Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka

Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka
Catherine dan Dokter Seka


__ADS_3

Setelah melakukan perjuangan yang sangat panjang karena untuk pertama kalinya Catherine memakan sayur demi dirinya tidak ingin gendut.


"Akhirnya." Ucap Catherine.


Tap


Tanpa sadar dokter Seka membersihkan bibir Catherine yang ada mayonaise dengan menggunakan tangannya membuat Catherine terkejut.


Deg


Deg


Jantung Catherine berdetak kencang dengan apa yang dilakukan oleh dokter Seka terlebih tanpa ada rasa jijik sedikitpun dokter Seka menjilat jarinya membuat Catherine memalingkan wajahnya ke arah samping.


"Itukan jijik." Ucap Catherine dengan nada lirih.


"Tidak, enak kok." Jawab dokter Seka sambil tersenyum.


"Ehem ... Kak Seka kerja di mana?" Tanya Catherine mengalihkan pembicaraan.


"Di rumah sakit." Jawab dokter Seka.


"Rumah sakit, sebagai apa?" Tanya Catherine.


"Seorang perawat." Jawab dokter Seka berbohong sambil menatap wajah cantik Catherine untuk melihat reaksi Catherine.


"Dari dulu aku ingin menjadi seorang dok ... (menjeda kalimatnya) perawat tapi orang tuaku tidak mengijinkannya." Ucap Catherine dengan wajah sedih.


"Dokter apa perawat?" tanya dokter Seka dengan nada menyelidik.


"Sebenarnya ingin menjadi dokter tapikan dokter butuh biaya besar jadi aku memilih menjadi seorang perawat." Jawab Catherine.


'Untung aku jago acting karena sebenarnya aku ingin menjadi seorang dokter tapi Mommy dan Daddy memintaku untuk mengurus perusahaan.' Sambung Catherine dalam hati.


"Sekarang kerja atau di rumah?" Tanya dokter Seka basa basi.


"Kerja." Jawab Catherine singkat.


"Kerja di rumah sakit tempatku kerja, mau tidak? Kebetulan membuka lowongan kerja dan gajinya gede lho." Bujuk dokter Seka.


'Gaji gede karena rumah sakitnya milikku jadi terserah aku mau ngasih gaji berapa.' sambung dokter Seka dalam hati.


"Aku baru masuk kerja dan tidak enak kalau tiba-tiba aku keluar kerja nanti performa ku jadi jelek." Ucap Catherine menolaknya secara halus.


'Kalau aku kerja di rumah sakit yang ada aku bisa di semprot sama Daddy dan Kakak kembarku.' Sambung Catherine dalam hati.


"Ya sayang sekali padahal banyak lho yang berlomba - lomba untuk bisa kerja di rumah sakit." Ucap dokter Seka.

__ADS_1


"Mungkin bukan takdirku kerja di rumah sakit." Ucap Catherine.


"Mungkin. Oh ya tadi yang ruang ganti ada pria? Apakah dia kekasihmu?" Tanya dokter Seka penasaran.


"Sepertinya asyik banget ngobrolnya." ucap Mommy Karen yang tiba-tiba datang bersama suaminya yang bernama Daddy Sebastian.


Dokter Seka dan Catherine hanya tersenyum kemudian dokter Seka berdiri begitu pula dengan Catherine.


"Oh ya Catherine, kenalkan ini ke dua orang tuaku." Ucap dokter Seka memperkenalkan ke dua orang tuanya.


"Kami sudah saling kenal kok." Jawab mereka bersamaan.


Dokter Seka terkejut karena ternyata mereka saling kenal tapi berusaha disembunyikan. Dokter Seka hanya tersenyum hingga ponsel milik dokter Seka berdering. Dokter Seka mengambil ponselnya dari saku jasnya kemudian menggeser tombol berwarna hijau.


("Hallo." Panggil dokter Seka).


("Kita berangkat sekarang." Ucap seorang wanita dari sebrang).


("Ok, langsung ketemu di bandara atau aku jemput?" Tanya dokter Seka).


("Kita ketemu di bandara saja karena kebetulan di antar." ucap wanita itu).


("Ok." Jawab dokter Seka singkat).


Tut Tut Tut Tut


"Mommy dan Daddy, Seka berangkat ya." Pamit dokter Seka sambil mencium punggung tangan ke dua orang tuanya secara bergantian.


"Ok, hati - hati di jalan." ucap ke dua orang tuanya secara bersamaan.


"Catherine, Kakak berangkat dulu ya." Pamit dokter Seka.


"Hati-hati Kak.' Jawab Catherine.


'Kenapa hatiku sangat sakit ya waktu Kak Seka mengobrol dengan seorang wanita? Kita kan tidak ada hubungan apa-apa.' Sambung Catherine dalam hati.


"Terima kasih." Jawab dokter Seka.


Dokter Seka langsung pergi meninggalkan acara pesta pernikahan adik kembarnya bersama Cassandra menuju ke arah bandara. Sedangkan Catherine mengobrol dengan ke dua orang tua dokter Seka bersamaan kedatangan ke dua orang tua Catherine.


Mereka berlima mengobrol bersama hingga satu jam kemudian mereka mengobrol dengan para rekan bisnisnya.


xxxxxxx


Satu Bulan Kemudian


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya dan proyek kerja sama dokter Seka dengan temannya kini sudah selesai. Dokter Seka kembali ke negara asalnya dan langsung menemui ke dua orang tuanya.

__ADS_1


"Mommy, Daddy!" Teriak dokter Seka ketika sampai di ruang keluarga.


"Berisik!" Omel Daddy Sebastian sambil berdiri begitu pula dengan Mommy Karen.


"Aish, Daddy tidak kangen sama Seka ya." ucap dokter Seka dengan wajah di buat pura-pura sedih.


"Tidak tuh, kan ada Saka jadi Daddy tidak kangen." Jawab Daddy Sebastian berbohong sambil berjalan ke arah putra sulungnya.


"Kebetulan Seka juga tidak kangen sama Daddy, Seka hanya kangen sama Mommy." Ucap dokter Seka sambil berjalan ke arah Mommy Karen sambil merentangkan ke dua tangannya.


Daddy Sebastian yang tahu putra sulungnya ingin memeluk istrinya langsung menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya.


"Di larang peluk-peluk." Ucap Daddy Sebastian.


"Memang kenapa Dad? Kan Mommynya Seka masa tidak boleh di peluk?" Tanya dokter Seka dengan nada protes.


"Soalnya Mommy, istri Daddy dan kamu tidak boleh peluk. Kalau mau peluk, peluk saja bantal guling." Ucap Daddy Sebastian.


"Aish Daddy nyebelin, ya sudah Seka pergi lagi." Ucap dokter Seka sambil membalikkan badannya.


Grep


"Aduh anak Daddy yang sangat tampan tapi lebih tampan Daddy. Ngambek ya?" Tanya Daddy Sebastian dengan nada menggoda sambil memeluk putra sulungnya.


"Tapi lebih tua dari Seka dan Saka." Jawab dokter Seka sambil membalas pelukan Daddy Sebastian.


Daddy Sebastian hanya tersenyum kemudian melepaskan pelukannya begitu pula dengan dokter Seka.


"Seka, duduklah." Ucap Mommy Karen dengan nada serius.


"Baik Mom." Jawab dokter Seka patuh.


Mereka bertiga langsung berjalan ke arah sofa, Mommy Karen dan Daddy Sebastian duduk di sofa panjang sedangkan dokter Seka duduk berhadapan dan hanya dibatasi oleh meja.


"Sepertinya serius Mom, apa jangan-jangan Seka mau dijodohkan?" Tanya dokter Seka asal tebak.


"Tepat sekali, sekarang Mommy dan Daddy menjodohkan mu dengan salah satu cucu Tuan Alvonso Taylor." Ucap Mommy Karen.


"Apa?" tanya dokter Seka dengan wajah sangat terkejut pasalnya dirinya dijodohkan lagi oleh orang tuanya.


"Aduh Mommy, masa Seka dijodohkan lagi?" Tanya dokter Seka dengan wajah cemberut.


"Dia gadis baik-baik, rajin, cantik dan sangat mandiri terlebih gadis itu sangat menghormati keluarga juga menghormati Mommy dan Daddy." Ucap Mommy Karen tanpa memperdulikan keluhan dokter Seka.


"Mulai sekarang dan seterusnya kamu tidak boleh kerja dulu karena Mommy tidak mau ada acara kabur - kaburan seperti waktu itu." Ucap Mommy Karen.


"Tapi Mom ..." ucapan dokter Seka terpotong oleh Daddy Sebastian.

__ADS_1


"Kamu tidak kerja bertahun-tahun tidak akan membuatmu miskin karena perusahaan milik Daddy banyak." Ucap Daddy Sebastian dengan nada tegas.


__ADS_2