
"Tidak." Jawab dokter Seka singkat.
"Boleh." Jawab Catherine bersamaan namun berbeda jawaban.
Dokter Seka menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya. Ke dua gadis itupun langsung tersenyum kemudian duduk di samping dokter Seka dan di samping Catherine. Kini dokter Seka dan Catherine duduk di tengah - tengah mereka.
"Sayang, aku ingin makan dan minum apa yang kamu pesan." Ucap dokter Seka ketika melihat pelayan restoran berdiri di tengah-tengah Catherine dan dokter Seka.
"Ok." Jawab Catherine singkat.
"Maaf Nona, mau pesan apa?" Tanya pelayan restoran tersebut.
"Aku ingin pesan Sop buntut dua dan minumnya es cendol dua dan dua botol air mineral." Jawab Catherine.
"Ok. Kalau nona?" Tanya pelayan restoran ke arah dua gadis tersebut sambil mencatat pesanan Catherine.
"Samakan saja." Jawab ke dua gadis tersebut bersamaan.
__ADS_1
"Baik Nona-Nona. " Jawab pelayan restoran tersebut.
Setelah mencatat pelayan restoran pergi meninggalkan mereka berdua.
"Dokter Seka, datang bersama siapa?" Tanya salah satu gadis tersebut sambil tersenyum dan membuka satu kancing kemeja.
Gadis tersebut menahan amarahnya karena dokter Seka tidak menatapnya sama sekali malah menatap Catherine sambil tersenyum. Senyuman yang tidak pernah diberikan untuk gadis lain.
"Calon istriku, kenalkan namanya Catherine." Jawab dokter Seka tanpa menatap sama sekali wajah ke dua gadis tersebut.
"Hallo kenalkan namaku Catherine." Ucap Catherine memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan kanannya.
Catherine sangat terkejut dengan ucapan gadis tersebut membuat Catherine berusaha menahan amarahnya sedangkan dokter Seka yang sejak tadi kesal karena ucapan dokter Pingkan di tambah gadis itu membuat dokter Seka tidak bisa menahan amarahnya lagi.
Namun lagi - lagi Catherine menggenggam tangan dokter Seka agar menahan amarahnya. Catherine dan dokter Seka tahu kalimat selanjutnya karena itulah mereka berdua marah.
"Calon istriku bukan sepertimu yang suka menggoda ataupun menyerahkan tubuhnya ke pria lain." Ucap dokter Seka sambil menatap ke dua gadis tersebut dengan tatapan tajam seakan ingin menguliti dirinya.
__ADS_1
"Sayang, lebih baik kita pindah tempat saja." Ucap Catherine yang malas berdebat karena gadis itu ingin membalas ucapan dokter Seka.
"Ok." Jawab dokter Seka singkat tanpa memperdulikan amarah ke dua gadis tersebut.
Dokter Seka dan Catherine langsung berdiri dan berjalan ke arah meja lain sedangkan ke dua gadis tersebut menggenggam erat ke dua tangannya.
"Sayang, setelah makan temani aku menemui pemilik rumah sakit." Ucap dokter Seka sambil duduk di kursi makan.
"Ok." Jawab Catherine singkat tanpa banyak bertanya.
Tidak berapa lama pesanan mereka datang dan mereka pun makan bersama namun sebelumnya mereka berdoa terlebih dahulu.
Lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum lalu mereka pergi menuju ke ruangan pemilik rumah sakit sesuai apa yang dikatakan oleh dokter Seka.
Kini mereka sudah sampai di ruangan pemilik rumah sakit dan duduk saling berhadapan.
"Ada perlu apa dokter Seka ke ruangan ku?" tanya pemilik rumah sakit karena tidak biasanya dokter Seka datang ke ruangannya.
__ADS_1
"Maaf dokter Steven, aku ingin mengundurkan diri dan ini surat pengunduran diriku." Ucap dokter Seka sambil mengambil amplop putih dari saku jasnya kemudian memberikan ke pemilik rumah sakit.
"Kok mendadak?" Tanya pemilik rumah sakit dengan wajah terkejut begitu pula dengan Catherine.