Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka

Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka
Venus


__ADS_3

"Ada apa Mom?" Tanya Daddy Sebastian.


"Mommy akan retas restoran ini dan gedung lainnya." Ucap Mommy Karen menjelaskan.


"Biarkan aku saja yang meretas restoran ini karena restoran ini milik keluarga besar ku." Ucap Daddy Aleandro.


"Ok, kalau begitu aku akan meretas cctv yang ada di sebrang gedung." Ucap Mommy Karen.


Daddy Sebastian dan Daddy Aleandro kembali duduk sedangkan Mommy Karen meretas cctv yang berada di luar restoran. Daddy Aleandro dan Mommy Karen masing-masing menggunakan ponsel canggih mereka karena saat ini mereka tidak membawa laptopnya.


Mommy Cantika, Daddy Sebastian, dokter Seka dan Cassandra sesekali menatap Mommy Karen dan Daddy Aleandro yang sedang meretas cctv.


Lima belas menit kemudian Mommy Karen dan Daddy Aleandro sudah selesai meretas cctv lalu saling menatap kemudian menganggukkan kepalanya.


"Daddy sudah melihat apa yang terjadi ketika kalian menembak dan menghindar ketika musuh ingin menembak kalian berdua." Ucap Daddy Aleandro sambil menatap dokter Seka dan Cassandra secara bergantian sambil memperlihatkan ponselnya.


Daddy Sebastian, Mommy Karen dan Mommy Cantika melihat apa yang terjadi hingga selesai. Daddy Sebastian dan Mommy Karen menatap Cassandra dengan tatapan haru dan merasa hutang budi karena berkat Cassandra putra kesayangannya tidak terkena tembakan.

__ADS_1


Grep


"Kami sebagai orang tuanya sangat berterima kasih karena berkatmu nyawa putra kami selamat." Ucap Mommy Karen sambil menggenggam tangan Cassandra.


"Betul kata istriku, kami sangat berhutang budi dengan Cassandra. Terima kasih Cassandra karena kamu membuat putraku tidak terkena tembak." Sambung Daddy Sebastian.


"Sesama manusia harus saling tolong menolong Tante dan Paman." Ucap Cassandra sambil tersenyum.


'Ketika kami sempat berpelukan untuk menghindari tembakan namun kenapa getaran itu tidak ada?' tanya dokter Seka dalam hati.


'Seandainya saja aku ada sedikit saja getaran dalam hatiku maka aku akan menerima perjodohan ini tapi sayang getaran itu tidak ada.' Sambung dokter Seka dalam hati.


"Kami juga terima kasih karena berkat putra kalian nyawa putri kami selamat dari musuh yang ingin menembak putriku." ucap Daddy Aleandro dan Mommy Cantika bersamaan.


"Sama-sama Paman dan Tante, sesama manusia harus saling tolong menolong Tante dan Paman." Ucap dokter Seka sambil tersenyum.


Mereka tersenyum bersama setelah beberapa saat mereka menatap ke arah Mommy Karen sedangkan Mommy Karen yang mengerti langsung memperlihatkan ponselnya ke mereka.

__ADS_1


"Ada tiga musuh namun dua penembak jitu yang ingin menembak putraku dan putri kalian sudah meninggal. Pria satunya masih hidup karena bersembunyi ketika ke dua anak buahnya melakukan aksinya." Ucap Mommy Karen menjelaskan.


Mommy Karen bisa mengatakan hal itu karena melihat pria tersebut hanya menatap ke arah dokter Seka dan Cassandra dengan menggunakan teleskop 🔭 tanpa melakukan apa-apa.


"Apakah pria itu masih ada?" tanya Daddy Sebastian.


"Masih, hanya saja dia menghubungi seseorang sepertinya pria itu tidak menyerah untuk menyerang kita lagi." Jawab Mommy Karen.


"Bisa diperlihatkan siapa pria itu?" Tanya Daddy Aleandro penasaran begitu pula dengan yang lainnya.


Mommy Karen memperlihatkan pria tersebut ke arah Daddy Aleandro membuat mereka semua ikut melihatnya.


"Venus." Ucap Daddy Aleandro dan Tuan Sebastian bersamaan.


"Daddy kenal?" Tanya mereka bersamaan.


"Tentu saja kenal, Venus adalah teman kami waktu kami kuliah dulu. Sebenarnya kami bertiga bersahabat tapi karena ada masalah membuat Venus memutuskan persahabatan kami." Jawab Daddy Sebastian.

__ADS_1


"Masalah apa?" tanya Mommy Karen dan Mommy Cantika bersamaan.


__ADS_2