Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka

Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka
Boleh aku duduk di sini?


__ADS_3

"Tidak ada apa-apa." jawab dokter Seka.


Grep


Catherine menggenggam tangan dokter Seka kemudian menatapnya.


"Apa aku melakukan kesalahan?" Tanya Catherine sambil melepaskan genggaman tangannya kemudian mengarahkan tangannya ke arah dagu dokter Seka agar menatap dirinya.


"Tidak, kenapa kamu bertanya seperti itu?" Tanya dokter Seka balik bertanya sambil menatap wajah cantik Catherine.


"Apakah Kak Seka mencintaiku?" Tanya Catherine tanpa menjawab pertanyaan dokter Seka.


"Tentu saja, kenapa kamu tanyakan itu?" Tanya dokter Seka balik bertanya.


"Kalau memang Kak Seka mencintaiku, aku ingin tidak ada kebohongan di antara kita." Jawab Catherine.


"Katakan padaku, siapa yang mengirim pesan ke Kak Seka?" Tanya Catherine.


Dokter Seka menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian memberikan ponselnya ke Catherine dan Catherine pun membaca isi pesan tersebut.


"Dokter Seka, perempuan baik-baik adalah di mana perempuan dan laki-laki tidak satu ruangan apalagi sampai lama di ruangan dokter."

__ADS_1


"Pengirim dokter Pingkan." Ucap Catherine.


"Ya." Jawab dokter Seka singkat.


"Boleh aku membalasnya?" Tanya Catherine.


"Silahkan." Jawab dokter Seka.


Catherine langsung mengetik pesan setelah beberapa saat Catherine mengirim pesan ke dokter Pingkan lalu mengetik lagi setelah selesai baru di kirim lagi kemudian diberikan ke dokter Seka. Dokter Seka yang penasaran membaca dua isi pesan tersebut yang di ketik oleh Catherine.


"Sayangnya calon istriku adalah gadis baik-baik karena beberapa kali aku ingin mencium bibir calon istriku, calon istriku selalu menolaknya dengan alasan nanti aku khilaf dan minta melakukan hubungan suami istri.


Dokter Seka tersenyum membaca pesan Catherine membuat Catherine ikut tersenyum kemudian dokter Seka menyimpan ponselnya di saku kemejanya.


"Kita keluar yuk, aku sangat lapar." Ajak Catherine.


"Ok." Jawab dokter Seka singkat.


Grep


Dokter Seka memeluk pinggang Catherine membuat Catherine melepaskan pelukan dokter Seka namun dokter Seka mempererat pelukannya.

__ADS_1


'Jangan di lepas, aku ingin mereka tahu kalau kamu adalah calon istriku.' Bisik dokter Seka kemudian membuka pintu ruang kerjanya.


Catherine dengan terpaksa membiarkan dokter Seka memeluk pinggangnya. Ketika berjalan ke arah kantin banyak pasang mata melihat kemesraan sepasang kekasih tersebut.


Ada yang tersenyum bahagia dan ada juga yang iri dengan mereka berdua terutama sangat iri melihat Catherine karena berhasil mendekati dokter Seka yang terkenal dengan sikap dingin dan anti terhadap gadis ataupun wanita.


'Dengan aku memeluk Catherine tidak ada lagi gadis ataupun wanita yang berani mendekatiku karena aku sudah mempunyai kekasih dan sebentar lagi akan menikah.' Ucap dokter Seka dalam hati.


'Di satu sisi aku sangat senang Kak Seka memperlakukan aku seperti ini karena Kak Seka menunjukkan ke orang-orang kalau aku adalah kekasihnya. Tapi di sisi lain aku tidak terbiasa diperlakukan seperti ini.' ucap Catherine dalam hati.


Sampai di kantin dokter Seka menarik kursi makan membuat Catherine duduk di kursi makan.


"Terima kasih Kak." Jawab Catherine sambil tersenyum manis.


"Sama-sama Sayang." jawab dokter Seka sambil menarik kursi di sebelah Catherine.


"Kak Seka mau makan apa?" Tanya Catherine sambil melambaikan tangannya ke arah salah satu pelayan.


"Kakak ingin makan ...." ucapan dokter Seka terpotong oleh kedatangan dua rekan kerjanya.


"Boleh aku duduk di sini?" Tanya ke dua gadis tersebut secara bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2