Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka

Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka
Perbedaan


__ADS_3

Cassandra yang mendengar suara pria seorang pria sangat terkejut hingga nyaris terjungkal ke arah belakang jika saja tangan kekar pria tampan tersebut tidak menahan kursi yang diduduki oleh Cassandra.


"Astoge, Kak Seka bikin kaget aku saja." Ucap Cassandra sambil berdiri kemudian mengusap dadanya berulang kali.


Pria tampan tersebut sebenarnya adalah Saka yang menyamar menjadi dokter Seka sedangkan Saka hanya tersenyum kemudian melepaskan tangannya yang tadi menahan kursi agar tidak terjatuh.


"Maaf kalau membuatmu kaget, lagi menatap apa?" Tanya Saka penasaran.


Grep


"Kak Seka, lihat di sebrang itu." Ucap Cassandra sambil menarik tangan Saka agar berdiri di sampingnya kemudian menunjuk ke arah sebrang dari balik kaca.


Saka langsung menatap ke arah sebrang cafe dan melihat banyak pria berseragam hitam-hitam berdiri di sebrang dan ada seorang yang memegang ponselnya sepertinya akan menghubungi seseorang.


"Siapa mereka?" Tanya Saka.


"Aku tidak tahu Kak, sejak tadi menatap ke kafe ini." Ucap Cassandra.


Cassandra tanpa sengaja mencium parfum milik Saka membuat Cassandra memalingkan wajahnya ke arah Saka kemudian menatapnya tanpa berkedip.

__ADS_1


"Jangan dipandangi terus nanti jatuh cinta dan aku tahu kalau aku sangat tampan." Ucap Saka narsis.


"Aish ... Kak Saka." Panggil Cassandra memastikan.


"Ya." Jawab Saka tanpa sadar.


"Ops ..." Ucap Saka sambil menutup mulutnya.


"Jangan pura-pura aku tahu kalau kamu adalah Kak Saka bukan kak Seka." Ucap Cassandra.


"Tahu darimana?" Tanya Saka penasaran.


"Bedanya di mana? Dari segi wajah, suara dan tinggi kami sama, jadi mana mungkin kamu bisa tahu?" Tanya Saka dengan wajah sangat terkejut karena tidak semua orang bisa tahu terlebih keluarga besarnya terkadang salah memanggil dirinya sedangkan Cassandra baru kenal sudah tahu perbedaannya.


"Rahasia tapi yang pasti dari parfum aku sudah tahu perbedaannya." Jawab Cassandra.


"Kalau parfum kami tukar, apakah kamu masih tahu?" Tanya Saka penasaran.


"Tahu dong karena ada perbedaan lagi tapi rahasia." Jawab Cassandra sambil menatap ke arah kaca untuk melihat apa yang dilakukan oleh para penjahat.

__ADS_1


"Aku minta jangan katakan pada orang tua kita karena Kakak tidak tega jika kakak kembarku kena semprot oleh orang tuaku." Pinta Saka.


"Tenang saja, aku bukan gadis yang suka mengadu." Jawab Cassandra.


"Syukurlah." Jawab Saka sambil ikut memandangi para penjahat dari balik kaca jendela.


"Aku sudah meminta bantuan Daddy untuk berjaga-jaga jika ternyata mereka musuh." Ucap Cassandra.


"Aku akan menghubungi anak buahku untuk bersiap - siap jika ternyata mereka musuh kita." Ucap Saka sambil mengeluarkan ponselnya.


"Kak Saka mereka menuju ke arah sini, aku membawa dua pistol." Ucap Cassandra sambil membuka tasnya untuk mengambil pistolnya.


"Kakak sudah ada pistol dan lebih baik kita berpisah agar perhatian mereka terbagi dua." Ucap Saka sambil mengeluarkan pistolnya dari saku jasnya.


"Ok." Jawab Cassandra singkat.


Saka dan Cassandra memisahkan diri sambil masing - masing memegang pistol. Hingga tidak berapa lama terdengar suara tembakan dan suara kematian dari para musuh saling bersahutan.


Hingga peluru milik Cassandra dan Saka habis tanpa sisa membuat nyawa mereka diujung tanduk mengingat dua belas pria berseragam hitam-hitam berjalan ke arah Cassandra dan Saka.

__ADS_1


'Aku tidak ingin Cassandra terluka, lebih baik aku melawan mereka dan meminta Cassandra kabur. Biarlah aku kehilangan nyawaku asalkan orang yang aku cintai tidak terluka.' Ucap Saka dalam hati sambil bersiap-siap menyerang para musuh.


__ADS_2