Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka

Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka
Catherine dan Dokter Seka


__ADS_3

"Pffftttt.... Hahahaha..." Tawa lepas Catherine.


Grep


Dokter Seka sangat kesal dengan Catherine karena telah membuat jantungnya hampir copot di tambah ditertawakan oleh Catherine membuat dokter Seka memeluk Catherine membuat Catherine langsung berhenti tertawa.


"Apa yang Kak Seka lakukan?" Tanya Catherine panik sambil berusaha melepaskan pelukan dokter Seka.


'Si"l dekat dengan Catherine seperti ini membuat adik kecilku semakin tegang." Umpat dokter Seka dalam hati.


Deg


Deg


Jantung ke duanya berdetak kencang mereka saling memandang hingga beberapa saat dokter Seka memandangi bibir Catherine. Dokter Seka mendekatkan wajahnya ke wajah Catherine sedangkan Catherine yang tahu akan di cium langsung membekap mulut dokter Seka.


cup


Alhasil dokter Seka mencium tangan kanan Catherine sedangkan Catherina menatap tajam ke arah dokter Seka.


"Di larang cium dan lepaskan pelukannya." Ucap Catherine sambil masih menatap tajam ke arah dokter Seka.

__ADS_1


Dokter Seka hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju kemudian melepaskan pelukannya setelah itu barulah Catherine melepaskan tangannya yang membekap mulut dokter Seka.


"Aku tidak menyukai gaun pengantin ini dan aku harap Kak Seka juga." Ucap Catherine mengalihkan pembicaraan.


'Kakak lebih suka kamu pakai gaun itu ketika kita berdua di kamar.' Bisik dokter Seka tepat di telinga Catherine kemudian menggigit telinganya.


Bugh


"Aduh." Ucap Catherine sambil memukul dada dokter Seka.


Dokter Seka tidak marah ketika dadanya di pukul oleh Catherine malah dokter Seka hanya tersenyum miring melihat betapa menggemaskan Catherine di mata dokter Seka.


"Kenapa telingaku di gigit?" Tanya Catherine dengan nada protes.


'Aku tidak menyangka ternyata calon istriku sangat seksi.' ucap dokter Seka dalam hati.


'Kenapa aku jadi mesum seperti ini?' tanya dokter Seka dalam hati.


Setelah beberapa saat menunggu tirai di buka, dokter Seka menatap Catherine tanpa berkedip karena melihat betapa cantiknya Catherine memakai gaun pengantin tersebut.


"Coba berputar secara perlahan." Pinta dokter Seka sambil mengarahkan ponselnya ke arah Catherine.

__ADS_1


Catherine dengan patuh memutar badannya kemudian dokter Seka memotret Catherine dari berbagai gaya setelah selesai dokter Seka melihat hasil jepretan kameranya.



'Sangat cantik dan tidak sabar menikah dengan Catherine.' Ucap dokter Seka dalam hati.


'Untuk sementara aku biarkan dia bekerja tapi jika kami sudah resmi menikah, aku akan melarangnya bekerja karena aku tidak ingin istriku didekati oleh pria lain manapun selain aku.' Sambung dokter Seka dalam hati.


"Bagaimana Tuan?" Tanya pemilik butik penuh harap agar dokter Seka setuju dengan rancangannya.


"Aku sangat suka calon istriku memakai gaun pengantin itu dan yang tadi di cobanya bungkus lalu kirim ke mansionku." Ucap dokter Seka.


"Baik Tuan." Jawab pemilik butik tersebut sambil tersenyum bahagia karena beberapa gaun pengantinnya di beli oleh dokter Seka.


"Sekarang silahkan Tuan Seka mencoba jas pengantinnya." Ucap pemilik butik.


Dokter Seka hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan ke arah ruangan untuk mencoba jas pengantin. Untuk Catherine kembali masuk ke ruangan lain untuk melepaskan gaun pengantinnya untuk kembali memakai pakaian kerjanya.


Sambil menunggu dokter Seka memakai jas pengantin, Catherine duduk sambil memainkan ponselnya. Hingga beberapa saat kemudian Catherine merasa ada seseorang yang memperhatikan dirinya membuat Catherine mendongakkan kepalanya ke atas dan melihat wajah pria yang sangat tampan.


'Kak Seka sangat tampan, rasanya tidak rela jika Kak Seka bekerja karena pasti banyak gadis yang mengejar calon suamiku.' Ucap Catherine dalam hati.

__ADS_1


"Catherine." Panggil dokter Seka yang melihat Catherine terdiam sambil menatap dirinya.


__ADS_2