
Dokter Seka menghembuskan nafasnya dengan perlahan dirinya tidak menyangka pulang dari luar negri langsung di jodohkan lagi untuk yang ke dua kalinya.
Yang pertama dirinya berhasil melarikan diri dan sudah ada penggantinya yaitu adik kembarnya sedangkan sekarang dirinya tidak bisa lagi melarikan diri.
'Seandainya Mommy dan Daddy mempunyai kembar lima atau enam maka aku bisa menyuruh adik kembarku yang lainnya.' ucap dokter Seka dalam hati.
"Perkenalan dulu kan Mom?" Tanya dokter Seka setelah beberapa saat mereka terdiam.
"Tidak, tiga hari lagi langsung bertunangan." Jawab Mommy Karen.
"Apa? Secepat itu? Kalau Seka tidak cocok bagaimana?" Tanya dokter Seka dengan nada protes.
"Pasti cocok dan satu lagi Minggu depan kalian menikah." ucap Mommy Karen.
"Apa? Astoge Mommy tega banget sama Seka." Ucap dokter Seka dengan wajah terkejut.
"Salah siapa kamu main kabur?" Tanya Mommy Karen dengan nada cuek.
"Kenapa Mommy tega memaksakan kehendak? Seka kan belum ada keinginan untuk menikah." Ucap dokter Seka yang masih keberatan untuk menikah.
"Aduh Dad, jantung Mommy sakit." Ucap Mommy Karen sambil memegangi dadanya dan bersandar di dada bidang suaminya.
Grep
"Mommy, makanya jangan memaksakan putra kita Seka untuk menikah." Ucap Daddy Sebastian sambil memeluk tubuh istrinya.
__ADS_1
"Benar kata Daddy, Mommy tidak akan memaksakan Seka untuk menikah." Ucap Mommy Karen dengan wajah di buat sesedih mungkin.
"Terima kasih Mommy dan Daddy." Ucap dokter Seka tersenyum bahagia karena ke dua orang tuanya tidak memaksa dirinya untuk menikah.
"Ayo Dad, temani Mommy di kamar." Ucap Mommy Karen tanpa menjawab ucapan dokter Seka dengan wajah di buat sangat sedih.
"Ayo Mom." Jawab Daddy Sebastian sambil membantu Mommy Karen berdiri.
"Seka bantu ya Mom." Ucap dokter Seka sambil berjalan ke arah ke dua orang tuanya.
"Tidak usah." Ucap Mommy Karen.
"Kenapa Mom? Seka kan bisa memeriksa keadaan Mommy." Ucap dokter Seka dengan wajah terkejut.
"Kok Mommy bilang begitu? Seka sangat sayang sama Mommy dan Daddy." Ucap dokter Seka.
"Kalau sayang, turuti kata Mommy untuk menerima perjodohan." Pinta Mommy Karen.
"Apa hubungan sayang dengan menuruti permintaan Mommy?" Tanya dokter Seka.
"Kalau kamu menuruti permintaan Mommy berarti kamu sayang sama Mommy." Jawab Mommy Karen.
"Tapi ..." Ucapan dokter Seka terpotong oleh Mommy Karen.
"Daddy tubuh Mommy tiba-tiba lemas, Mommy minta gendong Dad." Pinta Mommy Karen.
__ADS_1
"Baik Mom." Jawab Daddy Sebastian sambil menggendong istrinya ala bridal style.
Dokter Seka menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Baik Mom, Seka mau dijodohkan dan menikah dengan pilihan Mommy asalkan Mommy tidak sedih atau sakit lagi." Ucap dokter Seka.
Dokter Seka terpaksa menerima perjodohan karena dirinya tidak bisa kabur lagi terlebih dirinya tidak tega melihat Mommy Karen sedih.
"Terima kasih Seka, sekarang istirahatlah karena Mommy dan Daddy ingin istirahat." Ucap Mommy Karen sambil mengalungkan ke dua tangannya ke arah leher suaminya.
"Apa Mommy baik-baik saja? Seka cek kondisi Mommy ya." Ucap dokter Seka yang sangat kuatir dengan kondisi Mommy Karen.
"Dengan istirahat Mommy akan baik - baik saja." jawab Mommy Karen.
"Baiklah Mom, kalau ada apa-apa kabarin Seka." Ucap dokter Seka.
"Ok." Jawab Mommy Karen sambil memejamkan matanya.
Daddy Sebastian mulai melangkahkan kakinya ke arah tangga begitu pula dengan dokter Seka hingga di depan pintu orang tuanya dokter Seka membuka pintu kamar orang tuanya dengan lebar agar Daddy Sebastian bisa masuk ke dalam kamarnya.
Setelah ke dua orang tuanya sudah masuk ke dalam kamar, dokter Seka menutup pintu dengan perlahan kemudian berjalan ke arah kamarnya untuk membersihkan tubuhnya setelah itu baru istirahat.
Daddy Sebastian meletakkan perlahan tubuh istrinya kemudian duduk di sisi ranjang sebelah istrinya sambil mengusap rambut istrinya dengan lembut.
"Sayang, Daddy tahu." Ucap Daddy Sebastian ketika melihat istrinya memejamkan matanya.
__ADS_1