Perjaka Mengejar Cinta Janda

Perjaka Mengejar Cinta Janda
Bab. 31. Tebakan Brandy.


__ADS_3

Xilondra mengajak Prita ke kota tanpa memberitahukan Vynnitta. Mereka berdua tinggal, di salah satu apartemen milik Franklin. Lalu ketiga pria ini mengadakan pertemuan. Mereka akan membicarakan bagaimana pesta kejutan untuk menyambut hari ulang tahun Alessia. Tak lupa, Brandy Mega turut serta. Karena, ia juga memiliki rencana untuk melamar gadisnya itu.


Mega, telah menunjuk beberapa orang yang dipercaya untuk mengurus klinik Nona Saga sementara. Selama beberapa pekan ia telah melatih orang-orang kepercayaannya. Mempersiapkan beberapa obat herbal, meraciknya menjadi obat yang disimpan di sebuah tempat khusus.


Mereka berempat merencanakan kegiatan itu di sebuah lokasi yang merupakan taman bermain anak-anak. Pada saatnya nanti Franklin berniat untuk juga mengundang anak-anak panti yang didirikan oleh putri kecilnya itu. Karena beberapa tahun lalu Alessia sempat mengumpulkan anak-anak jalanan.


Mega, yang ikut serta merawat serta membesarkan Alessia, nyatanya terlihat begitu antusias mendengar beberapa rencana yang mencuat dari bibir pria-pria tampan di sekelilingnya ini.


Franklin dengan sengaja, tidak memberitahu, Vynnitta. Karena, istrinya itu tidak pandai menyimpan rahasia. Lagipula, Vynnitta telah di sibukkan dengan kegiatannya sebagai ibu dari bayi yang sangat aktif. Baby Jo sangat senang merangkak, kemudian bayi itu akan berdiri sambil berpegangan dengan apapun yang ia temukan.

__ADS_1


Xilondra bahkan kaget ketika mendengar bahwa, putranya itu telah lahir dan kini sudah tumbuh besar.


"Ternyata kepergianku cukup lama, enggak Aku tidak tahu apa saja yang terjadi di sekelilingku. Semua terlihat berantakan setelah aku kembali. Ku pikir, semua akan baik-baik saja dan masih baik-baik saja. Tetapi, waktu yang berada begitu cepat mampu merubah semuanya termasuk hati dan juga perasaan. Bahkan, janji yang telah diikrarkan dan terucap disaksikan oleh senja. Sejatinya tetap saja mampu terhapus awan yang kelabu." Xilondra tanpa sadar mencurahkan isi hatinya di hadapan kedua pria, dengan kepribadian yang sangat bertolak belakang.


"Hey, memangnya Apa yang terjadi padamu? Kenapa terlihat sangat serius dan mencekam sekali?" cecar Franklin ya memang sama sekali tidak tahu terhadap kejadian aneh yang dialami oleh, Xilondra.


"Aku setuju dengan pertanyaan dari Franklin. Sebenarnya ada apa? Ceritakanlah pada kami. Setidaknya itu bisa sedikit mengurangi beban hatimu sedikit demi sedikit. Jika, kami mampu maka dengan senang hati akan membantumu," tawar, Brandy. Memperhatikan wajah pria ini yang sangat sengsara. Brandy yakin bahwa kali ini kasus percintaannya lebih berat dari yang sebelumnya.


Xilondra nampak tersedak karena pria itu sepertinya keceplosan berbicara. Jadi, mau tidak mau ia harus segera meredakan rasa keingintahuan dari dua pria hebat di hadapan ini. Xilondra, sama sekali tidak menyimpan dendam terhadap Franklin. Ia telah move on dari perasaanya terhadap Vynnitta.

__ADS_1


Dengan segenap kebesaran hatinya, maka Xilondra mampu menerima keputusan dari Vynnitta. Ia bahkan terus berbahagia ketika menghadiri pesta pernikahan keduanya. Alessia semakin bangga karena telah menyayangi pria yang dianggap paman tampan dan berani.


"Apa yang terjadi, padanya?" Franklin menatap ke arah dokter Brandy, pria yang memiliki rambut putih panjang sepunggung itu dengan tatapan serius.


"Ku dengar, kabarnya dia sempat hilang ketika ditugaskan ke sebuah desa yang sangat terpencil. Bahkan, desa itu memiliki mitos yang masih di percaya oleh warga sekitarnya. Benarkan, Bapak kepala desa?" selidik Brandy yang nyatanya juga penasaran terhadap cerita dari menghilangnya kepala desa Cendrawasih ini kurang lebih selama satu tahun.


"Akan sangat memakan waktu yang lama jika aku menceritakannya. Akan tetapi, semua itu menyangkut sebuah rahasia setiap kehormatan dan rasa bangga dari sebuah desa yang menjunjung tinggi nilai leluhurnya. Hingga, mereka tidak akan menerima tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, terutama dari kalangan yang berada di luar Desa mereka. Mereka tidak akan segan-segan menerapkan sebuah hukuman. Ya, menurutku itu hukuman yang layak diterima oleh para manusia yang tidak memiliki etika dan tata krama. Satu pelajaran yang ku ambil dari kejadian itu adalah. Desa yang terpencil, terkucilkan serta terbelakang bukan berarti mereka bisa ditindas atau diinjak seenaknya. Terkadang yang kita lihat lemah dari luar akan tetapi tidak seperti itu kenyataannya." Xilondra mengungkap sedikit pelajaran yang ia ambil dari kejadian beberapa saat yang lalu menimpanya. Tanpa mengatakan bahwa dirinya juga sedang patah hati, lantaran ditinggal menikah oleh sang kekasih dan kini Wanita itu pergi entah ke mana rimbanya.


"Aku paham. Lalu, bagaimana kau menjelaskan tentang raut wajahmu yang selama ini menampakkan sisi dari galaunya seorang, Xilondra?"

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2