Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka

Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka
Kemarahan Raka


__ADS_3

Saka berjalan mencari keberadaan istrinya hingga tiba-tiba datang seorang pria yang merupakan rekan bisnisnya menghampiri dirinya.


"Terima kasih atas kedatangan Tuan di acara reuni putri kami bersama teman-teman putri kami. Sungguh merupakan kehormatan besar bagi kami sebagai orang tuanya atas kedatangan Tuan Saka." Ucap pria paruh baya tersebut sambil memberikan kartu hitam VVIP.


"Kami tahu Tuan tidak menyukai pesta karena itu kami menyediakan tempat istirahat sekaligus hadiah yang kami persiapkan sejak tadi dan semoga Tuan suka dengan hadiah dari kami." Ucap pria paruh baya tersebut sambil memberikan kartu hitam VVIP tersebut ke Raka.


Tanpa menjawab Raka menerima kartu tersebut kemudian menganggukkan kepalanya lalu pergi untuk mencari istrinya.


'Lebih baik aku kirim pesan saja kalau aku menginap di hotel ini sekalian memintanya untuk datang ke kamar.' Ucap Saka dalam hati.


Saka mengirim pesan ke istrinya setelah selesai Saka menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya kemudian berjalan ke arah lift.


'Cassandra bilang akan memberikan harta berharganya setelah selesai acara reuni jadi malam ini di kamar hotel aku akan menagihnya.' Ucap Saka dalam hati sambil tersenyum bahagia membayangkan malam pertama bersama istrinya.


Ting


Pintu lift terbuka kemudian Saka bersiap melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut dengan diikuti oleh gadis cantik dan seksi sambil membawa anggur.


"Tuan tunggu." Ucap gadis cantik dan seksi tersebut.


Saka menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya dan menatap kesal ke arah gadis yang tadi menawarkan diri untuk tidur bersamanya.


Saka membalikkan badannya dan bersiap melangkahkan kakinya ke dalam kotak persegi empat tersebut.


"Tuan, aku datang untuk meminta maaf karena bicara yang tidak sopan. Sebagai permohonan maaf aku ingin Tuan meminum anggur 🍷 ini sebagai permohonan maafku yang sangat tulus." Ucap gadis cantik dan seksi tersebut sambil berjalan masuk ke dalam lift untuk memberikan gelas yang berisi anggur.


Tanpa curiga Saka menerima gelas tersebut kemudian meminumnya hingga habis tanpa sisa membuat gadis cantik dan seksi tersebut tersenyum devil.


"Sudah habis dan sekarang pergilah!" Usir Saka sambil menekan tombol lift agar tetap terbuka.


"Kebetulan aku juga mau naik lift karena aku menginap di hotel ini." Ucap gadis cantik tersebut berbohong.


'Sebenarnya aku menunggu obat perang sang yang aku campur di minumanku bekerja. Setelah bekerja aku dan Kak Saka akan melakukan hubungan suami istri lalu aku akan memintanya untuk menikah denganku.' Sambung gadis cantik tersebut dalam hati.


Saka menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menekan tombol lift agar tertutup dengan rapat. Saka menekan tombol lift nomer tiga puluh lima sedangkan gadis cantik tersebut menatap ke arah wajah tampan Saka tanpa berkedip.


Saka membalikkan badannya membelakangi gadis cantik tersebut karena dirinya tidak suka diperhatikan.


"Tuan, kenalkan namaku Dewi." Ucap Dewi memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya memegang gelas yang tadi berisi anggur dan di minum oleh Saka.


Saka hanya terdiam tanpa menjawab ucapan Dewi membuat Dewi menurunkan tangan kanannya sambil menahan amarahnya.


'Si*l, kenapa tubuhku mulai terasa panas?' Tanya Saka dalam hati sambil menarik dasinya yang terasa tercekik.


'Aku rasa obatnya sudah mulai bekerja dan aku sangat yakin dengan sentuhan ku bisa dipastikan Tuan akan mengajak ku ke kamar untuk melakukan hubungan suami istri.' Ucap Dewi dalam hati dengan penuh percaya diri.


Grep


Bruk


Prang


"Akhhhhhhhh..." Teriak Dewi.


Tiba-tiba Dewi nekat memeluk Saka membuat Saka sangat terkejut dan langsung melepaskan pelukan Dewi kemudian mendorongnya hingga terjatuh membuat Dewi berteriak kesakitan karena gelas yang dipegangnya pecah berhamburan dan mengenai tubuhnya di tambah bokongnya yang terasa sakit.


Ting

__ADS_1


Bersamaan pintu lift terbuka Saka langsung keluar tanpa memperdulikan Dewi yang duduk di lantai dan berusaha untuk bangun. Saka berjalan ke arah kamar delapan ratus delapan.


Tit


Saka mengambil kartu hitam VVIP yang di simpan di saku jasnya kemudian ditempelkan di depan pintu hingga berbunyi barulah Saka mendorong pintu tersebut.


"Hadiah apa yang diberikan pria itu?" Tanya Saka sambil masuk ke dalam kamar tersebut.


Matanya membulat sempurna melihat seorang gadis membelakangi dirinya terlebih gaun putih yang digunakan oleh gadis tersebut sama seperti gaun milik istrinya.


"Sayang." Panggil Saka sambil berjalan ke arah ranjang.


"Panas ... Aku sangat tidak nyaman ... Tolong aku." Ucap gadis tersebut sambil berusaha bangun tanpa menjawab panggilan Saka.


Grep


"Sayang, kamu kemana saja dari tadi aku mencari mu? Apa yang membuatmu tidak nyaman?" Tanya Saka sambil menyentuh punggung gadis tersebut.


Grep


"Tolong aku." Mohon gadis tersebut sambil menahan tangan Saka tanpa menjawab pertanyaan Saka.


Gadis tersebut membalikkan tubuhnya dan melihat Saka dengan wajah sayu serta memerah seperti menahan sesuatu.


Grep


"Lihat aku suamimu, ada apa sebenarnya?" Tanya Saka sambil memegang ke dua bahu istrinya sambil menahan amarahnya.


Saka tidak marah terhadap istrinya tapi marah terhadap pria yang memberikan istrinya untuk dirinya. Saka berusaha menahan ha x srat x nya ketika menyentuh tubuh istrinya karena dirinya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Kak Saka?" Tanya gadis tersebut yang tidak lain adalah Cassandra.


Grep


"Hiks ... Hiks ... Hiks ... Tadi pas ketemu temanku kami bertiga meminum anggur setelah itu kami mengobrol bersama hingga aku merasakan tubuhku panas." Jawab Cassandra.


"Lalu apa yang terjadi?" Tanya Saka.


"Aku berpamitan untuk pergi ke toilet dan sampai toilet aku membasuh wajahku agar menghilangkan rasa panas pada tubuhku tapi tidak juga hilang." Jawab Cassandra.


"Kenapa kamu tidak menghubungi Kakak?" Tanya Saka.


"Aku ingin menghubungi Kak Saka tapi ketika aku mengeluarkan ponselku dari dalam tas tiba-tiba ada orang yang memukulku dari arah belakang setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi. Aku hanya ingat aku berada di kamar ini, Kak Saka aku sangat tersiksa tolong aku." Mohon Cassandra sambil menarik tubuh Saka.


Bruk


Saka yang belum ada persiapan langsung kehilangan keseimbangan dan terjatuh menimpa tubuh Cassandra.


Cup


Untuk pertama kalinya Cassandra berinisiatif mencium bibir suaminya membuat Saka tersenyum bahagia. Mereka saling berciuman sambil tangannya melepaskan satu persatu pakaian milik pasangan masing-masing.


Entah bagaimana kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun. Saka memberikan pemanasan hingga lima menit kemudian berlanjut ke permainan inti yaitu menyatukan tubuh mereka berdua.


Di hentakkan pertama Saka tidak berhasil hingga dihentakan yang kelima dirinya berhasil hanya saja kepala wortel import nya yang masuk bersamaan jeritan kesakitan Cassandra.


"Mau berhenti?" Tanya Saka sambil menahan kepala wortel import nya berada di dalam dan bersiap di cabut jika Cassandra memintanya.

__ADS_1


"Tidak, teruskan." Ucap Cassandra yang sudah terpengaruh dengan obat perang sang dosis tinggi.


"Sayangku yakin?" Tanya Saka.


"Sangat yakin tapi pelan-pelan ya." Pinta Cassandra sambil mengalungkan ke dua tangannya ke arah leher suaminya.


Saka hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju kemudian kembali memberikan pemanasan kembali hingga beberapa saat Saka mendorong wortel import nya untuk masuk ke dalam goa yang lebih dalam hingga Saka merasakan ada penghalang yang sobek akibat wortel import nya. Bersamaan jerit kesakitan dari mulut Cassandra membuat Saka mendiamkan kembali wortel import nya.


"Diteruskan atau dilanjutkan lagi?" Tanya Saka.


Saka tidak tega melihat Cassandra meringis dan mengeluarkan air matanya walau sebenarnya Saka sangat menginginkannya.


"Lanjutkan lagi." Jawab Cassandra sambil menggigit bibirnya menahan rasa perih pada bagian privasinya.


"Kamu yakin?" Tanya Saka.


"Sangat yakin, aku akan menahannya." Jawab Cassandra.


"Baik, akan Kakak lanjutkan tapi setelah ini jangan meminta Kakak untuk berhenti." Ucap Saka.


Cassandra hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju kemudian Saka mulai menggoyangkan pinggulnya secara perlahan dengan berulang kali membuat Saka merasakan wortel import nya dipijat-pijat dari dalam.


Saka merasakan enak luar biasa sedangkan Cassandra mencengkram erat sprei untuk mengurangi rasa sakit dan perih pada bagian privasinya. Hingga beberapa saat Cassandra mulai menikmati hubungan suami istri hingga keluar suara merdunya membuat Saka semakin semangat.


Saka menggerakkan pinggulnya secara cepat hingga beberapa saat tubuh Saka mengejang tanda dirinya mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya.


"Ahhhhhhhh..."


Saka dan Casandra sama-sama mengeluarkan suara merdunya hingga beberapa saat Saka menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping.


Saka memeluk tubuh polos istrinya kemudian menyelimuti tubuh polosnya dan juga tubuh polos istrinya sambil tersenyum bahagia karena Saka sudah bisa merasakan apa itu hubungan suami istri.


Cup


"Tidurlah." Ucap Saka kemudian mengecup kening istrinya.


Cassandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya sambil memeluk pinggang suaminya. Tidak membutuhkan waktu lama Cassandra tidur dengan pulasnya.


'Aku akan mengirim pesan ke Mommy untuk meretas cctv dan menceritakan apa yang terjadi.' Ucap Saka dalam hati sambil mengambil ponselnya yang diletakkan di atas meja dekat ranjang.


"**Mommy, tolong retas cctv di Hotel Akhirnya Aku Mendapatkannya karena Cassandra di jebak dengan diberikan obat perang sang."


"Apa? Bagaimana keadaan Cassandra?"


"Cassandra baik-baik saja karena Cassandra dijadikan hadiah untukku oleh rekan bisnisku.''


"Apa? Kurang aj*r, baik Mommy akan retas cctv."


"Baik Mom, Saka tunggu."


"Ok**."


Saka menyimpan kembali ponselnya ke atas meja karena dirinya sudah mulai mengantuk dan ingin istirahat. Tidak membutuhkan waktu lama Saka tidur dengan pulas menyusul mimpi istrinya.


Di tempat yang berbeda Mommy Karen yang awalnya tadi tidur bersama suaminya sambil berpelukan karena habis melakukan hubungan suami tiba-tiba ponselnya berdering sekali.


Hal itu membuat Mommy Karen memaksakan membuka matanya kemudian melepaskan pelukannya. Mommy Karen mengambil ponselnya untuk mengetahui siapa yang mengirim pesan padanya.

__ADS_1


"Siapa yang kirim pesan Mom?" Tanya Daddy Sebastian yang merasa terganggu mendengar suara bunyi pesan dari ponsel milik Mommy Karen terlebih istrinya tiba-tiba melepaskan pelukannya.


"Tidak tahu Dad, sebentar aku lihat." Jawab dokter Karen.


__ADS_2