
Syarat macam apa ini? Apa yang sedang di rencanakan oleh wanita ini? Aku tidak mungkin berhasrat padanya. Karena aku tidak tau ada rupa apa di balik keindahannya yang saat ini nampak di mataku. Ini bukan dunia manusia. Mereka entah makhluk apa. Tapi, tak ada pilihan lain selain mengikuti cara yang ditawarkan kepadaku. Sania ... Ibu, ku harap kalian sabar menungguku.
Xilondra tak dapat menempuh jalan lain selain mengikuti peraturan serta syarat yang ditawarkan oleh La Roisa.
Hingga malam pun tiba dan Xilondra di jemput beberapa dayang dari wanita yang dianggap sebagai kepala suku, atau besar kemungkinan dia adalah Dewi di tempat ini. Karena, La Roisa memiliki kemampuan serta kekuatan yang tidak dimiliki oleh penduduk yang lain. Bahkan, wanita ini dapat mengerti serta menggunakan bahasa yang sama dengan Xilondra.
Malam ini, pakaian Xi di ganti. Lebih bagus dari pakaian yang ia kenakan sebelumnya. Karena, pakaiannya saat ini menggunakan bahan yang lebih halus dan terlihat mewah. La Roisa pun nampak seperti memakai riasan.
kenapa aku berpikir jika malam ini seperti malam pernikahan? Apa yang sudah La Roisa katakan pada penduduk yang lain? Kenapa mereka nampak sangat bergembira dan juga seakan menyembahku. Dewi ini tidak sedang menipuku kan?
Seketika, Xilondra merasa risau dan khawatir. Jika malam ini adalah sebuah perayaan seperti yang ia pikirkan. Maka La Roisa, benar-benar telah menjebaknya. Padahal wanita itu hanya memberi syarat jika dirinya mampu menahan hasrat satu malam ini hingga pagi maka ia akan dipulangkan. Bukan melaksanakan sebuah pernikahan dengan makhluk yang jelas-jelas berbeda.
__ADS_1
ini tidak boleh dibiarkan terjadi begitu saja. Jika Aku terikat perjanjian dengan penghuni dimensi ini maka sejatinya aku tidak akan pernah bisa kembali ke duniaku. Wanita yang sudah dianggap Dewi oleh penduduk ini sepertinya sedang mencoba menipuku.
Saat itu juga, dengan kedua rahang yang mengeras. Xilondra segera melepaskan pakaian kebesarannya itu dan melemparnya ke atas tanah. Seketika semua penduduk yang bersorak menggunakan bahasa yang tidak dimengerti kaget dan terdiam. Begitu juga hal yang terjadi pada La Roisa. Wanita cantik dengan kulit pucat ini terkejut.
"Apa yang kau lakukan? Kenakan lagi jubah suci itu!" titah La Roisa dengan sepasang matanya yang menyorot tajam pada Xilondra.
"Kau telah menipuku wanita jahat!"
Malam ini jujur merupakan malam pengantin bagi pasangan yang baru saja menikah tadi pagi.
Sania masih mengenakan gaun pengantinnya. Karena baru saja keduanya mengadakan resepsi di pinggir danau. Trevino mengadakan dua pesta. Yaitu, pesta kebun di siang hari tadi dan juga pesta danau bintang malam tadi. Itu juga karena dirinya yang mengeluh lelah berdiri sehingga Trevino mengizinkannya untuk masuk ke dalam kamar terlebih dahulu.
__ADS_1
Sania ingin sekali melepaskan pakaian alias gaun pengantin yang berat ini. Meskipun tak dipungkiri jika gaun yang membalut tubuhnya ini, begitu cantik dan sangat pas dengan warna kulitnya yang putih.
Jika tidak menikah dan di rias. Aku tidak akan menyadari sampai kapanpun, jika ternyata diriku secantik ini. Rasanya tidak ingin melepas dan menghapus riasan di wajahku ini. Akan tetapi aku sangat gerah dan tubuh ini terasa lengket. Lagipula, malam ini aku harus--
Seketika lamunan Sania dihempaskan oleh suara pintu yang dibuka dengan kasar. Sosok gagah itu masuk dengan menampilkan seringai di wajahnya. Tatapannya menyerap pada punggung Sania yang terbuka. Perlahan suara sepatunya menimbulkan suara ketukan ketika bertemu dengan lantai. Sebab langkah pria ini semakin mendekati Sania.
Deg deg deg.
Mungkin inilah bunyi debaran yang pada saat ini berdentum tak karuan di dalam dada Sania. Bukan karena iya jatuh cinta kepada pria yang tumbuh tegak tingginya masih terbalut oleh jas berwarna silver. Akan tetapi karena saatnya tahu niat dari pria tersebut. Kenapa Trevino begitu bersikeras ingin menikahi. Pria ini tak lain pasti hanya mengincar tubuhnya.
"Kau sudah menjadi milikku sekarang. Gadis sombong!" Trevino kembali memasang seringai yang membuat siapapun bergidik melihatnya.
__ADS_1
...Bersambung ...