Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka

Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka
Memakan Sayur


__ADS_3

"Coba ulangi sekali lagi." Pinta dokter Seka dengan wajah kesal.


"Kakak sangat sedih karena Cassandra menikah denganku." ucap Saka.


"Sepertinya tebakanmu tepat, Kakak sangat sedih karena kalian menikah dan Kakak sangat menyesal kenapa dulu menolaknya." Ucap dokter Seka berbohong.


Bugh


"Aduh ... dasar adik lucnut." ucap dokter Seka sambil mengusap bahunya yang tidak sakit.


"Biarin, apalagi umur kita sama dan hanya beda beberapa menit doang." Ucap Saka.


"Walau beda beberapa menit tetap saja aku Kakaknya." Ucap dokter Seka yang tidak mau kalah.


"Sebenarnya aku mengalah sama Kakak waktu di dalam perut Mommy karena Kakak menangis minta duluan keluar. Sebagai adik yang baik akhirnya mengalah dan membiarkan Kakak keluar dulu dengan cara menendang Kakak." Ucap Saka yang tidak mau mengalah dengan kakak kembarnya.


"Kamu benar-benar ya, adik lucnut." Ucap dokter Seka dengan wajah kesal.


"Biarin."Jawab Saka.


"Cassandra, kalau adikku nakal di suruh tidur di luar saja." Ucap dokter Seka usil.


Cassandra hanya tersenyum mendengarnya sedangkan Saka hanya menatap kesal ke arah Kakak kembarnya.


Grep


"Setelah ini Kakak mau pergi lagi ke luar negri karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan." Ucap dokter Seka sambil memeluk adik kembarnya.


"Perlu bantuan Kak?" Tanya Saka sambil membalas pelukan Kakak kembarnya.


"Untuk saat ini belum nanti kalau aku membutuhkanmu, Kakak akan menghubungi dirimu." Jawa dokter Seka sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Saka.


"Ok." Jawab Saka singkat.


"Kakak mau makan dulu, silahkan dilanjutkan mengobrolnya." Ucap dokter Seka sambil menepuk bahu Saka.


Saka hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter Seka berjalan menuju ke arah tempat makanan karena dirinya belum sempat makan siang.


"Mau aku ambilkan?" Tanya seorang gadis cantik dan seksi sambil berjalan ke arah dokter Seka.


"Tidak perlu." Jawab dokter Seka dengan nada dingin dan berwajah datar berbeda ketika berbicara dengan keluarganya selalu tersenyum dan bicaranya tidak jutek atau ketus sambil mengambil piring.

__ADS_1


"Memangnya kenapa?" Tanya gadis cantik tersebut sambil menahan amarahnya karena selama ini tidak ada satu pria pun yang menolak pesonanya.


"Bisakah pergi menjauh?" Tanya dokter Seka sambil mengambil nasi dan teman-temannya.


"Bolehkah kita berkenalan?" Tanya gadis cantik tersebut tanpa memperdulikan ucapan pedas dokter Seka.


Dokter Seka hanya diam hingga makanan yang diambilnya sudah selesai dan dokter Seka berjalan meninggalkan gadis cantik tersebut tanpa memperdulikan sama sekali.


'Si*l baru kali ini aku dicuekin, awas saja kamu akan aku buat kamu bertekuk lutut." Ucap gadis cantik tersebut sambil menahan amarahnya.


Dokter Seka berjalan ke arah kursi kemudian duduk sambil mendengarkan musik dan lagu. Hingga seorang gadis cantik datang sambil membawa makanan.


"Boleh aku duduk di sini?" Tanya gadis cantik tersebut.


Deg


Jantung dokter berdetak kencang ketika mendengar suara yang sangat familiar di telinganya membuat dokter Seka menatap gadis cantik tersebut yang sedang tersenyum manis melebihi dari gula. Siapa lagi kalau bukan Catherine, gadis yang disukainya secara diam.


"Boleh." Jawab dokter Seka sambil membalas senyuman Catherine.


"Terima kasih." Jawab Catherine kemudian duduk di sebelah dokter Seka.


"Seperti yang kamu lihat." Ucap dokter Seka sambil memperlihatkan piringnya.


Catherine tersenyum kemudian Catherine dan dokter Seka berdoa terlebih dahulu setelah beberapa menit kemudian mereka sudah selesai berdoa.


"Apakah itu enak?" Tanya Catherine yang melihat piring dokter Seka yang berisi salad 🥗 sayur berbeda dengan dirinya di mana piringnya berisi daging domba 🐑 guling.


"Tentu saja enak, mau nyobain?" Tanya dokter Seka sambil mengambil sendok yang sudah berisi salad 🥗 sayur.


"Aku tidak suka sayur." cicit Catherine.


"Sayur sehat lho, ayo cobain." Ucap dokter Seka sambil menyodorkan sendok ke arah mulut Catherine.


Catherine dengan ragu-ragu membuka mulutnya kemudian dokter Seka memasukkan sendoknya ke dalam mulut Catherine.


Catherine mulai menguyah sayuran tersebut yang terasa aneh karena dirinya tidak suka sayur.


Dokter Seka hanya tersenyum melihat Catherine makan salad sayur yang sangat menggemaskan.


'Apakah ini yang disebut cinta pada pandangan pertama?' Tanya dokter Seka dalam hati.

__ADS_1


Catherine akhirnya bisa menghabiskan sayuran tersebut dari mulutnya kemudian mengambil daging domba 🐑 guling untuk menetralkan mulutnya yang terasa aneh karena makan sayur.


Tap


Dokter Seka menahan tangan Catherine ketika sendok berisi daging domba guling tersebut yang akan masuk ke dalam mulutnya. Dokter Seka dengan sengaja memasukkannya ke dalam mulut dokter Seka dan langsung di kunyah.


"Kak Seka, ih nyebelin." Ucap Catherine dengan nada kesal.


Dokter Seka hanya tersenyum melihat wajah kesal Catherine yang sangat imut di matanya.


"Kamu itu sudah gendut jangan makan kolesterol jadi makanlah sayur yang Kakak bawa." Ucap dokter Seka sambil menarik piring Catherine kemudian di tukar dengan piring miliknya.


"Masa sih aku gendut?" Tanya Catherine sambil memegang lengannya dengan menggunakan tangan satunya.


Catherine yang sangat memperhatikan penampilan tubuhnya mulai mengecek lengan, paha dan perutnya sedangkan dokter Seka rasanya ingin tertawa melihat apa yang dilakukan oleh Catherine.


"Kak Seka, bohong ya?" Tanya Catherine.


"Kakak tidak bohong, cowok tidak suka lho kalau ceweknya gendut." Goda dokter Seka.


"Aku tidak gendut." Ucap Catherine dengan kesal.


"Gendut ... Gendut ... Gendut ..." Goda dokter Seka.


Bugh


"Kak Seka nyebelin." Ucap Catherine dengan nada kesal sambil memukul bahu dokter Seka.


Dokter Seka tidak marah ketika tubuhnya di sentuh oleh Catherine karena biasanya dokter Seka akan marah jika tubuhnya di sentuh.


"Makanya makan sayur biar tidak gendut." Ucap dokter Seka.


"Iya ... Iya ..." Ucap Catherine.


Dengan amat terpaksa Catherine mulai makan demi suap sedangkan dokter Seka mulai makan daging domba sesuap demi suap sambil menahan tawa melihat betapa tersiksanya Catherine memakan sayuran tersebut.


Tidak jauh dari tempat tersebut delapan pasang mata menatapnya dengan berbeda. Enam pasang mata menatapnya sambil tersenyum melihat dokter Seka dan Catherine sedangkan dua pasang lagi menahan amarahnya terhadap Catherine yang jelas-jelas tidak bersalah.


"Daddy lihat anak kita yang susah makan sayur sampai Mommy kesal untuk membujuknya kini makan sayur berkat putra sulungnya Tuan Sebastian dengan Mommy Karen." ucap istrinya.


"Iya Mom, Daddy tidak menyangka sama sekali putri kita akhirnya mau memakan sayur walau terpaksa." Ucap suaminya sambil tersenyum bahagia begitu pula dengan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2