
Hening
Hening
Grep
"Catherine." Panggil ulang dokter Seka sambil memegang ke dua bahu Catherine.
"Ya .. a .. ada apa?" Tanya Catherine gugup.
"Kamu kenapa melamun?" Tanya dokter Seka.
"Tidak ada apa-apa, jas pengantin Kak Seka pas di badan Kak Seka." Ucap Catherine mengalihkan pembicaraan.
"Tentu saja, apakah aku bertambah tampan?" Tanya dokter Seka.
"Tentu saja, pasti banyak gadis yang tergila-gila dengan Kak Seka." Ucap Catherine.
"Aku tahu tapi hanya satu yang Kak Seka suka dan tidak ada yang bisa menggantikannya." Jawab dokter Seka dengan tegas.
"Siapa?" Tanya Catherine penasaran dengan nada cemburu sambil melepaskan ke dua tangan dokter Seka yang memegangi ke dua bahunya.
'Rahasia.' Bisik dokter Seka.
"Aku juga ada pria yang aku sukai." Ucap Catherine tidak mau kalah.
__ADS_1
"Siapa?" Tanya dokter Seka penasaran sekaligus cemburu namun berusaha disembunyikan.
"Rahasia." Jawab Catherine sambil tersenyum manis.
"Senyum mu jelek." Ucap dokter Seka dengan nada kesal.
"Betulkah? Kata orang senyumku manis mengalahkan manisnya gula." ucap Catherine sambil masih tersenyum manis.
Dokter Seka melirik sinis ke arah Catherine kemudian membalikkan badannya untuk mengganti satu stell jas pengantin.
'Sangat menggemaskan kalau lagi marah.' Ucap Catherine dalam hati sambil masih tersenyum dan menatap punggung dokter Seka yang berjalan ke arah ruang ganti.
'Apakah gadis itu kekasihnya? Kalau benar kenapa Kak Seka tidak menolak perjodohan kami?' Tanya Catherine dengan wajah sendu.
'Lihat saja kalau Kak Seka sampai berani selingkuh aku benar-benar akan meninggalkan Kak Seka untuk selama-lamanya. Aku Catherine bukan gadis bod*h yang hanya menangisi atau mengemis cinta dari seorang pria yang menyakiti perasaanku ataupun selingkuh dariku.' Ucap Catherine dalam hati sambil kembali duduk.
"Catherine, hari ini kamu sibuk tidak?" Tanya dokter Seka sambil menyimpan kembali ponselnya di saku kemejanya.
"Tidak, memang kenapa?" Tanya Catherine dengan tatapan bingung.
"Barusan pihak rumah sakit telepon hari ini banyak orang mengalami kecelakaan jadi semua dokter yang libur di suruh masuk, kamu mau kan ikut Kakak ke rumah sakit?" Tanya dokter Seka penuh harap yang tidak mungkin meninggalkan Catherine sendirian.
"Tentu saja mau." Jawab Catherine semangat sambil berdiri.
"Ok, kalau begitu kita berangkat sekarang." ajak dokter Seka.
__ADS_1
Catherine hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka pun pergi meninggalkan butik tersebut menuju ke arah parkiran mobil.
"Maaf seharusnya hari ini kita makan siang bersama tapi para pasien membutuhkan pertolongan." Ucap dokter Seka tidak enak hati sambil membuka pintu mobil untuk Catherine.
"Tidak apa-apa santai saja." Jawab Catherine sambil masuk ke dalam mobil.
Dokter Seka hanya tersenyum kemudian menutup pintu mobil dengan rapat. Dokter Seka memutari mobilnya kemudian membuka pintu mobil lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi.
"Dua pria itu kemana?" Tanya Catherine yang tidak melihat dua bodyguard suruhan Daddy Sebastian.
"Paling sudah pulang." Jawab dokter Seka asal sambil memasang seat belt begitu pula dengan Catherine.
Catherine hanya menganggukkan kepalanya sedangkan dokter Seka mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit.
'Catherine, kamu harus kuat mental jika Kak Seka di dekati banyak gadis cantik baik para dokter maupun para perawat.' Ucap Catherine dalam hati.
Dua puluh dua menit kemudian mobil mereka sudah sampai di rumah sakit, dokter Seka dan Catherine keluar dari mobil. Mereka berjalan ke arah lobby dan tanpa di duga dokter Seka memeluk pinggang Catherine membuat Catherine terkejut.
'Aku tidak rela jika calon istriku diperhatikan oleh banyak pria. Dengan cara seperti ini orang akan tahu kalau Catherine adalah milikku.' ucap dokter Seka dalam hati.
'Aku sangat senang Kak Seka memperlakukan aku seperti ini karena dengan begini semua orang tahu kalau aku adalah calon istrinya.' Ucap Catherine dalam hati.
"Siang dokter Seka." Sapa para dokter dan para perawat bersamaan ketika melihat dokter Seka berjalan ke arah ruangannya.
"Siang." Jawab dokter Seka singkat.
__ADS_1
"Kekasih nya ya Dok?" Tanya dokter Anabel dengan wajah terkejut sekaligus menahan amarahnya.