Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka

Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka
Mommy Mana


__ADS_3

"Tentu saja punya dan bisa memakainya." Jawab Catherine.


"Oh ya, kita menunggu bantuan datang atau melawan mereka?" Tanya Catherine yang melihat enam orang keluar dari dalam mobil.


"Apakah kamu bisa bela diri?" Tanya dokter Seka tanpa menjawab pertanyaan Catherine.


"Tentu saja, Kak Seka juga bisakan?" Tanya Catherine balik.


"Tentu saja bisa, kalau begitu kita lawan mereka saja." Jawab dokter Seka sambil membuka jendela mobil.


"Ok." Jawab Catherine singkat sambil ikut membuka jendela mobil.


Dor


Dor


"Akhhhhhhhh..." Teriak ke dua pria tersebut bersamaan.


Bruk


Bruk


Catherine dan dokter Seka berhasil menembak kening ke dua pria tersebut membuat ke dua pria tersebut berteriak kesakitan kemudian ambruk dan meninggal di tempat.


"Si*l, tembak mereka berdua!" Perintah pria tersebut yang melihat dokter Seka dan Catherine bersembunyi dari dalam mobil dan menembak mereka dari jendela mobil.


Hingga akhirnya terjadi saling tembak, dokter Seka dan Catherine bersembunyi dari balik pintu mobil. Mereka bersyukur mobil mereka anti peluru dan anti benturan sehingga tembakan peluru tidak berarti untuk dokter Seka dan Catherine.

__ADS_1


Hingga beberapa saat peluru mereka sama-sama habis membuat dokter Seka dan Catherine keluar dari mobil.


Bugh


Bugh


Duag


Duag


Seka dan Catherine saling menyerang dan menghindar dari musuhnya dengan gerakan lincah bersamaan kedatangan dua mobil yang ternyata dari pihak musuh.


Dokter Seka dan Catherine yang melihat dua mobil hitam ikut menyerang mereka berdua membuat Catherine mulai terdesak begitu pula dengan dokter Seka.


"Akhhhhhhhh !" Teriak dokter Seka dan Catherine bersamaan.


Grep


Bugh


Bugh


"Kak Seka." Panggil Catherine dengan mata berkaca-kaca melihat dokter Seka di tendang sebanyak dua kali.


"Aku tidak tega melihatmu terluka." Ucap dokter Seka sambil tersenyum namun terlihat wajahnya menahan rasa sakit.


Di saat krisis dua belas mobil datang bersamaan suara tembakan saling bersahutan hingga terdengar jerit kematian dari beberapa para musuh. sepuluh orang dibiarkan hidup hanya terluka pada lengan dan salah satu kakinya.

__ADS_1


Kini aspal jalanan tersebut banjir darah sedangkan dokter Seka masih memeluk Catherine sambil menahan rasa sakit pada sekujur tubuhnya.


"Kak Seka, baik-baik saja?" Tanya Catherine dengan wajah sendu.


"Kakak baik-baik saja, jangan kuatir." Ucap dokter Seka dengan nada lirih.


"Seka." Panggil Daddy Sebastian sambil berjalan ke arah putra sulungnya.


"Daddy." Ucap dokter Seka sambil melepaskan pelukannya.


Daddy Sebastian langsung menggendong putra sulungnya dan berjalan ke arah mobilnya di mana Saka menunggu dirinya di dalam mobil sambil menahan amarahnya terhadap para musuhnya.


"Catherine, apa ada yang terluka?" Tanya Daddy Alvian sambil menahan amarahnya karena putri sulungnya tergeletak di jalan dengan wajah lebam-lebam kemudian menggendongnya.


Daddy Alvian tidak marah dengan Catherine melainkan para musuhnya yang berani mengusik putri kesayangannya.


"Tubuhku sakit Dad." Jawab Catherine sambil mengalungkan ke dua tangannya ke arah leher Daddy Alvian.


"Tahan ya sayang, kita pergi ke rumah sakit." Ucap Alvian sambil berjalan ke arah mobil.


"Iya Dad." Jawab Catherine.


Sebagian pergi ke rumah sakit dan sebagian lagi membawanya ke markas.


Rumah Sakit Alvonso Taylor


Dokter Seka dan Catherine di bawa ke rumah sakit Alvonso Taylor di mana para wanita sedang menunggu di rumah sakit. Selain itu dua brangkar sudah disiapkan untuk dokter Seka dan Catherine.

__ADS_1


Hingga dua puluh dua menit kemudian mobil mereka sudah sampai dan langsung di bawa ke ugd.


"Mommy mana?" Tanya Daddy Alvian yang tidak melihat Mommy Laras.


__ADS_2