Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka

Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka
Sudah Lama Menunggu?


__ADS_3

Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya dan kini tinggal satu jam lagi di mana dokter Seka dan Cassandra akan bertemu di cafe Pesona Hati.


"Apa aku coba telepon adik kembarku untuk datang menemui Cassandra?" Tanya dokter Seka.


Dokter Seka saat ini berada di ruang kerjanya dan duduk di kursi kebesarannya sambil berpikir untuk tidak datang. Setelah beberapa saat berpikir akhirnya dokter Seka menghubungi adik kembarnya dan sambungan pertama langsung di angkat.


("Hallo Kak." Panggil Saka).


("Saka bolehkah Kakak meminta tolong?" Tanya dokter Seka tanpa basa basi).


("Minta tolong apa Kak?" Tanya Saka).


("Kakak hari ini ada jadwal operasi jadi tolong gantikan Kakak menemani Cassandra di cafe Pesona Hati." Pinta dokter Seka).


Terdengar suara hembusan nafas berat dari Sama sedangkan Dokter Seka sangat berharap adik kembarnya bersedia.


("Baiklah." Jawab Saka akhirnya).


("Terima kasih adikku sayang." Ucap dokter Seka sambil tersenyum bahagia).


("Ini tidak gratis." Ucap Saka).

__ADS_1


("Tenang saja apapun yang kamu pinta maka Kakak akan menuruti permintaanmu." Ucap dokter Seka).


("Janji?" Tanya Saka).


("Janji." Jawab dokter Seka).


("Ok." Ucap Saka).


Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh dokter Seka.


xxxxxxx


Cafe Pesona Hati


Cassandra sudah datang di cafe Pesona Hati dan duduk di kursi yang paling ujung dekat kaca agar dirinya bisa melihat pemandangan luar dari balik kaca cafe sedangkan dari luar tidak bisa melihat ke dalam cafe.


Walau kacanya kafe, kaca tersebut anti peluru sehingga pengunjung cafe bisa merasakan nyaman dan keamanannya terjamin. Cassandra memandangi jalan sambil menunggu kedatangan dokter Seka hingga tanpa sengaja dirinya melihat segerombolan pria berpakaian serba hitam duduk di sebrang sambil pandangan matanya tidak lepas menatap ke arah cafe Pesona Hati.


'Gerak gerik mereka sangat mencurigakan, apa aku hubungi keluargaku untuk berjaga-jaga.' Ucap Cassandra dalam hati sambil membuka tasnya untuk mengambil ponselnya.

__ADS_1


Perasaan Cassandra yang tidak enak mencari nomer kontak Daddy Aleandro dan sambungan pertama langsung di angkat.


("Ada apa Cassandra?" Tanya Daddy Aleandro tanpa basa basi).


("Cassandra curiga dengan para pria yang berseragam serba hitam duduk di sebrang sambil menatap ke arah cafe Pesona Hati dimana Cassandra ada janji ketemu dengan Kak Seka." Jawab Cassandra menjelaskan sambil masih menatap ke arah sebrang cafe).


("Apa? Baik Daddy dan keluarga besar kita akan datang ke sana untuk berjaga - jaga." Ucap Daddy Aleandro yang tidak ingin putri kesayangannya kembali terluka).


("Baik Dad." Jawab Cassandra).


("Sepuluh menit lagi Daddy dan yang lainnya akan datang ke sana, kamu hati-hati." Ucap Daddy Aleandro).


("Baik Dad." Jawab Cassandra patuh).


Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Daddy Aleandro. Cassandra menyimpan kembali ponselnya di dalam tasnya kemudian melambaikan tangannya ke arah pelayan untuk memesan minuman sambil menunggu kedatangan dokter Seka.


'Kalau dugaanku benar berarti aku harus waspada.' Ucap Cassandra dalam hati sambil pandangan matanya tidak pernah lepas ke arah sebrang cafe.


"Sudah lama menunggu?" Tanya seorang pria sambil duduk di kursi dan saling berhadapan dengan Cassandra yang hanya dibatasi oleh meja.

__ADS_1


__ADS_2