Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka

Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka
Saka dan Cassandra


__ADS_3

"Jangan suka marah-marah nanti cepat tua dan mengenai kenapa aku tersenyum, apakah ada larangan untuk tersenyum?" Tanya Cassandra balik.


"Tapi senyumanmu sangat jelek jadi lebih baik tidak usah tersenyum." Jawab Saka yang berlawanan dengan kata hatinya.


"Biarin, dari pada orang yang suka marah-marah nanti cepat tua dan semua gadis takut sama Kak Saka karena Kak Saka galak." Ucap Cassandra tidak mau kalah dan tidak ada rasa takut sama sekali.


'Baru kali ini aku merasakan nyaman dekat dengan seorang gadis. Tapi tidak .... Tidak ... Dia orang yang dijodohkan oleh orang tuaku untuk Kak Seka, masa aku merebutnya.' Ucap Saka dalam hati.


"Kok diam?" Tanya Cassandra.


"Lagi malas bicara." Jawab Saka cuek.


Cassandra hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan hingga tidak berapa pintu ruang UGD terbuka membuat Cassandra dan Saka berjalan ke arah dokter tersebut.


"Bagaimana keadaan Kak Seka Dok?" Tanya Saka dan Cassandra bersamaan.


"Baik-baik saja, pelurunya sudah berhasil di ambil dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan." Jawab dokter tersebut.


"Terima kasih banyak Dok." Ucap Cassandra.


"Sama-sama Nona." Jawab dokter tersebut.

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi dulu, mau mengecek pasien lainnya." Sambung dokter tersebut.


"Ok." Jawab Cassandra.


Dokter itupun pergi meninggalkan mereka berdua bersamaan kedatangan ke dua orang tua mereka."


"Seka bagaimana? Apakah sudah ada kabar?" Tanya Mommy Karen.


"Sudah Mom / Tante, sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan." Jawab Cassandra dan Saka bersamaan.


Cassandra dan Saka langsung saling menatap kemudian Cassandra tersenyum sedangkan ke dua orang tuanya hanya tersenyum tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


Kini mereka sudah sampai di ruang perawatan hingga berapa lama perlahan dokter Seka membuka matanya.


"Apakah ada yang sakit?" Tanya Mommy Cantika.


"Tidak ada Mom, hanya Seka merasa haus." Jawab dokter Seka.


Cassandra yang mendengarnya langsung mengambil gelas yang berisi air mineral kemudian memberikan ke dokter Seka. Dokter Seka langsung meminum dengan menggunakan sedotan sedangkan Saka yang melihatnya entah kenapa hatinya terasa sakit dan ingin melarangnya tapi tidak mungkin dirinya melakukan hal itu.


"Maaf, Saka mau keluar dulu ingin menghubungi seseorang." Ucap Saka yang tidak ingin melihat keromantisan Kakak kembarnya dengan Cassandra.

__ADS_1


"Ok." Jawab mereka bersamaan.


Saka keluar dari ruang perawatan menuju ke taman bunga yang ada di rumah sakit untuk menenangkan pikirannya.


'Kenapa aku marah? Kenapa aku cemburu? Saka sadarlah Cassandra bukan milikmu karena dia menyukai kakakmu terlebih mereka sudah dijodohkan.' Ucap Saka dalam hati sambil duduk di bangku taman.


Saka menghembuskan nafasnya dengan perlahan hingga beberapa saat datang seorang gadis cantik berjalan ke arah Saka sambil tersenyum manis.


"Boleh aku duduk di sini?" Tanya gadis cantik tersebut sambil duduk di samping Saka.


Grep


Plak


Tanpa menjawab Saka langsung berdiri namun tangan kanannya di tahan oleh gadis tersebut membuat Saka menepis tangan gadis tersebut.


"Kenapa langsung pergi? Aku ingin mengobrol dengan Kakak." Ucap gadis cantik tersebut sambil mengusap tangannya yang terasa perih karena di tepis oleh Saka.


"Tidak ada waktu." Jawab Saka dengan nada dingin sambil berjalan meninggalkan gadis cantik tersebut seorang diri.


"Si*l baru kali ini aku dicuekin, lihat saja nanti akan aku buat kamu bertekuk lutut dan mengemis cinta karena tidak ada yang bisa menolak pesonaku." Ucap gadis cantik tersebut dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


__ADS_2