Perjaka Mengejar Cinta Janda

Perjaka Mengejar Cinta Janda
Bab. 34. Pesta Ulang Tahun Alessia.


__ADS_3

"Ale Sayang ...! Apa kau sudah siap, Nak?" panggil Vynnitta ketika ia memasuki kamar putrinya yang sangat dominan dengan warna peach itu.


Ale tidak menyahut. Akan tetapi gadis itu hanya memunculkan kepalanya dari walk on closet. Hal itu, membuat Vynnitta gemas dengan putri kecilnya yang tumbuh semakin besar.


"Hey! Kau tak siap lagi? Sudah jam berapa ini? Daddy gantengmu itu sudah sangat cerewet di bawah sana," tegur Vynnitta yang kali ini tidak membawa serta bayi kanggurunya itu. Baby Jo kini sedang bermain dengan Sania.


Alessia hanya tersenyum lucu. Ia senang, karena sang Mommy datang di saat dirinya di Landa kebingungan dalam memilih gaun yang cocok dengan bandana yang baru ia beli di olshop Jazada.


"Apa?" Vynnitta mencubit gemas dagu Alessia yang bulat, meskipun bentuk wajah Putri kecilnya itu agak tirus. Itu membuat contour wajah Alessia nampak menggemaskan.


"Sini ... Mommy bantu buat Ale semakin cantik membahana," ajak Vynnitta seraya menuntun putrinya yang masih memakai singlet itu kedepan lemari pakaiannya yang sangat besar dan panjang.


Sementara itu, di kamar Baby Jo. Sania nampak sangat menikmati, pada saat ia mengajak bayi tersebut bermain. Ia bahkan membiarkan baby Jo menaiki tubuhnya. Bayi itu melakukan apapun padanya. Dari mulai menggigit gemas, menduduki wajahnya kemudian menjilati telinganya hingga Sania terguling kegelian. .

__ADS_1


"Jo, hentikan. Kau ini membuat Aunty keram perut karena tertawa." Sania mengangkat tubuh gembul baby Jo ke atas. Bukannya takut, tapi bayi itu malah berteriak girang.


Sania justru mengajak bayi itu berputar di udara. Hingga, keduanya menjatuhkan diri dikasur karena sedikit pusing. Baby Jo kembali terkekeh girang.


"Kepala Aunty pusing. Kamu mah ketawa aja." Sania pun menciumi baby Jo hingga tergelak. Kemudian, ia memandangi bayi itu dengan tatapan yang sulit diartikan.


Aku pasti bahagia sekali jika memiliki bayi selucu kamu, Jo. Tapi, entahlah. Apakah impianku yang ingin memiliki keluarga bahagia dengan anak-anak yang lucu dan manis masih bisa terwujud. Sementara, pria yang aku ingin mewujudkan mimpi itu bersamanya. Telah kecewa dan sakit hati padaku . Sebuah angan dan rencana yang hanya bisa ku sesali.


Bahkan, ajudan Mark belum lama ini berani mendekatinya. Juga beberapa pekerja yang lain. Seperti penjaga dan tukang kebun. Sekalipun begitu Alessia sangat melarang keras para pekerja di mansion keluarga Bou itu untuk mendekatinya.


"Kakakmu. Adalah gadis yang baik. Dia selalu menjaga Aunty dari para lelaki yang ingin mendekat dan menggoda. Kenapa ya, Jo. Apa kau tau?" Sania terkekeh sendiri ketika ia sadar jika sedang bertanya dengan seorang bayi yang bahkan belum mampu berbicara.


Hingga tak lama pintu kamar baby Jo di ketuk. Sania bangun dan menghampiri pintu sambil menggendong baby Jo di depannya.

__ADS_1


"Jadi kalian belum siap juga!" pekik Vynnitta kala melihat pakaian Sania dan juga Jo yang masih berantakan.


"Maaf, Jo sangat aktif. Aku akan menggantikannya," jelas Sania seraya membawa baby Jo ke depan lemari pakaian bayi itu.


"Sania, biar aku saja. Kau juga bersiaplah. Tapi cepat!" titah Vynnitta.


Kemudian, Sania menyerahkan baby Jo kepada Vynnitta. Hingga sang Mommy menurunkan beberapa Tuxedo kecil yang ia beli beberapa bulan lalu.


Sania yang telah berada di dalam kamarnya segara sebaik mungkin.


Sementara itu, Franklin dan Brandy nampak tertawa geli melihat sosok gagah di hadapannya begitu totalitas, ketika hendak memberi kejutan pada putri kesayangannya. Tapi, keduanya Ternyata jika menyiapkan kejutan untuk Xilondra.


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2