Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka

Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka
Saka dan Cassandra


__ADS_3

"Tahu apa Dad?" Tanya Mommy Karen sambil membuka matanya dengan wajah polos.


"Daddy tahu, kamu pura-pura sakit agar putra kita mau menerima perjodohan." Jawab Daddy Sebastian.


"Hehehehe...." Tawa Mommy Karen sambil senyum Pepsodent.


Daddy Sebastian hanya menggelengkan kepalanya sambil menaiki tubuh istrinya.


"Apa yang Daddy lakukan?" Tanya Mommy Karen.


"Menurut Mommy?" Tanya Daddy Sebastian.


Mommy Karen hanya terdiam karena dirinya tahu kalau suaminya menginginkan hubungan suami istri. Merekapun melakukan hubungan suami istri pada siang hari.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda tepatnya di mansion milik Saka bersama istrinya yang bernama Cassandra. Mereka berada di ranjang yang sama sambil berpelukan setelah mereka habis melakukan hubungan suami istri.


"Sayang." Panggil Saka sambil membelai punggung polos istrinya dari balik selimutnya yang menutupi tubuh polos mereka berdua.


"Ya." Jawab Cassandra singkat sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.


"Kamu ingat pertama kali kita melakukan hubungan suami istri?" Tanya Saka.


"Ingat." Jawab Cassandra singkat lagi sambil mengingat masa lalu.


xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx


Setelah hampir empat jam lebih sepasang pengantin baru tersebut meminta ijin ke dua orang tuanya masing-masing kalau mereka sangat lelah dan ingin istirahat.


Kini sepasang pengantin baru tersebut siapa lagi kalau Cassandra dengan Saka. Sudah berada di dalam kamar pengantin di mana mereka tersenyum malu dan bingung mau bicara apa terlebih mereka tidak terbiasa di kamar bersama seseorang yang berlainan jenis.


"Siapa yang mandi duluan?" Tanya Saka.


"Aku duluan." Jawab Cassandra.


Saka hanya menganggukkan kepalanya kemudian Cassandra berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket hingga lima belas menit kemudian Cassandra sudah selesai mandi dan kini giliran Saka.


Cassandra yang memakai jubah handuk berjalan ke arah lemari pakaian untuk memakai pakaian tidur. Selesai memakai pakaian Cassandra berbaring di ranjang dan tidak membutuhkan waktu lama Cassandra tidur dengan pulas.


ceklek


Saka membuka pintu kamar mandi dan berjalan ke arah ranjang di mana istrinya berbaring.


"Padahal aku ingin sekali melakukan hubungan suami istri tapi istriku malah tidur." Ucap Saka sambil ikut berbaring.


Grep


Baru saja Saka memejamkan matanya bersamaan tanpa sadar Cassandra memeluk pinggang Saka dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Saka. Bukan itu saja salah satu kaki Cassandra memeluk kaki Saka layaknya memeluk guling.


"Aduh Cassandra, kamu membuat Kakak tersiksa." ucap Saka.


Saka menghilangkan pikiran mesumnya hingga beberapa saat mereka tidur dengan pulasnya.


Seminggu setelah menikah masing-masing sibuk dengan pekerjaannya. Jika Raka pulang maka istrinya belum pulang dan ketika istrinya pulang malam, Saka mengajak istrinya melakukan hubungan suami istri namun dengan alasan lelah membuat Saka selalu menahan untuk tidak melakukan hubungan suami.


Ketika Cassandra pulang cepat dan Saka pulang malam, Cassandra sudah tidur terlebih dahulu sehingga mereka tidak melakukan hubungan suami istri.


Walau Saka ingin sekali merasakan hubungan suami istri namun dirinya tidak ingin memaksanya hingga suatu ketika Cassandra ada reuni sekolah dan mengajak suaminya menemani dirinya.


"Sayang, nanti sore aku ada acara reuni sekolah, Sayangku bisa menemaniku?" Tanya Cassandra sambil duduk di sisi ranjang dan bersandar di kepala ranjang begitu pula dengan Raka.


"Tentu saja." jawab Saka.


"Sayang, aku ingin bolehkah?" Tanya Saka penuh harap.


"Maaf Sayang, jika kita melakukan hubungan suami istri yang ada nanti jalanku akan aneh. Karena kata orang-orang jika pertama kali melakukan hubungan suami istri pasti bagian privasinya akan sakit." Jawab Cassandra menolak permintaan suaminya.


"Lalu kapan dong kamu memberikannya?" Tanya Saka dengan wajah kecewa.


"Bagaimana kalau habis pulang reuni?" Tanya Cassandra yang tidak tega melihat wajah kecewa suaminya.


"Benar ya." Ucap Saka sambil tersenyum bahagia.


"Iya." Jawab Cassandra singkat.


'Aduh, bagaimana ini? Sebenarnya aku ingin memberikan harta berhargaku untuk suamiku tapi aku sangat takut karena kata orang sangat sakit jika pertama kali melakukan hubungan suami istri belum lagi rasa sakitnya akan hilang jika sudah seminggu.' Sambung Cassandra dalam hati.


'Apa aku minum obat perang sang saja agar rasa takutku hilang? ... (Sambil berpikir) ... Sepertinya cara itu lebih baik dari pada nanti kami melakukan hubungan suami istri namun pas pertengahan jalan aku kesakitan dan akhirnya kami tidak melakukan hubungan suami istri.' Sambung Cassandra dalam hati.


"Sayang." Panggil Saka.


Hening


Grep


"Sayang." Panggil ulang Saka sambil menggenggam tangan istrinya.


"Ya." Jawab Cassandra singkat.


"Kenapa melamun?" Tanya Saka.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa Sayang dan maaf sayang aku sangat mengantuk nanti sore baru kita siap - siap berangkat ke acara reuni." Ucap Cassandra sambil berbaring di ranjang.


"Ok." Jawab Saka singkat sambil ikut berbaring di ranjang.


Saka dan Cassandra memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu lama mereka tidur dengan pulas. Tanpa mereka sadari mereka tidur sambil berpelukan dan memberikan kehangatan masing-masing.


Siang menjelang sore, perlahan Saka membuka matanya dan melihat wajahnya sangat dekat dengan wajah istrinya di tambah bibir mereka nyaris bersentuhan.


'Mumpung lagi tidur, aku akan mencium bibirnya.' Ucap Saka dalam hati.


Cup


Ciuman singkat membuat Saka menginginkan lebih membuat Saka kembali mencium Cassandra namun berupa lu x mat x tan. Cassandra yang tidur dengan pulas memaksakan membuka matanya dan matanya membulat sempurna melihat Saka memejamkan matanya sambil mencium bibirnya.


"Apa yang Kak Saka lakukan?" Tanya Cassandra sambil memundurkan wajahnya.


"Sayang, Kakak ingin sekali melihat tubuh polosmu." ucap Saka dengan suara berat tanpa menjawab pertanyaan istrinya.


"Tapi ..." Ucapan Cassandra terpotong oleh Saka.


"Kakak janji tidak akan memasukkan adik kecil Kakak. Boleh ya?" Tanya Saka penuh harap.


"Kita sudah resmi menikah dan selama kita bersama Kakak merasa nyaman dan mulai mencintaimu. Tidak ada wanita lain yang Kakak cintai selain kamu." Sambung Saka.


Cassandra yang tidak tega melihat wajah Saka terlebih tidak ada kebohongan di matanya di tambah Saka adalah suaminya dan dia berhak meminta melakukan hubungan suami istri. Cassandra hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju membuat Saka tersenyum bahagia.


Saka kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Cassandra kemudian kembali mencium bibirnya sambil tangan satunya melepaskan satu persatu kancing milik istrinya.


Entah bagaimana kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun. Saka memberikan tanda kepemilikan di leher bahkan di dada Cassandra sambil memainkan wortel import ke area goa milik istrinya.


"Sayang, masukkan." Mohon Cassandra yang ingin merasakan hubungan suami istri.


"Kamu yakin?" Tanya Saka.


Cassandra hanya menganggukkan kepalanya membuat Saka tersenyum bahagia. Dihentakan pertama Saka tidak berhasil namun Saka tidak menyerah hingga beberapa kali akhirnya kepala wortel impor berhasil masuk bersamaan Cassandra berteriak kesakitan.


"Akhhhhhhhh... Kak Saka ... Hiks... Hiks... Sakit ..." Isak Cassandra.


Deg


Jantung Saka berdetak kencang membuat Saka menarik tombak saktinya kemudian turun dari ranjang. Saka berjalan ke arah kamar mandi untuk mengeluarkan isi yang ada di dalam wortel import.


Cassandra dengan cepat bangun kemudian memakai pakaian dengan cepat. Selesai memakai pakaian Cassandra keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah kamar yang berada di sebelahnya.


Cassandra masuk ke dalam kamar tersebut kemudian berjalan ke arah kamar mandi. Kamar mereka ada dua hal itu dikarenakan suaminya kalau mandi agak lama sedangkan Cassandra ketika tiba-tiba terbangun dan kebelet ingin buang air kecil terpaksa pindah di kamar sebelah.


Kamar yang ada di sebelah juga ada pakaian dan barang-barang milik Cassandra hal itu dilakukan agar dirinya tidak bolak balik.


Kini Cassandra sudah selesai mandi dan memakai dress warna putih dimana dirinya akan pergi ke acara reuni.


Ceklek


Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka membuat Cassandra membalikkan badannya dan melihat suaminya sedang menatap dirinya tanpa berkedip.


"Apakah aku jelek?" Tanya Cassandra.


"Tidak, istriku sangat cantik seperti malaikat tanpa sayap." Jawab Saka sambil tersenyum.



"Terima kasih atas pujiannya." Ucap Cassandra.


'Maafkan aku Kak, walau sampai saat ini aku belum memberikan harta berhargaku tapi Kak Saka tidak marah dan selalu tersenyum padaku. Aku janji Kak, nanti malam aku akan memberikan harta berhargaku.' Sambung Cassandra dalam hati.


"Sudah siap?" Tanya Saka.


"Sudah Kak." Jawab Cassandra sambil membawa tas yang berisi ponsel dan dompet.


Grep


Saka memeluk tubuh istrinya dari arah samping membuat Cassandra membalas pelukan suaminya. Mereka berjalan ke arah garasi mobil dan mereka pergi tanpa membawa bodyguard.


Saka mengendarai mobil dengan kecepatan sedang sambil sesekali mengobrol. Hingga Cassandra mengambil ponselnya untuk mengirim pesan ke adik sepupunya.


"Aku dan Kak Saka pergi ke acara reuni, tolong kamu datang ke mansion namun sebelumnya tolong belikan obat perang sang."


Ting


Cassandra langsung mengirim pesan ke adik sepupunya dan tidak berapa lama ponselnya berdering sekali tanda ada pesan masuk.


"Buat apa? Jangan-jangan buat Kakak ya?"


"Iya, tolong belikan."


Cassandra mengirim pesan kembali dan tidak berapa lama ponselnya berdering sekali.


"**Jangan bilang, kalian belum melakukan hubungan suami istri?"


"Hehehe..."


"Astoge."

__ADS_1


"Jangan meledek cepat beliin**."


Selesai mengetik dan mengirim Cassandra menyimpan ponselnya ke dalam tasnya. Cassandra tidak menghapus isi pesan tersebut tanpa menyadari kalau suaminya cemburu dan posesif.


Bisa dipastikan suaminya akan penasaran dan membuka isi pesannya di mana dirinya sangat malu karena ketahuan oleh suaminya.


"Kirim pesan ke siapa?" tanya Saka dengan nada cemburu.


"Adik sepupuku yang bernama Sela." Jawab Cassandra jujur.


"Kok sepertinya sampai berkali - kali kirim pesan dan Kakak melihat wajahmu memerah seperti menahan malu?" Tanya Saka.


"Ingin tahu ya?" Tanya Cassandra menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.


"Iya." Jawab Saka singkat.


"Rahasia." Ucap Cassandra sambil tersenyum.


Saka hanya bisa mendengus sedangkan Cassandra hanya tersenyum melihat wajah suaminya yang sedang kesal.


'Aku akan mengecek ponselnya.' Ucap Saka dalam hati.


"Sayang, percayalah padaku aku tidak mungkin mengirim pesan ke pria lain karena aku suka sama Kakak terlebih Kakak adalah suamiku." Ucap Cassandra.


"Kakak percaya padamu." Ucap Saka.


Cassandra hanya tersenyum begitu pula dengan Saka. Hingga akhirnya mereka sampai di hotel di mana tempat acara reuni berlangsung.


Cassandra memegang lengan Saka sambil berjalan ke arah teman-teman Cassandra hingga Cassandra di tarik oleh temannya.


"Cassandra, kita ke sana yuk." Ajak temannya.


"Memang ada apa?" Tanya Cassandra penasaran.


"Salah satu teman kita menjadi artis, kita ke sana yuk." Ajak temannya lagi.


"Siapa?" Tanya Cassandra penasaran.


"Viona." Jawab temannya.


"Ok." Jawab Cassandra.


"Kak Saka, aku ingin bertemu dengan teman lamaku. Hanya sebentar nanti aku ke sini lagi." ucap Cassandra meminta ijin ke suaminya.


Saka hanya menganggukkan kepalanya kemudian Cassandra dan temannya berjalan meninggalkan Saka. Hingga Saka didatangi beberapa pria yang merupakan rekan bisnisnya.


"Viona." Panggil Cassandra dan temannya.


"Cassandra, Riri." Panggil Viona sambil tersenyum.


"Wih tambah cantik banget." Puji Riri.


"Iya dong." Ucap Viona sambil tersenyum.


"Bagaimana kalau kita bersulang karena aku berhasil menjadi artis papan atas?" Tanya Viona.


"Boleh ... Boleh." Jawab Cassandra dan Riri bersamaan.


Viona melambaikan tangannya ke arah pelayan kemudian pelayan datang sambil membawa nampan yang berisi gelas dan di dalamnya ada anggur 🍷 yang mengandung alkohol tinggi.


Viona mengambil dua gelas kemudian diberikan ke Cassandra dan Riri setelah itulah baru Viona. Mereka mengangkat gelas ke atas untuk melakukan tos setelah itu barulah mereka meminumnya hingga habis tanpa sisa.


Selesai minum mereka meletakkan gelasnya di meja kemudian berlanjut mengobrol hingga hampir sepuluh menit Cassandra merasakan kepalanya pusing.


"Aku mau ke toilet dulu." Ucap Cassandra.


"Ok." Jawab Riri dan Viona bersamaan.


Cassandra berjalan ke arah toilet sambil menahan rasa pusing sedangkan Riri dan Viona tersenyum menyeringai ke arah punggung Cassandra yang berjalan ke arah toilet.


'Kenapa kepalaku pusing banget?' Tanya Cassandra sambil membasuh wajahnya dengan menggunakan wastafel.


'Lebih baik aku hubungi Kak Saka.' Ucap Cassandra sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi suaminya.


Bugh


Bruk


Tiba-tiba seseorang memukul punggung Cassandra membuat Cassandra langsung tidak sadarkan diri kemudian di bawa pergi oleh seorang pria.


Di tempat yang berbeda Saka mengobrol dengan rekan bisnisnya sambil sesekali menatap ke arah jam tangannya.


'Istriku kenapa lama?' Tanya Saka dalam hati.


"Tuan, mau aku temani tidur?" Tanya seorang gadis cantik dan seksi tersebut sambil menyentuh tangan Saka.


Plak


"Jangan pernah menyentuh tubuhku atau tanganku." Ucap Saka dengan nada dingin sambil menepis tangan gadis cantik tersebut kemudian pergi meninggalkan gadis tersebut untuk mencari istrinya.


Gadis cantik tersebut menahan amarahnya terlebih mendapat cibiran dari teman - temannya.

__ADS_1


'Si*l, baru kali ini aku di tolak. Aku akan mencari cara agar kamu menjadi milikku hingga aku bosan barulah aku tendang seperti pria-pria yang aku kencani." Ucap gadis cantik tersebut dalam hati sambil berjalan mengikuti langkah Saka.


__ADS_2