
Saka membalikkan badannya dan melihat seorang gadis teman masa kecilnya.
"Kimberly." Panggil Saka.
"Syukurlah Kak Saka masih ingat namaku, Kak Saka apa kabar?" Tanya Kimberly sambil tersenyum bahagia kemudian berjalan ke arah Saka.
"Kabar baik." Jawab Saka.
Grep
Tanpa punya rasa malu Kimberly memeluk lengan kekar Saka. Kimberly melakukan hal itu agar semua orang tahu kalau dirinya adalah orang spesial di hati Saka sedangkan Saka sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Kimberly.
"Kak Saka." Panggil seorang gadis yang sangat familiar di telinganya.
Saka tersentak mendengar suara yang sangat familiar di mana suara itu adalah gadis yang dicintainya dalam diam. Saka langsung melepaskan tangan Kimberly dan melihat Cassandra dengan wajah berbeda namun dirinya berusaha tersenyum.
"Cassandra, kenalkan ini Kimberly teman masa kecilku." Ucap Saka sambil berjalan ke arah Cassandra.
"Oh teman masa kecil Kak Saka, aku pikir kekasih Kak Saka karena kalian berdua cocok." Ucap Cassandra sambil tersenyum miring terlihat jelas wajah cemburu.
"Memang kami teman masa kecil tapi tidak lama lagi kami akan menikah. Benarkan Kak Saka?" Tanya Kimberly sambil mengarahkan tangannya ke pinggang Saka namun ditepisnya.
Saka yang ingin membantah perkataan Kimberly namun sayang Cassandra keburu bicara terlebih dahulu membuat Saka diam dan mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Cassandra.
"Silahkan dilanjutkan, kebetulan aku lagi sibuk." Ucap Cassandra sambil membalikkan badannya meninggalkan mereka berdua.
'Kenapa hatiku sangat sakit mendengar Kak Saka akan menikah dengan Kimberly? Padahal jelas-jelas aku akan menikah dengan Kak Seka.' sambung Cassandra dalam hati.
Grep
"Tunggu, apa yang dikatakan oleh Kimberly tidak benar. Kakak tidak akan menikah dengan Kimberly atau gadis manapun kecuali satu orang yang Kakak akan nikahi." Ucap Saka sambil menahan tangan Cassandra agar tidak pergi.
"Kak Saka, bukankah dulu waktu kita masih kecil Kak Saka mengatakan akan menikah denganku jika kita sudah dewasa nanti. Tapi kenapa sekarang Kak Saka tidak menepati janji?" Tanya Kimberly sambil menatap tajam ke arah Cassandra.
"Waktu itu kita masih kecil terlebih apa kamu tidak ingat ketika Kakak menolaknya kamu menangis dan Kakak dimarahi Mommy membuat Kakak mengatakan iya?" Tanya Saka.
"Seminggu lagi Kakak akan menikah jadi jangan pernah mengatakan yang tidak-tidak." Sambung Raka dengan nada dingin.
__ADS_1
Deg
Deg
Jantung Cassandra dan Kimberly berdetak kencang ketika mendengar ucapan Saka namun Cassandra berusaha bersikap biasa saja berbeda dengan Kimberly dirinya tidak terima.
"Selamat ya Kak semoga bahagia." Ucap Cassandra sambil tersenyum walau hatinya terasa nyeri.
"Aku tidak terima jika Kak Saka menikah." Ucap Kimberly bersamaan.
Walau bicara mereka bersamaan tapi ucapan mereka berdua berbeda sedangkan Saka tersenyum melihat perubahan wajah Cassandra.
Grep
"Mommy, meminta kita untuk pergi ke butik." Ucap Saka tanpa menjawab ucapan mereka berdua sambil menarik tangan Cassandra.
Kimberly yang ingin menarik tangan Saka mendapat tatapan tajam oleh Saka membuat Kimberly hanya bisa menahan amarahnya.
"Jangan pernah mengusik ku." Ucap Saka sebelum meninggalkan perusahaan tersebut.
Cassandra yang ingin melepaskan genggaman tangan Saka tidak berhasil karena Saka dengan sengaja mempererat genggamannya.
"Maaf." Ucap Saka sambil mengurangi genggamannya.
"Kita ke butik mau apa?" Tanya Cassandra ketika mereka sudah sampai di parkiran mobil.
"Nanti Kakak ceritakan di dalam mobil." Jawab Saka.
"Kenapa tidak pergi bersama calon istri Kakak ?" Tanya Cassandra ketika masuk ke dalam mobil dan duduk di samping pengemudi.
"Tentu saja Kakak akan pergi bersama calon istri Kakak." Jawab Saka sambil menutup pintu mobil.
Cassandra yang mendengar ucapan Saka hanya diam sambil memandangi jalan raya.
Saka memutari mobilnya kemudian membuka pintu mobil pengemudi lalu duduk di kursi pengemudi. Saka menggenggam setir mobil dengan erat sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan sedangkan Cassandra hanya diam menunggu apa yang akan dikatakan oleh Saka.
"Cassandra pernikahanmu dengan Kakak kembarku batal tapi ..." Ucap Saka menggantungkan kalimatnya.
__ADS_1
"Tapi apa Kak?" Tanya Cassandra.
"Mommy ku memintaku untuk menjadi pengganti Kakakku dalam arti Minggu depan kita akan menikah." Jawab Saka sambil menyalakan mobilnya.
"Kakak tidak bercanda kan?" Tanya Cassandra seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Kakak serius karena itulah kita ke butik untuk mencoba gaun pengantin." Jawab Saka sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
Cassandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap ke arah Saka dengan tatapan sendu.
"Kak Saka, aku mempunyai prinsip yaitu jika menikah cukup sekali sampai ajal memisahkannya. Aku tidak jadi menikah dengan Kak Seka namun bagi aku tidak masalah lebih baik batal dari pada sudah menikah tapi akhirnya kami bercerai." Ucap Cassandra.
"Aku tidak mau kita menikah namun pertengahan jalan Kak Saka bertemu dengan wanita lain dan kita berpisah. Jadi sebelum menikah denganku berpikirlah baik-baik karena aku tidak ingin Kak Saka salah mengambil keputusan." Sambung Cassandra.
"Prinsipmu sama seperti prinsip Kakak, walau kita belum ada perasaan suka tapi Kakak mohon jangan pernah berpikiran untuk mengkhianati Kakak, setia sama Kakak dan perlakukan Kakak sebagai seorang suami begitu pula Kakak akan memperlakukanmu sebagai seorang istri dan selalu setia hingga akhir." Ucap Saka.
"Baik aku akan melakukannya sesuai permintaan Kakak." Ucap Cassandra.
Saka hanya menganggukkan kepalanya hingga beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di butik. Saka dan Cassandra mulai mencoba gaun pengantin untuk Cassandra dan jas pengantin untuk Saka.
Setelah hampir satu jam akhirnya sudah selesai mencoba gaun pengantin kemudian Saka mengajaknya makan siang setelah itu barulah mereka pulang ke perusahaan milik Cassandra.
"Kak Saka tidak mampir ke perusahaan ku?" Tanya Cassandra ketika mereka sudah sampai di perusahaan milik Cassandra.
"Kapan - kapan aku akan ke kantormu karena jam dua siang nanti Kakak ada meeting dengan klien." Ucap Saka sambil membuka pintu mobil untuk Cassandra.
"Ok, hati-hati di jalan." Ucap Cassandra sambil turun dari mobil.
Saka hanya menganggukkan kepalanya kemudian Saka menutup pintu mobil. Saka memutari mobilnya kemudian masuk ke dalam mobil sedangkan Cassandra menunggu Saka pergi.
Saka melambaikan tangannya begitu pula dengan Cassandra kemudian Saka pergi meninggalkan tempat tersebut sedangkan Cassandra membalikkan badannya dan masuk ke dalam perusahaan miliknya tanpa menyadari kalau ada sepasang mata menatapnya dengan tatapan kebencian.
Seminggu Kemudian
Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya dan sejak pertemuan mereka mencoba pakaian pengantin, mereka tidak lagi bertemu. Itu dikarenakan permintaan orang tua mereka untuk tidak boleh bertemu sampai mereka resmi menikah.
Acara pernikahan mereka berlangsung meriah dan banyak tamu undangan datang mengucapkan selamat atas pernikahan mereka.
__ADS_1
Salah satu tamu undangan ada seorang pemuda tampan yang juga ikut berjalan ke arah panggung untuk mengucapkan selamat. Hingga mereka menyadari siapa yang datang dan menatap ke arah pemuda tampan tersebut.
"Tuan Muda." Panggil seorang pria paruh baya tersebut sambil menatap ke arah pemuda tampan tersebut.