
"Mommy bersama Daddy Alvonso, Kak Alvonso dan Max ke ruang meeting." Jawab Mommy Amel .
"Kalau begitu Daddy akan ke ruang meeting dan Mommy duduk di sini bersama yang lainnya. Kalau ada apa-apa kabarin Daddy." Ucap Daddy Alvian.
"Baik Dad." Jawab Mommy Amel.
Daddy Alvian hendak berjalan ke arah ruang meeting untuk membicarakan orang-orang yang telah berani menyerang putri kesayangannya dan juga calon menantunya. Namun baru berjalan satu langkah dirinya di panggil membuat Daddy Alvian menghentikan langkahnya.
"Calon besan, Aku juga ikut." Ucap Daddy Sebastian dan Mommy Karen bersamaan.
Daddy Alvian hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka bertiga berjalan ke arah ruang meeting.
Tok tok tok
Ceklek
Daddy Alvian mengetuk pintu sebanyak tiga kali dan tanpa menunggu jawaban Daddy Alvian membuka pintu ruang meeting dan melihat Mommy Laras, Daddy Alvonso, Kak Alvonso dan Max berada di ruang meeting.
"Kalian masuk dan duduklah." Ucap Daddy Alvonso yang melihat putra ke duanya bersama Mommy Karen dan Daddy Sebastian.
Mereka bertiga duduk di kursi yang kosong kemudian mendengarkan Mommy Laras berbicara.
"Karena semuanya sudah berkumpul maka Mommy akan mulai berbicara." Ucap Mommy Laras.
__ADS_1
Mommy Laras lalu mengotak atik laptopnya kemudian menampilkan dua foto pria yang sudah tersambung ke layar monitor.
"Apakah ada yang mengenal ke dua pria ini?" Tanya Mommy Laras.
Semua serempak menatap dua foto tersebut hingga Daddy Sebastian dan Daddy Alvian berbicara.
"Mereka adalah Tuan Rudi dan Tuan Romi." Ucap Daddy Sebastian.
"Aku kenal salah satu pria tersebut dan namanya Tuan Romi." Ucap Daddy Alvian bersamaan hanya saja ucapannya berbeda.
"Tepat sekali." Jawab Mommy Laras.
"Memang kenapa Mom / Tante?" Tanya Daddy Alvian dan Daddy Sebastian bersamaan.
"Apa? Kalau begitu kita menangkap ke dua pria itu Mom." Ucap Daddy Alvian.
"Aku akan menghubungi para anak buahku untuk menangkap mereka." Sambung Daddy Sebastian sambil mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya.
Daddy Sebastian sudah menganggap Daddy Alvian sebagai saudara sekaligus calon besannya yang harus dilindungi. Terlebih Daddy Sebastian sudah menganggap Catherine sebagai putri kandungnya begitu pula dengan Mommy Karen.
"Tidak perlu, Mommy sudah menangkap mereka berdua bersama anak buahnya tapi ..." Ucap Mommy Laras menggantungkan kalimatnya.
"Tapi apa Mom / Tante?" Tanya Daddy Alvian dan Daddy Sebastian bersamaan.
__ADS_1
"Ke dua putri mereka kabur dan Mommy bersama keluarga Alvonso lagi mencari keberadaan ke dua putri mereka. Mommy tidak mau jika suatu saat nanti membalaskan dendam ke keluarga besar kita." Jawab Mommy Laras.
"Maaf Tante, mereka berdua hanya dua putri jadi kenapa bisa membalas dendam?" Tanya Mommy Karen yang sejak tadi diam.
"Bisa saja mereka menyewa orang untuk menyerang keluarga besar ku dan juga keluargamu. Karena itulah sebelum hal itu terjadi kita harus bisa menangkapnya." Jawab Mommy Laras.
"Orang yang berbuat jahat boleh di hukum tapi keluarganya tidak bersalah jadi apakah perlu di tangkap?" Tanya Mommy Karen yang mempunyai hati baik.
"Sebastian dan Karen, jangan panggil Tante tapi panggillah Mommy seperti putra dan putri kami memanggil kami Mommy dan Daddy karena mulai sekarang dan seterusnya kalian merupakan bagian dari keluarga besar Alvonso." Ucap Mommy Laras tanpa menjawab pertanyaan Mommy Karen.
"Baik Mom." Jawab Mommy Karen dan Daddy Sebastian bersamaan.
Mommy Karen dan Daddy Sebastian sangat terharu karena menjadikan mereka menjadi bagian dari keluarga besar Alvonso yang terkenal dengan keluarga besar terkaya nomer satu.
Selain itu di tambah terkenal dengan kesetiaan, saling membantu dan saling melindungi antar saudara bahkan terkenal dengan tidak merebut harta saudara.
Biasanya saudara saling perebutan harta untuk memperkaya dirinya sendiri. Namun tidak berlaku untuk keluarga besar Alvonso dikarenakan Mommy Laras selalu mengatakan kalau harta tidak bisa di bawa mati.
"Mommy belajar dari pengalaman masa lalu di mana ketika beberapa anggota keluarga besar ku di usik oleh orang-orang jahat padahal kami tidak pernah mengusiknya. Akhirnya kami menangkapnya namun keluarganya tidak terima dan membalaskan dendam dengan menyewa mafia." Ucap Mommy Laras.
"Jujur keluarga kami dulu sering di serang oleh mafia namun karena kami keluarga besar dan saling membantu akhirnya sudah tidak ada musuh." Sambung Daddy Alvonso yang sejak tadi diam.
"Namun kini ada musuh baru lagi yang menyerang keluargaku karena itulah kami akan menangkap semua keluarganya agar mereka tidak membalaskan dendam." Sambung Daddy Alvonso.
__ADS_1
"Kalau ternyata mereka tidak membalaskan dendam?" Tanya Mommy Karen yang tidak setuju anggota keluarga para penjahat ikut di tangkap.