
Di saat krisis di mana Saja akan mengorbankan dirinya bersamaan kedatangan keluarga besar Alexander sambil membawa pistol.
Dor Dor Dor Dor
Dor Dor Dor Dor
Dor Dor Dor Dor
"Akhhhhhhhh ... !" Teriak ke dua belas pria tersebut secara bersamaan.
Bruk Bruk Bruk Bruk
Bruk Bruk Bruk Bruk
Bruk Bruk Bruk Bruk
Keluarga Besar Alexander dengan serentak melepaskan tembakan ke arah ke dua belas pria membuat mereka langsung ambruk dan langsung ma ti di tempat.
"Cassandra, Seka." Panggil ke dua pria tampan.
"Daddy." Panggil Cassandra dan Saka kembali sambil keluar dari persembunyiannya.
__ADS_1
Daddy Sebastian mengernyit melihat putra ke duanya berjalan ke arah dirinya membuat Daddy Sebastian menarik tangan putranya supaya agak menjauh dari keluarga Alexander.
'Kemana Seka?' Tanya Daddy Sebastian dengan nada berbisik.
'Kak Seka lagi ada operasi di rumah sakit karena itulah memintaku untuk menggantinya. Daddy kok tahu kalau aku Saja, tahu dari mana Dad?' Tanya Saka dengan nada ikut berbisik.
Saka sangat terkejut karena selama ini Daddy Sebastian tidak pernah tahu perbedaan ke dua anak kembarnya. Dari wajah, tinggi dan sifat hampir sama namun ada beberapa sifat yang agak berbeda. Dokter Seka dan Saka adalah fotocopy dari Daddy Sebastian hanya saja ada beberapa sifat dan cita - cita mereka yang berbeda.
'Tahu dong, apakah Cassandra tidak curiga kalian tukaran?' tanya Daddy Sebastian.
'Mommy kemarin ngasih tahu Daddy perbedaan kalian berdua karena Daddy penasaran perbedaan kalian berdua. Selama ini Daddy malu untuk bertanya sama Mommy tapi karena penasaran Daddy membuang perasaan malu.' Sambung Daddy Sebastian dalam hati.
"Daddy hebat bisa tahu perbedaan kami, Mommy saja sampai sekarang masih salah mana Kak Seka dan mana Saka." Ucap Saka.
"Lain kali jika tukaran lagi jangan sampai ketahuan Mommy." Ucap Daddy Sebastian tanpa menjawab ucapan putra ke duanya.
"Iya Dad." Jawab Saka.
"Sekarang kita pulang dan pamit dengan mereka." Ucap Daddy Sebastian.
"Baik Dad." Jawab Saka.
__ADS_1
Ke dua pria tampan yang wajahnya sangat mirip seperti fotocopy berjalan ke arah Daddy Aleandro dan Cassandra. Mereka berpamitan dan pergi meninggalkan cafe tersebut begitu pula dengan keluarga besar Alexander namun sebelumnya sebagian keluarga besar Alexander membawa semua mayat para penjahat ke dalam mobil box untuk digunakan makanan binatang buas peliharaan para pria Alexander.
Dari kejauhan sepasang mata menatap ke arah Daddy Aleandro dan Daddy Sebastian dengan tatapan kebencian. Dari awal hingga akhir pria tersebut hanya melihat kejadian tersebut tanpa melakukan apapun kemudian pria itupun pergi meninggalkan tempat tersebut.
xxxxxxx
Pernikahan
Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya dan keluarga Daddy Aleandro Alexander dan keluarga Daddy Sebastian sepakat untuk menikahkan dokter Seka dengan Cassandra.
Dokter Seka dan Cassandra tidak bisa menentang keputusan orang tuanya membuat dokter Seka mencari cara agar dirinya tidak dijodohkan.
'Aku ada ide supaya aku tidak jadi menikah.' Ucap dokter Seka setelah beberapa saat berpikir di ruang kerjanya.
Dokter Seka mengambil ponselnya kemudian mulai mengetik sesuatu setelah selesai dokter Seka meletakkan kembali ponselnya.
'Maaf Mom, Dad untuk hari ini Seka tidak menuruti permintaan Mommy dan Daddy untuk menikah dengan Cassandra tapi Seka janji untuk permintaan ke dua Seka akan berusaha untuk menuruti apapun permintaan Mommy dan Daddy.' Ucap dokter Seka dalam hati.
Dokter Seka kembali melanjutkan pekerjaannya sebagai seorang dokter hingga waktu menunjukkan jam empat sore pekerjaan dokter Seka sudah selesai.
Dokter Seka keluar dari rumah sakit menuju ke parkiran mobil. Dokter Seka mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke arah bandara karena dokter Seka berencana melarikan diri dari acara pernikahan yang tinggal seminggu lagi.
__ADS_1
"Maaf Mommy, Daddy dan Saka karena pergi tidak bilang - bilang. Seka pergi sekarang karena besok Seka pasti tidak diijinkan untuk bekerja sebab sebentar lagi menikah." Ucap Saka sambil masih mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.