Perjaka Mengejar Cinta Janda

Perjaka Mengejar Cinta Janda
Bab. 36. Saling Terpaku.


__ADS_3

Xilondra maupun Sania hanya terpaku satu sama lain. Mencoba menahan debaran yang hadir dalam dada masing-masing. Bahkan, satupun dari mereka tidak mampu menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Vynnitta.


Tentu saja, sikap keduanya sudah merupakan satu jawaban bagi Vynnitta. Tak di ragukan lagi jika kedua orang ini bukan hanya saling mengenal akan tetapi memiliki sebuah hubungan yang spesial. Vynnitta, bagaimanapun sangat mengenal sosok serta Bagaimana sifat dari pria kekar yang pernah sangat baik padanya. Pria yang sangat menyayangi putrinya. Bahkan, Xilondra adalah seorang kepala desa yang melindunginya ketika ia terdampar di desa Cenderawasih kala itu.


Pria yang begitu mencintainya dulu. Tapi sayang, Vynnitta tak mampu membalas segala rasa yang diberikan oleh, Xilondra. Karena di hatinya hanya ada Franklin. Bahkan, Vynnitta sangat bersyukur ketika ia mengetahui bahwa pria tersebut sudah mulai move on darinya. Dan, kini dirinya tahu siapa wanita itu.


"Kalian berdua ... Mau sampai kapan hanya padangan seperti itu!" celetuknya.


"Jadi, Uncle tampan yang selama ini menjadi malaikat pemilik hati dari Aunty Sania!" Seru Alessia girang. Pada akhirnya gadis kecil itu menemukan jawaban apa yang ada di dalam pikirannya selama ini. Dimana ia merasa harus melindungi Sania, dan menjaganya untuk seseorang yang ia kenal serta berarti di dalam hatinya. Karena banyak bekerja di mansion maupun kolega kerja sang daddy. Dimana mereka secara terang-terangan mengatakan telah menaruh hati pada Sania yang cantik dan anggun.

__ADS_1


Namun, Alessia adalah orang pertama yang memukul mundur mereka semua. Tentu saja hal itu sempat membuat Sania bahkan yang lainnya heran. Akan tetapi mereka berpikir bahwa apa yang Alessia lakukan hanyalah, sikap manja dari anak kecil saja. Mereka tidak tahu jika Alessia memiliki kemampuan spesial.


Serentak mereka semua yang ada di lokasi tersebut, terkejut dengan ucapan yang dilontarkan oleh gadis kecil yang cantik jelita tersebut. Alessia bahkan memakai gaun yang membuatnya bagaikan seorang peri kecil.


Franklin dan Brandy bahkan saling pandang. Kenapa Alessia bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu. Tak mungkin gadis kecil itu tau. Pikir keduanya.


Begitu juga dengan Sania dan Xilondra. Mereka berdua pun terkesiap sebab apa yang dikatakan oleh Alessia. Xilondra yang sudah keluar dari dalam kotak perlahan menghampiri gadis kecil yang sangat ia rindukan itu. Di sudut sana, seorang wanita paruh baya, hanya memperhatikan kejadian di hadapannya sambil berlinang air mata.


Prita menahan rasa itu. Ia ingin agar urusan, Xilondra dengan Sania selesai lebih dulu. Ia tak mau membuat suasana menjadi semakin canggung dengan kehadirannya di sana. Ia berharap, sang putra masih memiliki jodohnya dengan Sania. Prita, juga sudah terlanjur sayang dengan wanita itu. Harapannya juga besar kepada mereka berdua. Berharap, Sonia menjadi pelabuhan terakhir dari putranya.

__ADS_1


Sebagai seorang ibu tentu saja dirinya ingin melihat anak lelaki satu-satunya itu hidup bahagia dan berumah tangga dengan wanita yang baik-baik. Tentu juga karena dirinya ingin segera menimbang cucu. Akan tetapi, sebagai seorang ibu yang bijaksana kita tidak mau menekan sang putra dengan segala keinginannya.


"Ale, maksudmu apa?" tanya Vynnitta. Ia telah berada di sisi putrinya itu. Akan tetapi Alessia justru berlari mendekat untuk menghampiri Uncle tangannya, Xilondra.


"Terimakasih sudah datang. Uncle adalah kejutan yang indah untuk Ale," ucap gadis kecil itu ditelinga Xilondra, ketika ia telah berlutut untuk menerima pelukan dari gadis kecilnya itu.


"Tapi, bukan hanya kau yang terkejut dengan kedatanganku. Tapi, Uncle yang lebih terkejut dengan kehadiran wanita cantik itu. Apa kau mengenalnya, cantikku?" tanya Xilondra yang langsung mendapat anggukan cepat dari Alessia.


"Ternyata, selama ini aku telah menjaga Aunty untukmu. Uncle harus berterimakasih," bisik Alessia.

__ADS_1


"Baiklah. Putri kecil yang cantik. Tapi, dari siapa?"


...Bersambung ...


__ADS_2