
Sore menjelang malam, Mommy Karen dan Daddy Sebastian menunggu kedatangan ke dua putranya hingga datanglah Saka.
"Mommy, Daddy." Panggil Saka sambil mencium punggung tangan ke dua orang tuanya secara bergantian.
"Kok tumben Kakakmu belum pulang?" Tanya Mommy Karen.
"Kok Mommy tahu kalau aku Saka?" Tanya Saka dengan wajah cemberut karena ke dua orang tuanya sudah bisa membedakan ke dua anak kembarnya tanpa menjawab ucapan Mommy Karen.
"Tentu saja tahu, kan kalau Saka pulang pakai pakaian kerja seperti pakaian Daddy sedangkan kalau Kakakmu memakai pakaian dokter." Jawab Mommy Karen.
'Kalian berdua ya tidak mau kalau kami bisa membedakan kalian.' Sambung Mommy Karen dalam hati.
"Syukurlah kalau Mommy tidak tahu." Ucap Saka.
"Apakah kamu tahu di mana Kakakmu?" Tanya Mommy Karen.
"Tidak tahu Mom, mungkin masih di rumah sakit." Jawab Saka.
"Mommy sudah menghubungi rumah sakit katanya sudah dari tadi." Jawab Mommy Karen.
"Sudah telepon Kak Seka?" Tanya Saka.
"Teleponnya tidak aktif." Jawab Mommy Karen.
"Kok aneh ya." Ucap Saka sambil berpikir di mana kakak kembarnya berada.
Saka mengambil ponselnya dari saku jasnya bersamaan ponselnya berdering membuat Saka melihat siapa yang menghubungi dirinya.
"Siapa yang telepon?" Tanya Mommy Karen.
"Kak Seka Mom." Jawab Saka.
__ADS_1
"Coba di angkat dan ponselnya di loud speaker." Ucap Mommy Karen.
"Baik Mom." Jawab Saka patuh sambil menggeser tombol berwarna hijau kemudian menekan tombol loud speaker.
("Hallo Saka." panggil dokter Seka).
("Kakak ada di mana?" Tanya Saka).
("Kakak pergi keluar negri, teman baik Kakak akan menikah dan meminta Kakak untuk menjadi saksinya." Jawab dokter Seka berbohong sambil menahan tawa).
("Seka." Panggil Mommy Karen).
("Iya Mom." Jawab dokter Seka yang bisa menebak kalau Mommy Karen pasti bersama adik kembarnya).
("Kapan kamu pulang?" Tanya Mommy Karen).
("Belum tahu Mom karena Seka melakukan kerjasama untuk membangun rumah sakit dan Seka diberikan kepercayaan untuk mengurus semuanya." Jawab dokter Seka).
("Maaf Mom, Seka tidak bisa karena proyek ini sangat penting buat Seka." Jawab dokter Seka).
("Lalu bagaimana dengan pernikahan mu dengan Cassandra? Mommy dan Daddy tidak punya muka jika pernikahan kalian dibatalkan." Ucap Mommy Karen kemudian menghembuskan nafasnya dengan berat).
("Kan ada Saka, Mom." Ucap dokter Seka).
("Seka, Kamu sengaja ya?" Tanya Mommy Karen).
("Sengaja kenapa Mom?" Tanya dokter Seka).
("Sengaja supaya menghindari perjodohan." Jawab Mommy Karen).
(Terdengar suara hembusan nafas).
__ADS_1
("Maaf Mom, Dad ... Sebenarnya Seka belum ada niat untuk menikah terlebih selama masa perkenalan Seka dengan Cassandra tidak ada perasaan sedikitpun. Seka hanya menganggap Cassandra tidak lebih sebagai seorang adik sama seperti Saka." ucap dokter Seka dengan jujur).
(Terdengar suara menghembuskan nafas dengan berat).
("Maafkan Seka Mom, karena telah membuat Mommy dan Daddy malu. Seka sudah berusaha untuk menyukai Cassandra tapi tidak bisa terlebih cinta tidak bisa dipaksakan." Ucap dokter Seka menjelaskan).
("Maafkan Mommy, Mommy melakukan itu karena Mommy ingin agar anak-anak Mommy dan Daddy bisa menikah dengan gadis baik-baik.'' Ucap Mommy Karen).
("Seka mengerti Mom, tapi maaf Seka belum ada perasaan suka baik sekarang maupun seterusnya." Ucap dokter Seka).
("Baiklah, Mommy tidak akan memaksa kamu untuk menikah dengan Cassandra." Ucap Mommy Karen).
("Terima kasih Mom, atas pengertiannya." Ucap dokter Seka).
("Sama-sama, jaga kesehatanmu dan jangan lama - lama tinggal di luar negri." Ucap Mommy Karen).
("Baik Mom, bye." Pamit dokter Seka).
("Bye." Jawab Mommy Karen).
Tut Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Saka menyimpan ponselnya di saku jasnya.
"Saka." Panggil Mommy Karen.
"Iya Mom." Jawab Saka yang merasakan tidak enak.
"Mommy minta tolong padamu, bisa kan?" Tanya Mommy Karen penuh harap.
"Minta tolong apa Mom?" Tanya Saka sambil menaikkan salah satu alis matanya.
__ADS_1