
Mereka semua kini sudah berada di sebuah taman. Karena, Franklin mengadakan acara makan keluarga di hari ulang tahun putrinya yang ke delapan ini. Akan tetapi ia merahasiakan, tentang kejutan yang akan membuat putrinya itu sangat bahagia.
Brandy dan Mega nampak di sudut sana. Hingga, bukan hanya Alessia yang berteriak kegirangan akan tetapi, Vynnitta juga. Mega berlari menyambut kedatangan dua orang yang ia rindukan itu.
"Aunty Mega, kau membuatku terkejut!" pekik Alessia yang tak mau melepas rangkulannya pada pinggang ramping Mega. Bahkan Vynnitta telah berkali-kali memukul gemas lengannya.
"Nanti akan ada kejutan yang sesungguhnya untuk Nona kecil yang cantik," ucap Mega membuat Alessia berpikir keras. Mencoba menembus tabir kejadian selanjutnya. Ah, tapi gadis itu hanya dapat melihat bayangan yang m muat Sania menangis.
Apa ini? Kejutan untukku apakah berhubungan dengan takdir Aunty Sania yang selama ini Ale jaga?
"Aunty pandai membuat orang penasaran." Ale mencoba menutupi keingintahuannya. Ia tak ingin orang lain menyadari kelebihannya ini.
"Mau juga kamu si ajak dokter gila itu. Kayaknya, bakal ada yang sebar undangan deh sebentar lagi," ledek Vynnitta yang sudah mengetahui hubungan Brandy dengan Mega.
Bukan hanya Alessia dah juga Vynnitta yang terkejut tapi juga Sania. Ia tak menyangka jika akan bertemu Mega di sini. Ia harap kawannya itu bisa membungkam mulutnya.
Ternyata, bukan hanya Sania yang kaget tapi Mega juga. "Sania! Bagaimana bisa kau ada disini!" seru Mega terkejut. Tak lama sudut bibirnya tertarik hingga mencipta lengkungan sabit yang indah.
__ADS_1
"Ah, hari ini akan ada kejadian langka. Dimana sang pembuat kejutan akan lebih terkejut dari apapun juga. Ah, aku sangat tidak sabar menunggu saat itu tiba!" pekik Mega seraya menepuk pipi dengan kedua tangannya kanan-kiri.
"Kau kenapa? Apa maksudmu kejutan yang terkejut itu?" Kulik Sania.
Sementara, itu. Di bagian belakang. Franklin telah memerintahkan para anak buahnya untuk membawa sebuah kotak besar. Benda tersebut bagaikan kotak hadiah raksasa yang ditujukan kepada putri kecilnya yang pada saat ini berulang tahun.
Mereka mendorong kotak hadiah itu perlahan hingga sampai di depan Nona kecil.
"Wah, Dad! Ini apa?" seru Alessia terheran-heran. Karena, sang Daddy belum pernah memberikan hadiah padanya yang akan di bungkus sebesar ini.
Dengan rasa tak sabaran. Maka Alessia pun menarik pita besar yang mengitari kotak tersebut. Setelah pita di tarik, maka penutup pada kotak hadiah tersebut terbuka dengan cepat.
"Aakh!" Bukan hanya Alessia yang berteriak. Akan tetapi Vynnitta dan juga siapa wanita yang lainnya.
Setelah kotak tersebut terbuka sepenuhnya, maka keluarlah sosok bertubuh tinggi tegap dengan pakaian yang sangat keren. Pria itu mengenakan pakaian seperti pengusaha. Yaitu kemeja dengan dasi yang keren.
Melihat raut wajah yang semringah itu, dimana Alessia sangat mengenalinya. Tentu saja gadis kecil itu bersorak kegirangan. Alessia bahkan berlari mengitari kotak hadiah tersebut. Hingga, tatapan Xilondra mengarah pada sosok wanita yang selama ini dia cari-cari keberadaannya.
__ADS_1
Tak kalah kaget. Sania bahkan seperti mau copot jantungnya dari rongga dada. Ia bahkan mencegahnya dengan cara memegangnya kuat. Menahan debaran hebat yang membuat irama jantungnya seperti bedug yang bertalu-talu. Benar kata Mega tadi. Bahwa akan ada banyak yang terkejut dengan kejutan yang akan datang. Ya, orang itu termasuk dirinya sendiri.
"Xi." Sania memanggil dengan suara lirih yang hampir tak terdengar. Berbarengan pula dengan teguran dari Vynnitta.
"Keluarlah. Mau sampai kapan kau berada dalam kotak? Kau ini mau saja di kerjain Brandy. Dia memang pria gila," geram Vynnitta. Karena ia kasian juga ketika memikirkan keadaan Xilondra yang mungkin cukup lama kepanasan di dalam kotak tersebut.
Xilondra keluar. Namun, fokusnya sama saya tidak beralih dari sosok Sania. Isi kepalanya mulai dipenuhi dengan berbagai pertanyaan. Akan tetapi dirinya tak tahu harus mulai bertanya dari mana. Semua pertanyaan itu seakan ingin keluar bersamaan dari mulutnya.
Sania dan Xilondra hanya bisa saling pandang saat ini. Bibir keduanya terkunci rapat dengan keadaan debaran di jantung yang luar biasa hebat. Bahkan, untuk segera menggerakkan kaki pun Sania merasa tak mampu lagi melakukannya. Tubuhnya seakan dipaku di atas tanah yang ia pijak. Tak bergeming sama sekali.
Kejadian tersebut tak luput dari pandangan Mega dan juga Vynnitta. Sementara para pria hanya bisa tersenyum simpul melihat bagaimana raut wajah dari, Xilondra. Franklin telah mengetahui sebelumnya. Jika wanita Xilondra ternyata bekerja dengan istrinya.
Semua setelah Mega menunjukkan foto dari Sania melalui ponsel.
"Apa kalian pernah saling kenal sebelumnya?" tanya Vynnitta yang heran.
...Bersambung...
__ADS_1