oleh pria itu adalah ucapan selamat datang. Baiklah! aku tidak akan menahannya!!
Dan kemudian, ciumannya berubah menjadi lebih bergairah.
Ini salah!!! Ini salah Anin!!! Please sadar.
Dan menit berikutnya,
Dengan sekuat tenaga, mengumpulkan segenap kesadarannya serta tenaganya Anin berhasil mendorong jauh pria itu. Yang sedikit terkejut sekaligus senang atas perlakuan Anin padanya.
Tanpa menoleh lagi, Anin melangkah cepat-cepat diatas tumitnya. Meninggalkan pria gila itu.
Senyum mengembang pada wajah tampannya.
*****
__ADS_1