Perjaka Mengejar Cinta Janda

Perjaka Mengejar Cinta Janda
Bab. 29. Pacaran


__ADS_3

Sania akhirnya menemui Franklin dan Vynnitta ketika waktu makan malam. Menceritakan bagaimana dirinya bisa terlambat datang. Namun, Alessia ikut menambahkan cerita Dengan mengatakan bahwa keadaan dari ajudan Pooh membaik berkat pertolongan Sania.


Pada saat itulah Vynnitta dan juga Franklin saling bertukar pandang. Alhasil Nyonya Bou yang tak lain adalah Vynnitta menanyakan dimana tepatnya letak distrik Sania.


Franklin dan dirinya langsung kaget ketika desa tempat tinggal Sania adalah tempat dimana ia mereka bertemu kembali. Bahkan, Vynnitta meninggalkan jejak sebuah klinik. Kini, giliran Sania yang membekap mulut dengan kedua tangannya.


Bahkan ia langsung berdiri dan membungkukkan tubuhnya. Tidak menyangka bahwa pada akhirnya ia akan bertemu dengan sang Nona Saga. Pendiri dari Klinik Saga, yang sudah membantu sekian banyak warga desa selama beberapa tahun terakhir.


Sania pun bercerita bahwa kemampuannya dalam meracik obat-obatan herbal ia dapatkan dari Mega Mustika. Bahkan ia sempat mendapat julukan Nona Semanggi dari kepala desa.


Franklin sempat berdehem untuk menghentikan obrolan di saat keduanya jadi membahas pemimpin desa Cendrawasih tersebut. Franklin masih ingat bagaimana ia bersaing dengan pemimpin desa yang memiliki paras rupawan tersebut. Hingga, akhirnya keadaan Alessia lah yang menyatukan keduanya.


Franklin berpikir jika pada saat itu keadaan Alessia tidak kritis, kemungkinan besar dirinya dan Vynnitta tidak akan pernah bersatu selamanya. Karena itulah Franklin teramat sayang dengan Putri kecilnya itu.

__ADS_1


Kehadiran Alessia sungguh benar-benar bagaikan seorang peri kecil untuknya. Gadis cantiknya itu seakan memberi nyawa baru bagi Franklin. Dengan memberikan sebuah harapan yang sangat indah. Sayangnya ... Oma Elli, tidak sempat melihat resepsi pernikahannya dengan Vynnitta.


Wanita tua kesayangan keduanya itu, pergi untuk selama-lamanya. Meninggalkan kesedihan yang teramat dalam bagi Franklin juga Vynnitta. Hingga, istrinya itu sempat di larikan kerumah sakit saling sedihnya. Vynnitta tidak mau makan selama beberapa hari hingga ia kekurangan cairan tubuh.


Kesedihan semuanya seakan terobati. Kala Alessia menunjukkan lukisan pertamanya yang sebesar meja makan. Dimana terdapat gambar oma Elli serta mereka bertiga di sana. Bahkan, lukisan itulah yang terpampang di ruang utama.


Franklin pun menawarkan pekerjaan di kantornya akan tetapi Vynnitta melarang. Ia tak mau gadis secantik Sania akan bekerja satu atap dengan suaminya itu. Semenjak, melahirkan baby Jo ... Vynnitta menjadi semakin pencemburu.


Dan pada akhirnya ia pun memutuskan untuk menjadikan, Sania sebagai pengasuh Alessia saja. Apalagi ketika Vynnitta melihat bagaimana interaksi antara keduanya. Setidaknya ia bisa mengawasi. Dan ia akan memindahkan tempat tinggal Sania di paviliun belakang mansion saja.


Sania tidak pernah tersinggung sedikit pun akan keputusan yang diberikan oleh majikannya itu. Apa yang ia dapatkan di tempat ini cukup membuatku merasa lega dan bebas dari beban yang seakan membelenggunya selama ini. Sania yakin, perlahan dirinya akan mampu melupakan segala kebaikan dan sikap manis yang pernah diberikan oleh Xilondra. Meksipun hal itu pasti akan memakan waktu yang sangat lama sekali.


Sania bertugas untuk mengantar menunggu hingga Alessia pulang dari sekolahnya. Karena itulah, Sania memiliki waktu bersamaan lebih banyak dengan ajudan Pooh, atau Mark.

__ADS_1


"Em, ajudan--,"


"Panggil saja aku, Mark," potong ajudan Pooh. Ketika ia melihat Sania agak kebingungan ketika memanggil namanya.


"Pooh, hanya panggilan khusus bagi nona kecilku yang manis," terang Mark. Pria berambut cepak dengan tubuh tinggi ini tersenyum tipis.


"Ternyata kau bisa senyum juga," celetuk Sania.


Uhuk uhuk!


Mark seketika terkena sengatan mendadak.


"Jadi kalian berdua pacaran di sini ya!"

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2